
Dengan langkah gontai Asep pun membawa beberapa pasang pakaian untuk gantinya, sebab ambu sudah mengancam akan tidur di rumah sakit untuk menjaga Siska. Bila Asep tidak mau menjaga Siska.
Dongkol sih tidak, hanya agak risih membayangkan jika malam ini ia akan tidur berdua dalam ruangan yang sama dengan Siska tanpa hubungan apa apa.
Asep, setelah magrib sudah tiba di sana, tapi Daren sudah pulang. Nampan berisi bubur sudah teronggok di atas nakas. Siska hanya mampu memandang, dan tak punya daya untuk memindahkan nampan itu. Untuk memindahkan isinya kedalam perutnya walau mulai terasa lapar
"Mau makan Sis?" tanya Asep memandang ke arah nampan berisi makanan tadi.
"Mau." Jawab Siska sambil mengangguk dan memandang ke arah nampan yang memang berjarak dengan tempatnya berada.
Asep menggeser nakas beroda tersebut, mendekatkannya pada sisi ranjang pesakitan. Ranjang Siska di setel Asep agar bisa duduk, tepat berhadapan dengan meja yang di atasnya sudah ada makanan tadi.
Siska tampak bingung memulai dari mana untuk menikmati makanan yang sudah disediakan di depannya. Sebab tangan kanannya tercucuk jarum infus. Dan Siska bukan lah tipe kidal yang bisa menggunakan tangan kiri untuk beraktivitas terutama makan.
"Bisa makan dengan tangan kiri Sis?" tanya Asep agak kaku.
Siska menggeleng, lalu berkata.
"Belum pernah sih, tapi aku coba saja. Sudah lapar ini." Jawab Siska membuka plastik penutup makanannya.
Asep tergerak hatinya melihat Siska yang agak kesusahan mengendalikan sendok dengan tangan kirinya.
"Permisi Sis, biar aku yang bantu." Ucap Asep menggeser meja dan mengambil alih sendok juga piring berisi piring bubur tadi.
"Maaf merepotkanmu ya ... A'Asep." Jawab Siska menahan gejolak dada yang bergemuruh di dalam dadanya.
Untuk pertama kalinya Siska sakit parah hingga masuk rumah sakit. Dan pertama kalinya pula, ia bersyukur jika sakit ini membawa hikmah besar.
Mungkin insting pak Herman sebagai orang tua memang kuat, hingga pada suapan ke lima oleh Asep yang kaku itu. Ponsel Siska berdering. Terpampang icon biru meronta pada gawainya.
"Bisa tolong ambil A'...?" Sopan Siska yang sesungguhnya sungkan merepotlan Asep lagi.
"Sebentar." Jawab Asep tergopoh mengambil ponsel Siska.
"Siska... kamu kenapa nak?" tanya ibunya saat melihat ruangan yang terpampang di gawai mereka.
"Sakit bu." Jawab Siska pelan.
"Kamu di rumah sakit?" tanya ibunya lagi.
"Iya." Jawab Siska pelan sambil mengangkat tangan kanannya yang berinfus.
"Astagafirullahalazim. Kapan masuk rumah sakitnya?" cecar ibunya lagi.
"Tadi siang."
"Kenapa tidak kasih kabar. Kamu sama siapa di situ?" Siska mengalihkan kamera ponselnya ke arah Asep.
"Nak Asep... aduh maaf merepotkan. Besok ibu ke Jakarta ya, untuk jaga Siska." Ujar ibu Siska yang merasa tidak enak telah merepotkam Asep.
"Tidak apa apa bu, ini akhir pekan. Doakan keadaan Siska segera baik baik saja. Supaya cepat keluar rumah sakit." Jawab Asep sopan.
"Kamu sakit apa sih?" penasaran ibu Siska lagi.
"Gejala usus buntu bu." Jawab Asep cepat. Sambil tetap menyuap bubur tadi tanpa malu, walau mungkin akan terlihat oleh keluarga Siska yang sedang bervideo call.
__ADS_1
"Hmm... ibu kan sudah sering bilang. Kurangi makan makanan cepat saji, apalagi mie instan. Kamu rasakan akibatnya sendiri, sakitnya bagaimana." Ibu Siska tak kalah menyimpan jiwa emak emak yang suka ngomel ternyata.
"Iya bu... jera." Siska langsung mengakui kesalahannya.
"Besok ibu ke Jakarta jaga kamu ya. Kasian Asep jadi repot karena ulahmu."
"Jangan... ga usah ke sini deh bu." Tolak Siska agak cemberut.
"Kenapa...?"
"Kalo cuma sebentar mending tidak usah. Siska bisa jaga diri kok." Tukasnya lagi.
"Lama... dua minggu deh. Adikmu libur semester. Jadi biar mereka sekalian liburan di Jakarta."
"Beneraan? Janji lama ya bu. Biar ibu masak buat Siska."
"Iya... Mungkin agak sore ibu baru tiba. Sep... Asep. Titip Siska dulu ya, tolong di jaga sampai ibu tiba." Ujar Ibu Siska teralih ke Asep. Dan panggilan itu berakhir, dengan persetujuan Asep yang bersedia menjaga Siska malam ini.
"Apa benar kamu suka makan sembarangan?" tanya Asep setelah merapikan bekas makan Siska yang ludes ia lahap.
"Iya..."
"Kenapa?"
"Ga sempat masak."
"Sibuk banget ya kerjanya?"
"Ah... pekerjaan bisa kita atur kok."
"Ga semangat masak A'..."
"Masa ... masak juga harus pakai semangat?"
"Masak, makan semua harus semangat. Rasanya capek kalo udah masak banyak, tapi makannya sendirian." Keluh Asep.
"Tapi dengan begitu kamu secara tidak langsung menyakiti diri kamu sendiri Sis."
"Iya sih. Seandainya ada yang nyemangatin mungkin ga separah ini juga siih."Efek Siska tentu mengarah pada Asep.
"Sepi ya... gimana kalo kita nonton televisi saja." Asep sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Iya ... sepi. Tuh... remote. Hidupkan saja, biar ga sepi." Siska menunjuk remote yang terletak di atas meja sofa di tengah ruang rawat inapnya.
"Nih..." Ujar Asep menyodorkan remote pada Siska.
"Pencet saja... terserah mau nonton apa, paling sebentar lagi aku tidur." Jawab Siska malas malasan. Sudah ia duga, keadaan malam ini pasti akan segaring ini, bersama pria kaku idolanya ini.
"Kamu pencet start deh. Dan sejak itu hubungan kita berdua juga di mulai. Aku mau jadi penyemangat hidupmu, aku ga mau kamu jatuh sakit seperti tadi lagi, aku mau menjadi penjagamu sampai lelahmu hilang dan pulihmu datang." Yang radang itu usus Siska ya, bukan telinga. Sehingga, Siska sungguh dapat menangkap rangkaian bunyi dan kata kata yang Asep untaikan padanya, yang seolah olah seperti kalimat peresmian sebuah hubungan di atas teman.
Bersambung...
Yuhuuuu nyak nyungsep dulu yaak... Ada yang mau ikut...
Maluu deh
__ADS_1
Keki aku tuh, berasa jadi Siska.
PEMENANG GIVE AWAY
Hallo readers setiaku di mana pun berada.
Sesuai janji nyak Othor.
Penilaian di mulai dari tanggal 1 April s/d 28 April 2022.
Maka, hari ini akan nyak umumkan pemenang yang sudah berhasil berada di 3 TOP Fans karya CUKUP SATU ini.
Pemenangnya adalah :
Ayu Tri Wahyuni
Eni Supryono
Najwa Kece
Pada 3 nama di atas, tolong chat pribadi untuk kasih alamatnya ya, nyak tunggu🙏🙏🙏
Tapi mungkin... pengiriman tertunda efek libur dan cuti bersama ini.
Tapi tetap di usahakan cari ekspedisi yang buka deh. Yang pasti, nyak mohon maaf lahir bathin dulu lah, jika terjadi keterlambatan, okeeeh.
Bagi readers kesayangan nyak othor yang belum beruntung, jangan sedih, jangan marah apalagi nyantet onlen nyak yak. Tolong doakan saja supaya karya ini, cepet ngasilin rupiah yang banyak. Biar nyak bisa berbagi rejeki lebih banyak lagi. Jadi nyakbisa buka GA lagi deh.
Buat 10 TOP Fans deh... buat yang selanjutnya, Amiin.
Terima kasih untuk partisipasi membacanya. G.A ini secara resmi di tutup. Tapi cerita CUKUP SATU akan tetap menghiasi hari harimu.
Rencananya masih jauh dari kata tamat ya. Ceritanya masih banyak.
Semua pasti masih kangen Kevin dan Muna.
Masih mau liat anak Gita dan Gilang juga kan....?
Ntar habis lebaran kita juga kudu hadir di acara nikahan Asep dan Siska.
Pelan pelan, semua akan nyak tulis. Semoga kalian tidak bosan.
Selamat membaca.
Salam sehat
Makasih semua
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1