CUKUP SATU

CUKUP SATU
BAB 57 : AMBU NAIK DARAH


__ADS_3

Daren dan Siska bukanlah saudara kandung atau sedarah, mereka saling kenal hanya karena bekerja di perusahaan yang sama dan kebetulan pernah saling kenal saat berangkat umroh bersama. Di mana Siska sebagai sahabat Muna yang diajak ikut bersama keluarga Kevin.


Sejak itu hubungan Daren dan Siska semakin dekat. Bahkan sempat Babe Rojak kira antara Daren dan Siska ada hubungan khusus yang lebih daripada berteman. Namun ternyata semua menjadi salah sangka karena sesungguhnya Daren adalah tipe laki-laki yang 11-12 dengan Asep alias pemalu yang tidak bisa langsung menyatakan isi hatinya kepada wanita yang ia inginkan menjadi pendamping hidupnya.


Saat itu tepatnya di Jabal Rahmah, Daren bertemu dengan seorang wanita bernama Zahra. Maka sejak itu Darren jatuh cinta pada pada Zahra pada pandangan pertama dan selalu memikirkan wanita itu. Namun tidak tahu caranya bagaimana untuk melakukan pendekatan dengan Zahra, sehingga Siska adalah satu-satunya orang yang membantu mulai dari mencari nomor teleponnya sampai melakukan pendekatan kepada Zahra dan akhirnya Daren dan Zahra pun memutuskan untuk pacaran dan akan berakhir di pelaminan.


Tidak ada yang ditutupi antara Darren dan Siska walaupun mereka bukan pasangan kekasih, pertemanan mereka pun tidak seperti teman biasa. Bisa dikatakan dekat. Namun pure, hati mereka sama-sama tulus berteman saja. Dalam hati Siska sudah tertancap pada Asep suparta. Sama dengan Daren. Dalam hatinya pun sudah terpasung dalam hati seorang Zahra seorang. Jika dulu, Siska banyak membantu proses pendekatannya dengan Zahra.


Maka menurut Daren sekarang waktu baginya untuk memberikan pembalasan kepada Siska yaitu itu ikut membantu memberikan pencerahan untuk Asep, semacam memberikan spill untuk Asep bahwa sesungguhnya Siska sudah jatuh cinta. Asep sudah berada di kediaman Hildimar di Jakarta Selatan. Lumayan lelah raganya sebab sejak pukul 11 tadi tidak berada di rumah, karena mengurus keperluan Siska di rumah sakit. Ia segera mandi membersihkan tubuhnya selalu melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


Tampak ambu sudah menunggunya di meja maka, siap dengarkan kabar tentang Siska sebab saat Asep berangkat tadi Ambu tidak tahu kalau Siska sedang sakit.


"A'Asep gimana kitu kabar si Siska? a'a kok, nggak bilang-bilang sama si Ambu kalau Siska teh sakit. Ambu kan juga ingin atuh lihat keadaan Siska." Ambu agak cemberut, memanyun manyunkan mulutnya ke arah Asep.


"Iya maaf mbu. Tadi teh Asep buru buru, waktu Siska minta tolong. Tapi katanya teh, udah agak mendingan Ambu. Beda kitu, pas waktu Asep jemput keadaannya parah euy. Dia teh lemah, badannya demam tinggi palanya pusing pokoknya hampir nggak bisa jalan." Jelas Asep pada ambu yang mendengarkan dengan cermat.


"Terus sekarang teh, benar sudah baikan?" tanya lagi.


"Iya mbu, sekarang teh sudah enggak apa-apa. Selang infusnya teh udah nancep itu ditangan si Siska. Obat-obatannya juga udah masuk. Jadi sekarang Teh dia udah mulai segar sudah mulai enakan katanya." Asep menjelaskan sambil mulai menikmati makanan yang tersaji untuknya.

__ADS_1


"Ya udah kitu Asep. Kamu teh harus tetap jaga dia nya. Nginap atuh... temani dia sampai sembuh. Ini teh sabtu biar senin pagi saja, Asep pulang ka Bandung. Biar a'Asep lama bisa jaga Siska." Saran Ambu pada Asep.


"Masa Asep yang harus jaga dia sih mbu?"


"Lalu kamu teh mau suruh ambu yang jaga?" Nada suara ambu naik satu oktaf.


"Ya ga juga. Tapi kenapa Asep?" Jawab Asep menunduk.


"Kalo bukan Asep teh saha?" Ambu mulai nyolot dong.


Asep menggaruk kepalanya agak bingung. Mengapa harus dia yang akan menjaga Siska di rumah sakit tapi jika dipikir-pikir Asep juga bingung siapa yang akan menemani Siska di dalam ruangan VVIP itu. Apa iya, harus ambu yang menginap di Rumah Sakit bersama Siska.


"Ambu gimana Kalau Siska dibiarkan saja tidur di sana sendiri, kan ada perawat di sana, kalau ada apa-apa teh dia tinggal pencet bel." jawab Asep memberi saran.


"Iya ga tega lah mbu, tapi kan kenapa Asep?"


"Karena ambu teh sudah tu, ga kuat lagi jaga si Siska, tapi kalau memang A'Asep tidak mau, sok atuh antar ambu sekarang...!!! Biar ambu saja yang tidur di rumah sakit jaga Siska. Jadi laki-laki bo dohnya selangit." Gusar ambu pada Asep.


"Jangan ambu. Nanti Asep tanya Siska dulu ya, kali dia punya teman gitu yang bisa jaga dia di sana." Asep masih berusaha menghindar.

__ADS_1


"Asep... kamu teh bo doh apa be go? kalau dia punya teman lain, kenapa kitu dia harus panggil Asep buat antar ke rumah sakit ? mikir atuh Sep, mikir...!! Dia teh tidak punya siapa-siapa di sini ini, dia cuma punya Babe Rojak dan nyak Time, tapi kan tinggal di Bandung, ga di Jakarta. Orang tuanya juga di Cikoneng, apa sudah kalian sudah bilang? Kasih kabar kitu?"


Asep menggeleng. "Dari tadi hp-nya cuma di tas ga dipegang sama sekali." Jawab Asep polos.


"Nah kan, itu artinya. Dia teh tidak punya siapa-siapa selain kamu. Lagi pula kamu teh mikir. Siska teh kurang apa? Siska teh baik, cantik, alim juga. Kenapa kitu kamu cuma dekat selama ini, tapi tidak berminat itu untuk menjalin hubungan yang lebih. Mikir atuh Asep. Itu awewe kamu dekatin tapi tidak kamu jadiin kekasih. Kenapa??? Apa kamu teh masih ngarepin si Lela jadi janda kitu?" cerocos ambu memborbardir Asep.


"Ambu Kok ngomongnya gitu?"


"Kamu teh ga sadar, selama ini deket sama dia? ambu perhatiin setiap ke Jakarta, kamu selalu jalan sama dia. Lalu hubungan kalian teh apa? kamu jangan berani-berani dekatin anak cewek orang kalau cuma untuk jadi teman begitu, dengan dia dekat dan selalu jalan sama kamu itu, bikin orang lain berpikir kalau kamu teh adalah orang spesial buat dia. Jangan-jangan sudah banyak itu laki-laki ngantri mau ambil dia jadi istri, tapi mundur lihat kamu selalu dekat sama dia. Pikir atuh Asep pikir...!!" Ambu menarik nafasnya sebentar.


"Kalau kamu tidak suka sama dia, jangan deketin anak orang. Tapi kalau kamu suka dia, jangan cuma deket. Tembak atuh, jadiin dia cucu menantu buat ambu."


Asel terdiam, berpikir serius. Baru sadar bahwa selama ini dia memang selalu dekat dengan Siska tapi tak pernah terpikir olehnya untuk menjadikan Siska kekasihnya.


Asep masih terdiam memikirkan hal yang dikatakan ambu benar juga. Mungkin selama ini kedekatannya dengan Siska justru menutup jodoh Siska yang sesungguhnya, tetapi mengapa Asep merasa tidak rela jika Siska dekat dengan lelaki lain. Ada apa dengan hati Asep.


Bersambung...


Ambu lumayan yaa kasih pencerahan buat Asep biar otaknya terang.

__ADS_1


Makasih buat yang selalu setia ya


πŸŒΉπŸŒΉβ˜•β˜•πŸ‘πŸ‘πŸ™πŸ™


__ADS_2