
Demikianlah kontrak kerjasama pihak rumah sakit Hildimar dan KAP Gunadi & Rekan pun, bermulai. Muna yakin dan merasa percaya dengan pihak tersebut untuk menangani permasalahan keuangan di rumah sakitnya tersebut. Jika di lihat secara kasat mata, tidaklah terjadi kesalahan. Juga hampir tak tampak ada penyimpangan. Tetapi, Muna sudah menerima tongkat estafet sebagai direktur. Ia merasa ada beban tanggung jawab di pundaknya yang harus dengan serius ia tangani.
Saat kakek Hildimar tutup usia ia memang belum bisa sepenuhnya menjalani perannya karena masih kuliah, lalu menikah dan beranak pinak. Maka saat Aydan dan Annaya sudah mulai bisa di lepas dan di minta sedikit waktunya untuk berbagi dengan pekerjaan. Muna pun berkomitmen akan serius menjalani rangkaian tanggung jawab tersebut. Dengan bekal ilmu yang ia peroleh di bangku kuliah, tentu hal ini adalah bagian dari cita-citanya bukan?
“Gimana Mae beres?” tanya Kevin pada Muna saat mereka sudah berada dalam kamar setelah menidurkan Aydan dan kini sedang rebah bersama Annaya di antara mereka, sebab bayi itu belum tidur. Seolah masih ingin mengajak bermain pada kedua orang tuanya.
“Iya… sudah. Besok akan mulai bekerja. Data semua sudah dengan Nia. Jadi Mereka tinggal meminta pada Nia.” Jawab Muna tanpa melihat Kevin, sebab tangannya sibuk memainkan pipi tembem Annaya.
“Boleh tidak di pantau terus?” tanya Kevin sambil mengelus rambut Muna pelan dan lembut.
“Ya tidak juga begitu. Tetap dipantau, dan di kantor Muna tetap bersikap biasa saja. Seolah tak ada audit. Menghindari kecurigaan bagian keuangan, ntar kalo kentara mereka sibuk dong manipulasi data.” Muna sedikit mendongak melihat kearah Kevin sebagai lawan bicaranya.
Kevin mengangguk anggukkan kepalanya, tanda setuju.
“Kalibrasi apa kabar?” tanya Muna pada suminya, sebagai balasan jika ia pun memperhatikan pekerjaan suaminya.
“Baik baik saja.” Kekeh Kevin.
__ADS_1
“Minggu depan kita ke Bandung ya, satu minggu. Kita menentukan pelamar yang akan kita terima di perusahaan di sana.” Lanjut Kevin.
“Muna wajib ikut bang?”
“Sebagai ibu dewan Komisaris yang terhormat tentu saja, sebaiknya Mae ikut. Sebab pendapat dan pilihan Mae, jarang salah. Seperti Gilang dulu. Bukan hanya pandai bekerja tyapi juga kini berhasil jadi suami Gita. Orangnya jujur dan rendah hati.” Kenang Kevin memuji adik iparnya tersebut.
“Kebetulan saja, dianya memang baik.” Muna ikut merendah.
“Hmm… oke. Nanti Muna siapkan perlengkapan perhio bersama the krucils.” Ujar Muna yang kemudian mengangkat Annaya ke boxnya, sebab akhirnya ia pun menyerah untuk mengantup kelopak matanya untuk tidur dengan lelapnya. Selanjutnya Kevin dan Muna pun berlayar ke negeri antah berantah, untuk mengisi waktu sebelum benar benar tidur hingga pagi menjelang.
Sementara Muna dan Kevin di sibukkan dengan segala urusan menjelimet urusan rumah sakit, Gilang dan Gita lumayan sibuk dengan penerimaan karyawan baru di perusahaan yang di percayakan untuk mereka kelola. Siska dan Asep tengah menikmati indahnya alam Korea.
Jangan tanya bagaimana getaran dalam hati Siska saat pertama kali melihat rupa Asep. Ia bahkan harus berlari kekamar mandi untuk sekedar menggigit bibirnya sendiri dan meyeka kulit wajahnya untuk memastikan ia tidak sedang bermimpi melihat rupa sepupu Muna tersebut.
Siska pandai menyembunyikan kekagumannya, padahal jika ingin mengikuti kata hatinya sejak awal kenal, ia ingin menyerahkan dirinya pada Asep Suparta. Nama Sunda wajah Korea. Siska mana peduli dengan nama Indonesia yang bahkan tak cocok dengan wajahnya yang imut sempurna itu. Sejak Asep resmi menjadi kekasihnya ‘oppa’ adalah panggilan sayangnya pada Asep. Dan meminta Asep memanggilnya dengan ‘yaobo’ sebagai balasan untuk panggilan sayang antara mereka berdua.
Masih menjadi misteri bagaimana proses Siska dan Asep menjadi pasangan berpacaran bahkan kini tengah dalam proses berkenalan dan meminta restu pada kedua orang tua Asep di Korea. Semua memang berawal dari hilangnya Muna beberapa tahun lalu. Saat terungkapnya identitas Muna yang sebenarnya. Saat pertemuan pertama mereka di rumah sakit secara langsung, itu sudah membuat Siska hampir di infus karena sesak nafas, melihat Asep secara nyata. Sebelumnya ia sudah pernah melihat wajah itu, saat Muna mengirim pesan lewat chat whatsapp, menggunakan android milik Asep ke nomor Siska. Tetapi, saat itu ia mengira nomor itu iseng saja menggunakan profil Kim Seon-ho actor Korea untuk di jadikan sebagai foto profilnya.
__ADS_1
Tetapi Siska salah, sungguh ia merasa bagai hantu yang melayang di udara, yang kainya ga napak di bumi saat melihat Asep di rumah sakit. Ia ingin histeris, bagai fans bertermu idolanya. Tapi, sekuat tenaga Siska tahan, situasi dan kondisi saat itu sangat tidak memungkinkan.
Hyun Bin adalah tokoh actor Korea yang Siska idolakan sesungguhnya,yang jika boleh ingin ia jadikan sebagai ayah dari anak-anaknya kelak. Tapi apalah daya jika ia hanya di pertemukan dengan pria ala ala Korea made in Indonesia bahkan bernama Asep Suparta saja. Sekuat mungkin hanya nama itu yang Siska pinta dalam tiap lantunan doanya, agar Tuhan membuat mereka berjodoh.
Hati Siska patah di awal jumpa, seolah doanya tak di dengar Tuhan. Sejak mereka di pertemukan dalam situasi bertemu dengan Laela anak Kepala desa. Yang saat itu berstatus kekasih Asep. Bahkan wanita itu sudah mapan, sudah memiliki NIP yang bekerja di Kantor Kecamatan, sama dengan Asep. Hubungan mereka pun sudah serius, orang tua Laela sudah sangat menanti nantikan Asep melamar anak gadis mereka. Tetapi, Asep adalah cucu yang berbakti pada Ambu. Sekali saja ambu berkata tidak setuju, maka beratus kali Asep memikirkan cara untuk lepas dari Laela. Kebetulan Laela termasuk wanita temperamental juga sedikit cemburuan. Maka waktu, Asep mengganti ponselnya saat abah Muna membelikan ponsel baru untuk Muna, Asep pun ikut keciprat dan memiliki alasan berganti nomor, sehingga Laela tak tau nomor ponsel Asep yang baru. Laela pun marah lebih meledak lagi. Saat melihat Asep yang hari itu menyetir mobil dengan Siska yang ada di sebelahnya saat mereka akan piknik ke kebun teh. Sangat memuluskan rencana Asep untuk kembali memikirkan apakah Laela layak menjadi pendamping hidupnya.
Saat berangkat Umroh bersama, Asep sudah jomblo. Tapi tidak serta merta mencari pengganti Laela, sebab masih fokus dengan kuliah yang sedang ia lanjutkan. Sementara ambu melakukan pendekatan yang baik dengan kedua orang tua Siska saat berangkat umroh tersebut. Jadi, selain kepribadian Siska dan keluarganya yang memang baik. Ambu adalah orang pertama yang setuju jika Asep nantinya akan jadian dengan Siska.
Bersambung…
Oke... nyak bayar utang bolong kemarin yah.
Jadi Doube up hari ini.
Semoga di timpuk gift.
Makasih
__ADS_1
🌹🌹☕☕👍👍🙏🙏