
Esok harinya...
Sayup-sayup burung nuri terdengar di pagi hari. Embusan angin pagi menyapa ketiga personil D'Justice yang tertidur lelah tak karuan. Kipas angin yang tergantung masih terus berputar, menyapu panas di dalam kamar sang pemuda.
Rumah kecil berlantai dua itu akhirnya sepakat dijadikan basecamp untuk D'Justice yang telah berhasil menjadi runner up di festival berkelas dini hari tadi.
"Hooaammm..."
Sang pemuda bermata biru pun terbangun, mengangkat kedua tangan ke atas, merelaksasikan tubuhnya. Perlahan ia membuka mata dan melihat jam di dinding kamar.
"Apaa?!!" Ia terkejut kala mengetahui jika sudah pukul sembilan lewat dua puluh pagi. “Ken! Ken!"
Dengan segera ia mengguncang-guncangkan tubuh teman yang berada di sampingnya. Tak lama, sang teman pun menyadari. Dengan berat ia membuka kedua mata yang masih amat mengantuk.
"Hn ...." Ken kemudian terbangun dengan kondisi mata yang masih tertutup.
"Ken, lekas bangun! Jam sebelas nanti kita akan datang ke pihak label rekaman!" seru Nara yang gupek bukan main.
__ADS_1
"Haaah?!"
Ken terkejut, namun masih mengantuk. Nara lalu bergegas membangunkan Sai yang ada di sampingnya.
"Sai, bangunlah, Sai!" Nara mengguncangkan tubuh Sai dengan kuat agar temannya itu segera terbangun dari mimpi yang mewarnai kehidupan.
Alhasil, mereka kemudian bangun lalu segera bergegas dan merapikan diri.
Tokyo, 11.00 am…
Keempatnya berlari menuju ruang pertemuan. "Gawat! Kita terlambat!"
"Di mana ruangannya?" Cherry melihat-lihat sekeliling lorong ruangan.
"Hei, di sini!"
Tiba-tiba Sai berseru, ternyata mereka telah melewati ruangan yang dituju. Keempatnya pun segera merapikan diri sebelum masuk ke dalam ruangan. Jantung mereka berdebar kencang saat membuka pintu, gugup bukan main memasuki ruangan. Dan saat pintu dibuka, saat itulah karir mereka dimulai...
__ADS_1
Beberapa saat kemudian...
Seorang wanita cantik mendatangi ruangan dengan memakai strepless dress hitam setinggi lima belas senti di atas lutut, dibalut blezer biru dan sepatu high heels hitamnya. Ia tampak anggun dan juga seksi. Auranya terpancar hingga membuat keempat personil D'Justice ini terbebelak kagum.
Ia kemudian meletakkan empat buah map ke atas meja yang ada di hadapan Nara, Cherry, Ken dan juga Sai. Keempatnya duduk di kursinya masing-masing.
"Selamat siang."
Wanita itu kemudian menyapa keempat personil D'Justice. Ia berdiri di hadapan Nara dan kawan-kawan.
"Perkenalkan, namaku Lusy. Umurku tiga puluh tahun dan berasal dari Hokkaido." Wanita itu memperkenalkan diri sambil menggabungkan kedua jemari tangannya.
"Aku ditunjuk sebagai manajer kalian. Tugasku merencanakan, mempromosikan dan mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk kesuksesan band ini. Sampai di sini ada pertanyaan?" tanya wanita cantik bernama Lusy itu.
Nara, Cherry, Sai dan Ken menggelengkan kepala, pertanda tak ada yang ingin ditanyakan.
"Baiklah. Aku telah menonton penampilan kalian tadi malam. Ada beberapa hal yang ingin kubahas. Tapi sebelumnya, aku ingin kalian memperkenalkan diri terlebih dahulu. Dimulai darimu." Lusy menunjuk Nara lalu ia duduk di kursinya.
__ADS_1
Mau tak mau, Nara menuruti apa yang diperintahkan oleh manajernya. Satu per satu mereka memperkenalkan diri di hadapan Lusy. Setelah itu, Lusy menuturkan apa saja yang akan berkaitan dengan aksi jual diri nantinya.