Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Kagum


__ADS_3

Esok harinya...


Nara, Ken, Cherry dan Sai tengah berjalan di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Tokyo, tentunya bersama Rose. Tapi entah mengapa, Nara terpisah dengan teman-temannya. Ia malah terjebak bersama Rose di sebuah toserba yang ada di dalam pusat perbelanjaan itu.


Banyak sekali.


Tapi tidak ada musibah yang tanpa hikmah. Berawal dari itulah Nara dapat mengenal Rose lebih dekat.


"Em, Nona Rose. Apakah Anda benar-benar ingin membeli semua barang promo ini?" Nara terkejut saat melihat Rose mulai memasukkan semua barang promo ke dalam keranjang belanjaannya.


"Hem, iya. Apakah ini terlihat memalukan?" tanya Rose yang mengenakan blus putih dan rok hitam setinggi lutut.


"Em, ini ...?" Nara khawatir kata-katanya akan melukai.


Wanita bernama Rose itu menoleh ke arah pemuda berjaket abu-abu, yang tak lain adalah Nara.


"Ti-tidak. Tapi sepertinya kau terlalu berlebihan, Nona. Mari kubantu." Nara berusaha membantu Rose mengambil barang-barang yang akan dibeli, tapi tiba-tiba...

__ADS_1


Barang-barang yang berada di rak atas jatuh berhamburan ke arah keduanya. Dengan sigap Nara menarik Rose lalu mendekapnya agar tidak terkena reruntuhan barang tersebut. Sejenis makanan cepat saji yang dikalengkan.


Rose pun terkejut saat Nara mendekap tubuhnya dan menjadi penghalang dari reruntuhan barang-barang yang jatuh.


Nara ....


Entah mengapa ada rasa nyaman yang Rose rasakan kala Nara mendekapnya. Nara juga menundukkan kepala Rose agar tidak terkena reruntuhan. Rose yang notabene seorang jomblo sejati mulai merasakan hal aneh di sekujur tubuhnya.


Rasa ini ...?


"Anda tidak kenapa-kenapa, Tuan?" tanya seorang penjaga keamanan bersama dua pramuniaga.


Nara lalu melepaskan dekapannya. "Kami baik-baik saja. Namun sepertinya, tumpukan barang ini terlalu banyak sehingga membuat kami kesulitan untuk mengambilnya," jawab Nara sambil menunjuk reruntuhan barang yang jatuh.


"Maafkan kami, kami akan segera mengatasinya." Seorang pramuniaga membungkukkan badan, memohon maaf atas kecelakaan yang terjadi.


"Ya, tak apa," sahut Nara kembali.

__ADS_1


Nara lalu bergegas meninggalkan TKP sambil mendorong keranjang belanjaan milik Rose. Tanpa Nara sadari, Rose mulai menaruh hati kepadanya.


Nara, entah mengapa aku begitu senang saat berada di sampingmu.


Rose terlihat tersenyum-senyum sendiri saat berjalan bersama Nara, mengitari toserba tersebut. Ia merasa jika sekarang Nara adalah pacarnya. Hatinya pun berbunga-bunga tak terkendali. Setelah bertahun-tahun kosong akhirnya terisi. Dan Nara lah yang mengisinya.


Lain Rose, lain juga Nara. Nara merasa jika hal tadi biasa saja baginya. Ia tidak mempunyai perasaan apapun kepada Rose selain keinginan untuk menolong dari reruntuhan barang yang jatuh.


Di lain tempat, personil D'Justice lainnya tampak mencari-cari keberadaan Nara. Dan akhirnya Ken menelepon temannya itu. Tak lama, Ken dan Nara membuat janji temu. Mereka lalu berjalan menuju kafe yang ada di sana. Berniat menenangkan pikiran dengan meminum kopi, sebelum sibuk menghadapi ujian semester.


"Hei, kau ini!" Cherry mendengus kesal saat melihat kedatangan Nara bersama Rose.


"Maaf, Cher. Aku tersesat di jalan yang bernama kehidupan," ledek Nara agar Cherry tidak marah.


"Ya, sudah. Kita pesan dulu kopinya." Ken mengajak masuk ke dalam kafe.


Rose pun mengikuti. Ia tersenyum sambil sesekali melirik ke arah Nara yang ada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2