
Hai, Kak. Aku mau menyertakan visual dan latar novel Dihantui Mantan agar lebih mudah mengimajinasikannya. Ini dia!
Visual mendekati karakter Dihantui Mantan. Bukan visual yang sebenarnya.
Visual Latar
Rumah Nara
Kamar Nara
__ADS_1
Kampus Nara
Panggung Pementasan
...
Nah, semoga visual di atas bisa membantu kakak-kakak mengimajinasikannya, ya. Adapun tokoh yang tidak disertakan bisa diimajinasikan sesuai keinginan atau seperti yang telah digambarkan dalam cerita. Mungkin kakak-kakak punya imajinasi sendiri tentang tokohnya.
Cerita ini awalnya dibuat karena terinspirasi dari lagu Fukai Mori by Do As Infinity. Pasti para pecinta Inuyasha tahu benar bagaimana lagunya. Ya, Fukai Mori adalah ost ending anime Inuyasha. Menceritakan tentang harapan seseorang yang tidak ingin kehilangan banyak orang tersayang dalam hidupnya.
Kisah ini juga diangkat dari drama fanfiksi terpopuler yang mengalami pengembangan habis-habisan dalam segi alur dan karakter tokohnya. Aku mencoba menjadikannya ke dalam bentuk novel agar para pembaca bisa mengambil pesan tersirat dari kisah ini.
Kisah ini juga banyak mengandung unsur dewasa. Jadi berhati-hatilah menyikapi. Ambil hanya sisi baiknya dan buang jauh-jauh yang buruk. Penulis berlepas diri dari keburukan yang terjadi karena salah menyikapi. Kisah ini dituliskan hanya untuk sebagai bahan pembelajaran semata, terlepas dari segala kekurangan yang ada.
Semoga pesan-pesannya bisa tersampaikan ke kakak-kakak, ya. Jangan lupa jadikan favorit, like and komen novel ini. Sehat selalu, Kak. 🥰
Salam,
Gaharu Wood
...
Sebuah Ungkapan Jiwa
Aku yakin bahwa hati yang telah kutinggalkan ini,
Masih tersimpan di tengah hutan yang dalam.
Kelelahan, tanpa kekuatan untuk mencari,
Orang-orang menghilang dalam kegelapan yang kekal.
Jika itu terlalu sederhana, akupun membayangkan,
__ADS_1
Sanggupkah aku melihatnya walau hanya sekejap?
Selama hidup kita masih berjalan.
Kita akan kehilangan sesuatu lebih banyak lagi.
Diselimuti kepalsuan dan kebohongan.
Kita pun hanya mampu membeku tanpa mampu berteriak.
Hari hari berlalu dan terus berganti.
Tanpa kita sadari betapa birunya langit itu.
Mengalahkan rencana yang sudah diciptakan, kita menghuni masa kini,
dan hati kita yang sudah usang akan berdetak kembali...
Dan apabila kita telah menemukan irama kehidupan, mampukah kita terbang sekali lagi?
Kita menjalani kehidupan ini.
Berkelana sampai akhir dunia.
Mempercayaimu dalam mencari cahaya kebenaran,
dan sekarang aku bersamamu...
Kita menjalani kehidupan ini.
Berkelana sampai akhir dunia.
Menutup jalan untuk kembali.
Dan terus berjalan selama-lamanya...
Kehidupan ini seperti sebuah patung yang berada di suatu tempat,
tidak dapat menangis dan berteriak...
...
Bait di atas adalah terjemahan dari Fukai Mori by Do As Infinity.
Cus, langsung denger lagunya sebelum baca novel ini. Biar makin terasa pendalaman ceritanya. Selamat membaca! Jangan lupa tinggalkan jejak. Beri saran dan masukannya. Senang banget jika menerima komentar yang membangun. Dan kalau novel ini bisa tembus satu juta api, aku akan ngadain giveaway. Ya, enggak banyak sih. Tapi semoga aja kakak-kakak semua tertarik.
Sampai jumpa! Maju Terus Penulisan Indonesia!
__ADS_1