CUKUP SATU

CUKUP SATU
BAB 8 : GANG JULID


__ADS_3

Serta merta tanpa sengaja mulut para geng julid di kantor Kevin terbungkam melihat kemewahan acara resepsi pernikahan Gita dan Gilang.


Sudah tak sanggup mereka berkata-kata, atau merangkai narasi tentang kisah cinta sekretaris dan wakil CEO yang berakhir di pelaminan megah tersebut.


Dari deretan ucapan selamat dan dukungan doa restu pun berjejer mirip sebuah pameran lukisan panjang. Tamu undangan sudah lebih mirip pesta rakyat. Hidangan tumpah ruah, dengan aneka menu tradisional hingga barat dan ketimuran. Luar biasa.


Penampilan mereka terselamatkan karena batik kebersamaan yang di bagikan bersama undangan. Baik untuk karyawan di kantor, juga untuk karyawan pabrik. Hanya beda ukuran tetap satu model. Sehingga mereka tak merasa bingung dan malu harus menyiapkan gaun atau busana pribadi untuk datang ke kondangan anak sultan tersebut.


Geng julid tepok jidat, saat MC meminta dengan hormat kepada direktur Hildimar Hospital untuk mempersembahkan suara emasnya pada kedua mempelai.


Mereka berlima saling berpegangan, untuk menguatkan satu sama lain, Tania, Nanda, Jingga, Dara dan Nina Sebab direktur rumah sakit itu adalah Monalisa Hildimar, istri Kevin Sebastian Mahesa CEO mereka.


"Eh, siapa bilang Ny. Kevin itu OB...? Apa aku salah dengar? Direktur rumah sakit kuy..." celetuk Nina di antara riuhnya tepukan saat Muna baru melapalkan beberapa lirik lagu di atas panggung.


"Iya ya... masa MC itu bohong. Bukan kaleng kaleng lho." Dara masih takjub.


"Ntar deh gua kepoin Joli lagi. Kok infonya simpang siur gitu sih?" Nanda penasaran.


"Searching coba di medsos, kali ada info apa gitu." Saran Tania semakin ingin tau, mulai sirik deh kayaknya.


"Ga ada kuuy, sudah ku obrak abrik itu dunia maya, kayaknya mereka ga make medsos deh." Cicit Dara lagi.


"Masa...IG, FB, Youtobe, TikTok atau WA kali ada keterangan yang bisa kita dapatkan." Tambah Tania.


"Ha...haa. Orang kaya say. Mana sempat main di dumay. Adanya sibuk ngitung duit aja kali di dunia nyata." Ledek Jingga.


"Haii... malam semua." Sapa Joli yang juga hadir bersama suaminya sebagai tamu kehormatan. Iya, terlihat dari pakaian yang mereka gunakan tidak mirip dengan baju pembagian seperti geng julid.


"Eeeeh.... Jol. Joli sini sebentar." Panggil Nanda cepat. Tak ingin kehilangan kesempatan dalam urisan menggosip. Menggosok yang makin asyik.


"Apaaan?" tanya Joli yang malam itu menggunakan gaun senada dengan pelaminan. Peach, mirip dengan warna yang di gunakan Siska, juga sepupu Gilang. Anisa anak paman Ali yang kini duduk di pelaminan menemani ibu Gilang.


"Serius nanya... kamu kan yang bilang kalo Ny.Kevin itu pernah jadi OB. Kok sekarang malah jadi direktur rumah sakit?" Segera saja Tania mengungkapkan segala tanya yang bercokol di kepalanya, dan kepala kepo lainnya.


"Oh, iya. Dulu dia sempat jadi OB. Waktu belum ketemu sama orang tua kandungnya. Dia di rawat oleh pasangan Betawi yang taraf hidupnya biasa saja. Tapi, akhirnya dia di temukan oleh orang tua kandungnya yang ternyata pemilik rumah sakit swasta di Jakarta Selatan. Ny. Kevin anak tunggal. Jadi ia satu satunya pewaris dalam keluarganya. Kakeknya Belanda, neneknya Sunda. Ayahnya juga Sunda asli. Tapi sekarang masih dalam masa pemulihan di China." Jelas Joli membuat geng julid bergantian menelan salivanya masing masing. Speeclesh berjamaah.


"Waw... jadi akhirnya mereka menikah dengan keadaan ekonomi yang di atas rata rata ya Jol?" akhirnya Jingga yang cepat sadar dari kekagumannya.

__ADS_1


"Hmm... begitulah."


"Kok kamu tau banyak Jol?" tanya Nanda.


"Suamiku juga pernah jadi OB di perusahaan Mahesa. Bareng dengan Ny. Kevin. Orangnya humble. Setia kawan, makanya mas Koco dapat jabatan bagus di pabrik. Atas rekom ibu bos." Jelas Joli.


"Kamu punya kontak WA nya?"


"Ada... nih. Mau?"


"Boleh minta?" tanya Nanda.


"Buat apa?" tanya Jingga.


"Ya kepo storynya lah." Jujur Nanda.


"Ha... ha. Mamanya Aydan mana pernah buat story. Chat room sih sering di baca, tapi hanya yang penting saja yang di tanggapi." Jelas Joli terang seterang lampu philips


"Weees manggilnya mama Aydan. Akrab benar." celoteh Tania.


"Asliii... orangnya ga sombong. Baik hati beneran. Di WAG juga kadang suka jawab. Sesekali."


"WAG eks OB Mahesa. Bukan aku sih, tapi mas Koco. Aku mah cuma ngepo aja."


"Waktu kami nikah aja di kasih angpau 50jt dari ibu bos." Joli buka kartu, biar semuanya lebih jelas. Sebab kell lima orang ini bukan lapar makanan, tapi lapar info.


"Lima puluh juta, cukup buat bayar dekorasi dong." Imbuh Jingga.


"Bukan untuk dekor saja, sisanya bisa buat bayat DP rumah bersubsidi kali." Bahak Joli mengenang.


"Tuh... awal bulan depan Giliran Siska yang nikah. Kabarnya mau pre wedding di Korea. Kayaknya keluarga pak bos mau ikut." Tambah Joli lagi sekalian mengobarkan percikan api kompor yang sejak tadi mau meledug.


"Sesetia itu sama Siska?" tanya Jingga.


"Bukan karena pertemanan. Tapi siska akan menikah dengan sepupu ibu bos. Mamanya calon Siska, sodara kandung ayahnya bu Monalisa. Naah itu tuh Siska sama calonnya." Tunjuk Joli pada pasangam Asep dan Siska yang baru saja dapat giliran mempersembahkan apa saja yang bisa di persembahkan di atas panggung.


"Busseeeeettt...!!! itu sih oppa Korea. Kok bisa sepupuan sama Belanda?" Kagum Jingga.

__ADS_1


"Iya mamanya TKW, dapat jodoh orang Korea jadi dapat anak ala ala Korea gitu."


"Kabarnya nikahnya nanti di mana Jol?" tanya Tania sekalian.


"Di Cikoneng lah. Asal kampungnya Siska." Jelas Joli mengeragkan semua pengetahuannya dari sang suami.


"Oh... kali di Bandung."


"Belum tau juga sih fixnya. Setelah pulang dari Korea nanti, baru bisa di bahas acara pastinya." Jawab Joli lagi.


"Minggu depan di Bandung juga kita akan ada acara besar lagi." Tambah Joli.


"Acara apa lagi?" tanya Nanda.


"Ngunduh mantu. Tapi acaranya di rumah baru Gilang. Hadiah buat Gita katanya."


"Ya ampuun. Kita dosa apa ya, kok nasib baik begitu ga berpihak pada kita, say." Rengek Jingga sedih.


"Apa hubungannya sama dosa. Ini hanya perputaran roda kehidupan saja yang belum berpihak pada kita." Timpal Tania geram.


"Sayang... di cari kemana mana. Ternyata di sini. Di cari Ny. Kevin. Mau foto bareng Siska dan Asep katanya." Tiba-tiba Koco sudah berada di belakang Joli yang ternyata sudah berkeliling mencari istrinya. Yang ternyata sedang sibuk sebagai narasumber untuk para gang julid yang memang harus di berikan info seakurat mungkin.


Dan kelima orang dalam gang julid tadi akhirnya mengakui, bahwa Joli sungguh terlihat akrab dengan keluarga pak bos mereka.


Tampak mereka dengan lincah, leluasa dan luwes sekali. Berfoto bersama, dengan gaya gaya gokil. Menunjukkan sisi lain wajah Kevin yang mereka kira hanya bisa marah saja.


Bersambung...


Bukan bermaksud mau kepo ya.


Tapi sesekali orang julid memang harus tau cerita sesungguhnya, agar mereka tidak lagi menyebarkan berita hoax.


Makasih timpukan bunganya sayang sayangnya, nyak.


❤️❤️❤️


Kemarin Reader ada yang bilang Kangen sama bang Ke yaa...?

__ADS_1


Nyak Kasih pic pengobat rindu nih.



__ADS_2