
Ijin kita agak mundur sebentar ngulik kisah perjalanan cinta Asep dan Siska ya readers. Sebab kalo nulis pasangan Kevin dan Muna, apalagi Gita dan Gilang yang semuanya sudah halal, nyak takut. Bawaannya mesum melulu. Jadi kita sesuaikan sikon bulan Ramadhan ini, untuk meminimalisir rangkaian kata yang mungkin akan membuat hati dan pikiran kita traveling ke padang hamparan dosa. Semoga setuju semua.
Siska masih memegang prinsip bahwa wanita itu di kejar, bukan mengejar. Tapi, ia tetap gencar melakukan stalking pada gerak gerik Asep melaui story whatsappnya. Entah di sadari Asep atau tidak saat itu. Secara tak kasat mata Siska memang menjalin kedekatan dengan modus menayakan kabar Muna atau Ambu lewat chat ringannya bersama lelaki bermata kecil dan berkulit putih tersebut.
Hingga tak sengaja Siska melihat sebuah SW berisi.
^^^βTerima kasih waktu dan perhatiannya selama ini. Mungkin kita memang tidak berjodohβ^^^
Siska percaya diri saja menyimpulkan bahwa itu adalah akhir dari hubungan antara Laela dan Asep. Saat itu Siska hanya mengirim emot sedih pada Asep, padahal hatinya senang bukan kepalang.
"π" kirim Siska pada SW Asep.
"πββοΈ" balas Asep cepat.
"π" lanjut Siska lagi.
"π€§" Asep tetap meladeni emot kiriman Siska.
"π«" Siska berusaha menghibur.
"π€€" Respon Asep pada Siska.
"π" Kirim Siska lagi.
"π" Asep masih saja merespon kiriman emot Siska yang baginya lumayan seru dan unik.
"Lagi ga ada kejaan Sis?" akhirnya Asep yang lebih dahulu membuka chat dengan bahasa normal tidak lagi perang emot.
"Ada sih kerjaan, tapi SW a'Asep lebih menarik untuk di kepo in." Balas Siska jujur, sambil senyum menjepit bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Bilang saja lagi senang melihat orang lain susah." Tebak Asep asal asalan. Tak kalah merespon ucapan Siska dengan penuh canda.
"Patah hati boleh, tapi ga nuduh orang sembarangan juga dong." Balas Siska pura pura tidak terima, dengan tuduhan Asep.
"Hmm..." Jawabnya singkat.
"Sakit banget ya...? putus sama anak bapak kepala desaπ§...?" lanjut Siska setelah tak mendapat jawaban banyak dari Asep.
"Ntar ku ke Jakarta aja Sis. Spesial edisi curhat sama kamu. Malas ngetik akunya." Balas Asep yang hampir membuat Siska limbung, lemes bak terkena diare level akut.
Bagaimana tidak bergetar getar hatinya, pria idola meresponnya dengan hangat dan tak ada kesan menolaknya.
"Kalo habis patah hati, jangan berubah jadi orang yang suka PHP sama orang lain yaaa..." Siska segera sadarkan diri, bisa saja Asep hanya berusaha menyenangkan hati atau akan memberi harapan palsu saja padanya.
"Siapa yang mau PHP...?"
"A'Asep lah..."
"Kalii... bohong mau ke Jakarta." Lanjut Siska memastikan Asep nanti sungguh akan ke Jakarta.
"Beneran. Aku mau antar Ambu. Nitip sama abah, soalnya mau KKN. Ga ada yang jaga kalo di rumah sendiri." Jelas Asep seolah wajib jujur pada Siska.
"Ooh... kabari ya kalo ada ambu. Mau ngobrol." Jawab Siska so' akrab.
Waktu itu, Siska hanya baru beberapa kali berjumpa dengan ambu. Saat mereka bertemu di rumah sakit lalu saat mereka piknik ke kebun.
Ambu adalah sosok orang tua yang ramah dan suka bercerita, walau dengan bahasa Indonesia yang agak tidak lancar. Sebab memang masih kental dengan bahasa Sundanya. Sehingga Asep memang selalu tak bisa jauh jika Ambu dan Siska saling ngobrol karena harus ada di antara mereka sebagai juru bahasa mereka.
Pada akhir pekan Asep sungguh datang ke Jakarta. Memang dengan modus mempertemukan Siska dan ambu. Padahal, entahblah. Sepertinya Asep juga menaruh hati dengan Siska. Tetapi tidak kentara. Sebab, Asep juga belum mengerti benar akan perasaannya dengan Siska.
__ADS_1
Hubungannya dengan Laela terbilang cukup lama, hampir 2 tahun. Banyak waktu yang telah mereka lewati bersama. Walau Laela memang lebih agresif. Asep tipe lelaki pemalu, agak pendiam dan tak tanggap. Mengharap orang lain memulai dan ia hanya menjalani bagian yang di peruntukkan baginya.
Laela sama dengan Siska, sama sama lebih dahulu menyimpan banyak harapan untuk bersama Asep dalam kurun waktu selama mungkin. Tidak hanya Laela yang suka Asep. Secara ia tampan kan? tetapi the power off KaDes, yang membuat Laela lebih menang dari cewek lain yang pernah dekat dengan Asep.
Hanya mungkin Laela memang terlalu merasa di atas angin, merasa sebagai anak kepala desa. Maka terlalu percaya diri bahwa tak akan ada yang bisa menyainginya dalam hal mendapatkan Asep.
Untuk ukuran cewek di desa itu, jelas tak ada yang mau bersaing atau bermusuhan dengan Laela. Memilih menghindar saja dengan si Laela. Dari pada harus berurusan dengan cewek bar bar itu.
Asep bukan tipe pasrah, bertahan menjalani pendekatan dengan Leala bahkan hampir 2 tahun bukan karena ia cinta. Hanya lebih kepada menghargai dan selalu berusaha belajar mengenal pribadi wanita tersebut.
"Pokoknya Ambu tidak peduli, a' Asep teh cinta sama awewe anak kapala desa itu. Ambu ga suka, dia itu sombong. Mentang mentang sarjana sudah jadi abdi negara juga. Senga." Curhat Ambu saat Siska mengulik gosip dari Ambu.
"Ya... kan dia memang sudah sarjana dan jadi pegawai negeri mbu. Wajarlah dia sombong." Siska tak ingin ikut membuat Laela menjadi lebih buruk.
"Emang hanya dia kitu yang bisa jadi sarjana. Sok atuh Siska... kuliah seperti Laela, biar sama." Ambu agak nyolot.
"Kenapa Siska yang harus kuliah sampai jadi sarjana seperti Laela?" pancing Siska pada ambu. Kebetulan kali ini mereka ngobrol tanpa Asep.
"Siska... kamu teh geulis. Ambu maunya Siska jadi cucu menantu ambu ya." Siska panik dong, mana mengira akan di tembak oleh nenek nenek untuk cucu kesayangannya.
"Ambu... Siska senang dengan tawaran ambu. Tapi, ambu kan bukan a'Asep. Bagaimanapun, yang paling penting itu perasaan A'Asep. Mereka sudah lama dekat mbu. Pastilah sudah saling cinta. Buktinya mereka bertahan cukup lama. Untuk apa bersama kalau tidak saling cinta?" Siska memaparkan yang ada dalam pikirannya.
Ambu mendengus kesal. Ia tak menyalahkan ucapan Siska. Tapi hati kecilnya berkata jika Laela bukan jodoh cucunya. Asep adalah cucu kesayangannya. Yang tak pernah tega meninggalkannya sejak masa sekolah dasar. Ambu dan Asep bagai ibu dan anak, sejak ibu Asep memilih ikut tinggal di Korea dengan suaminya. Banyak musim yang Ambu dan Asep lalui bersama, susah senang, sepenangggungan mereka berdua jalani. Sejak ekonomi keluarga mereka tidak stabil, hingga kini Asep bahkan sudah jadi abdi negara yang punya NIP. Bahkan sudah jadi manager yang mengurus perkebunan teh milik abah Dadang. Asep di didik ambu jadi anak laki laki sederhana yang senantiasa sabar dan lembut dalam menghadapi segala sesuatu. Ia bahkan cendrung rapi terlihat kemayu, karena ambu yang membentuk pribadinya sedemikian rupa.
Bersambung...
Kita flashback bersama ya...
Semoga tak bosan.
__ADS_1
Makasih suportnya
πΉπΉββππππ