
"Aunty Gita kenapa? cakit ya? kok di gendong om Lang?" pertanyaan itu segera lolos dari mulut si comel Aydan. Saat keduanya sudah kembali ketempat kumpul mereka. Sebab makan siang sudah siap. Aneka bakaran ikan laut.
"Oh... tidak Ay. Om cuma ga mau aunty mu cape. Tadi om sana aunty jalannya jauh banget lho. Pemandangannya juga bagus banget." Jawab Gilang berusaha menjelaskan pada Aydan.
"Di cana juga bagus om. Main yang itu juga kelen. Tadi papap cama mamam tebaaaaang tinggi cali ... ke cana, ke langit bilu. Ay mau ikut om, tapi takut." Jelas Aydan yang sungguh terpana melihat sang ayah menaiki parasailing bersama Muna.
Waw... sungguh pasangan itu tidak mau melewatkan momen menarik di pantai tersebut.
Muna sebenarnya tak mau, tapi bukan Kevin namanya jika tak berhasil merayu istrinya itu. Sehingga dengan rasa cemas, takut sekaligus penasaran. Akhirnya keduanyapun dapat menikmati indahnya alam sekitar dari ketinggian. Lagi lagi itu adalah pengalaman pertama bagi Muna. Walau menikah dengan sultan yang berlimpah uang, ternyata selama ini mereka cukup sedikit membagi waktu untuk berlibur walau hanya di Indonesia. Yang tak kalah seru dan menarik dari segala tawaran tempat wisata di luar negeri.
Keluarga itu sungguh menikmari suasana pantai dengan puas, sejak terbitnya matahari, bahkan hingga kini tenggelam di ufuk barat. Mereka tampak belum beranjak untuk pulang. Sebab kemudian mereka bersepakat mengadakan pesta pantai lagi, mengolah aneka bakaran di tepian pantai. Benar benar menghabiskan kesempatan dengan penuh kegembiraan.
Itulah alasan Kevin mengajak keluarganya datang, jauh jauh hari dari waktu pelaksanaan nikahan Siska dan Asep.
Toh, walau sepekan mereka tak bekerja, tentu tak akan buat hidup mereka melarat bukan? Tapi bukan berarti mereka hanya bersenang senang saja, hanya sekedar memastikan jika hidup itu tidak hanya di isi dengan bekerja dan mencari uang saja.
Cuaca semakin dingin, bulan sudah bertengger dengan angkuhnya di atas sana. Jarak pantai dan rumah keluarga Siska dapat di tempuh kurang lebih 90 menit. Tetapi Aydan tampak sudah tidur nyenyak akibat kecapean. Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di resort saja.
Aydan tak di ijinkan babe untuk pindah ke kamar Muna dan Kevin. Karena sudah terlanjur pulas dalam pelukan engkong kesayangan. Demikian juga Anaya, dia sudah mager tidur di pelukan Gita. Entah sejak pagi, Anaya lebih suka minum ASI lewat botol dot, dan terlihat nyaman bersama Gita. Yang tentu saja, hal itu di manfaatkan oleh Kevin.
"Sudah... sini. Ga usah mondar mandir ke kamar mereka. Yang ada Mae tuh malah ganggu tidur babe juga Gita." Kevin dengan senyum nakalnya menepuk-nepuk kasur empuk di sebelah kirinya. Muna hanya berjalan sambil manyun ke arah suami tercintanya tersebut. "Sini-sini...!!! Sini Abang peluk. Biar resahnya hilang." Rayu Kevin mulai melancarkan modusnya.
__ADS_1
"Abang ih... " rengek Muna manja sok jual mahal.
"Mae jangan sok jual mahal ya, ntar abang cicil lhoo." Goda Kevin membuat Muna keki.
"Rasanya tuh nggak enak Bang, kan biasanya kita tidur tuh berempat. Terus tuh, misal kita tidur berdua pasti ada boxnya Naya di sebelah kita. Jadi rasanya aneh gitu." Muna sudah di samping Kevin dalam pelukan sang suami.
"Udah, anggap aja kita lagi bulan madu yang kesekian kalinya. Coba deh Mae lihat tuh. Itu tuh toilet yang sempat Mae sembunyi takut Abang apa-apain berapa tahun yang lalu." Tunjuk Kevin pada kamar mandi dalam kamar itu yang memang tak pernah di rubah interiornya.
"Iih Abang, masih ingat-ingat aja." Muna menggigit bibirnya sendiri. "Terus di sini nih, di sebelah ranjang ini, Mae yang teriak-teriak, ngira abang nggak pakai baju."
"Abang iih, Muna malu niih, waktu itu sumpah takut banget."
"Takut banget sih perawannya diambil duluan." Kenang Kevin bangga dengab keteguhan pertahanan istrinya kala itu.
"Muuuaaach... istri Abang Emang Alim bener. Maafin Abang ya Neng." Kecup Kevin pada bibir Muna sekilas.
"Berasa jadi istrinya si bang bajai Bajuri tau ga sih bang, kalo di panggil neng." Kekeh Muna
"Sejak dulu sih sebenarnya kalau abang pasangannya Eneng kali." Kevin membela diri.
"Hmmm ya udah deh nggak penting. Sekarang tuh kita cepat tidur aja biar cepet pagi biar cepet-cepat ketemu Ay juga Dek Naya." Muna menarik selimut mereka, sebab suhu kamar mereka terasa makin dingin.
__ADS_1
"Oh tidak bisa... No... No. No. Mae sayang, pagi itu enggak bakalan bisa cepat datang. Karena ini tuh baru jam 21.00 jaraknya itu sampai pagi itu kurang lebih 8 jam lagi. Dan itu terlalu panjang digunakan untuk tidur." Bahas Kevib.
"Bukannya aturan yang baik tidur emang harus 8 jam ya Bang?"
"Iya betul, itu secara medis sebaiknya kita tidur 7 sampai 8 atau 9 jam dalam sehari tetapi yang dimaksudkan itu adalah tidur yang efektif yang nyenyak yang benar-benar istirahat." Paparnya tak mau kalah.
"Maksudnya gimana nih?" Muna pura pura blo'on.
"Maksudnya. Percuma kalau kita cuma pejem mata tapi pikiran kita tuh enggak benar-benar istirahat."
"Terus dari mana Abang tahu kalau kita tidur sekarang, tapi kita enggak benar-benar istirahat?" tanya Muna lagi.
"Itu sangat mudah dibuktikan sayang, sebab saat mata Abang ini tertutup saat itulah Si Otong ngeronda yank. dia udah baris dari tadi nungguin loe, nungguin si Mumun, loe yakin mau melewatkan momen berdua kita di kamar ini hanya untuk tidur sampai pagi sayang?" jiwa cassanova Kevin enggak pernah luntur, nggak pernah pudar dalam hal merayu sang istri yang polos atau pura-pura polos.
"Aduh abang..., sejak dulu sampai sekarang nggak pernah nggak mikirin hal-hal yang itu, udah cepat buruan buruan. Gue nggak tahan. Cepet... cepetan. Udah, lepas, lepas." Muna sok tergesa-gesa melepas seluruh piyama yang sudah Kevin kenakan.
"Tumben istri Abang mau duluan??" Kejut Kevin.
"Muna benar-benar capek Bang Benar-benar mau cepat istirahat. Jadi... ya sini, biar Muna aja yang nyetir." Ujar Muna tanpa ada rasa malu.
"Buset istri Abang. Maunya kayak gini yank, tiap malam. Ada yang nyetir abang jadi penumpang aja di bawah. Siap bosku." Kekeh Kevin yang sangat antusias melihat semangat Muna yang menyala-nyala. Tidak mungkin bagi Kevin melewatkan hal yang jarang-jarang Muna lakukan. Kevin mantan cassanova dan Muna sudah berhasil ia kontaminasi. Bahkan kini, Muna tidak mau berlama-lama untuk berbahasa-basi, untuk melayani suami, mencari pahala yang membuat sama sama nikmat dengan sang suami.
__ADS_1
Terlihat seperti malam itu, Muna lah yang melorotkan pakaian bagian bawah Kevin dan berhasil sebagai penunggang kuda yang sangat handal bergubrak gubruk di atas tubuh Sang suami dan Kevin sangat menikmati itu dengan penuh rasa puas dan satu hal yang membuat Kevin sangat bahagia malam ini.
Sebab malam itu entah sengaja tidak disengaja, lagi-lagi Muna melupakan pengaman yang biasa ia gadang-adang kan. Yang biasa ia ingat dan pertahankan. Mungkin memang sudah waktunya Muna siap untuk hamil lagi atau sekedar tidak ingin memikirkan segala resiko yang terjadi, tapi bagi Kevin ini adalah jackpot.