Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Luka Di Sini


__ADS_3

Menjelang petang...


Suasana di dapur kediaman Nara ini tampak sibuk. Sang tunangan sedang memasakkan menu spesial untuk calon suaminya, Nara Shimura. Selepas menghabiskan sore bersama, Shena segera mandi lalu membuatkan sashimi untuk Nara tersayang. Uap dari ikan segar yang sengaja direbus terlebih dahulu pun menggugah seleranya. Pemuda itu turun dari lantai dua sambil menghanduki rambutnya. Ia baru saja selesai mandi dan kini mengenakan sweter lengan panjang dan celana gunung abu-abunya.


"Sayang, harum sekali masakannya."


Nara memeluk Shena dari belakang yang sedang sibuk membuatkan sashimi untuknya, sejenis makanan laut yang disajikan bersama wasabi dan jahe parut. Biasanya langsung dimakan dalam keadaan mentah, tapi kali ini Shena merebusnya terlebih dahulu.


"Sudah segar sekarang?" Shena menoleh ke arah Nara.


"He-em. Rasanya begitu bersemangat sekali. Apalagi setelah mendapat jatah cinta dari calon istriku." Nara mulai bermanja kepada Shena, ia mencium pundak sang gadis yang terbuka karena mengenakan daster tanpa lengan.


"Dasar. Kau ini tidak berubah dari dulu, ya." Shena mengangkat tutup pancinya.


"Hm, bagaimana ya menjelaskannya. Aku merasa seperti berbulan madu saja, Sayang." Nara membalikkan tubuh Shena menghadapnya.


"Nara?!"


"Ssst..." Nara menutup bibir Shena dengan jari telunjuknya. Ia kemudian mencium kembali bibir Shena yang terpoles lipglos berwarna peach itu.


"Nara, sudah. Tadi sudah!"


"Mmmmm...mmmhh..."

__ADS_1


Nara tidak memberi kesempatan Shena untuk bernapas. Ia terus saja menciumi gadisnya.


Shena, aku merasa terlahir kembali setelah berada di dekapanmu. Aku memang milikmu, Shena. Milikmu ....


Sang pemuda bermata biru ini mulai menurunkan daster Shena. Namun...


"Nara! Buka pintunya!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan memanggilnya dari luar.


"Nara, lepaskan!" Shena pun segera menjauhkan dirinya, ia bergegas menuju pintu ruang tamu.


"Sayang, tapi aku belum."


"Sudah nanti lagi." Shena pun segera membenarkan dasternya yang sudah turun hingga ke lengan.


Astaga ... kenapa aku jadi begini? Nara tak habis pikir sendiri.


"Kau?" Shena terkejut.


"Hai, Shena. Apakah Nara ada di sini?" tanya seorang gadis bersurai pirang panjang.


"Bukankah kau itu ...?"


"Aku Gabril, aku teman Nara. Malam ini aku ingin menginap di sini." Gabril masuk begitu saja ke dalam rumah sambil membawa kopernya.

__ADS_1


Astaga ....


Shena tak habis pikir jika yang datang adalah Gabril, seorang gadis yang waktu itu ia temui di kantor Sony Music Entertainment Jepang.


"Nara!"


Gabril pun dengan cepat menemukan Nara. Ia segera memeluk lalu mencium pipi pemuda bermata biru itu. Yang mana tanpa disadari Shena melihatnya.


"Nara, aku rindu sekali. Kau ke mana saja?" Gabril begitu manja kepada Nara.


Sontak apa yang terjadi membuat Shena bermuram muka. Hatinya terluka melihat hal yang terjadi di depan kedua matanya. Nara pun menyadari, ia segera melepaskan pelukan Gabril.


"Gabril, tolong jangan seperti ini." Nara melepaskan diri.


"Nara, kau kenapa? Malam ini aku tidur bersamamu lagi, ya?" pinta Gabril yang sontak membuat denyut jantung Shena seperti terhenti.


Nara ... kau ....


Saat itu juga Shena berbalik, ia segera melangkahkan kaki pergi dari kediaman Nara.


"Shena!" Nara pun mengejar Shena.


"Shena, tunggu!" Ia tidak menghiraukan Gabril yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Eh, kenapa mereka?" Gabril bingung sendiri melihatnya.


Shena terluka mendengar semua ucapan Gabril. Ia tidak berpikir lagi dan segera berlari keluar rumah sambil menahan tangisnya.


__ADS_2