Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Dua Wanita


__ADS_3

Cuaca terik mengiringi kepergian Nara dan kawan-kawan menuju salah satu stasiun televisi. Sesuai perjanjian kerja sama, acara satu jam bersama D'Justice akan dimulai pada pukul dua siang hari ini.


Di dalam mobil Lexus hitam kepunyaan Lusy, Nara terlihat duduk diapit dua wanita cantik, di kursi tengah mobil. Di sebelah kanannya ada Shena dan di sebelah kirinya ada Rose. Sedang Cherry, Ken dan Sai memilih duduk di belakang mobil. Dan di kursi depannya ada Lusy bersama Ryuuto tengah berbincang seputar management artis.


Sepanjang perjalanan, Nara hanya diam. Ia tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ada rasa tak enak hati, deg-degan dan juga ambigu di benaknya. Bahkan untuk gerak sekalipun terasa berat sekali. Namun untungnya, hal itu tidak berlangsung lama. Terbukti saat mereka tiba di salah satu stasiun televisi, kecanggungan itu mulai mereda. Padahal Gabril belum ikut kali ini.


Aku begitu canggung dan mungkin enam hari ke depan akan tetap seperti ini. Apa yang harus kulakukan saat Shena bersamaku tapi Rose juga ikut, belum lagi Gabril. Ya ampun ....


Nara berkeluh kesah saat keluar dari mobil Lusy.


Ken sebagai teman paling lama Nara, hanya bisa melihat dan memperhatikan tingkah Nara yang kaku. Jelas sekali di ingatannya jika gadis berambut hitam panjang yang sedang meliput aktivitas D'Justice ini adalah gadis yang menyemangati Nara saat melawannya, pada final kejuaraan bela diri tingkat Sekolah Menengah Atas, dua tahun lalu.

__ADS_1


Aku tidak dapat membantumu banyak, Nara. Ken ikut prihatin atas sikap Nara yang kaku.


Mereka terus berjalan memasuki studio. Namun, sayangnya Lusy tidak menyertai sampai acara selesai karena mempunyai kesibukan lain. Sehingga mobil Lexus miliknya diambil alih oleh Rose.


Sesampainya di dalam studio TV, banyak kru yang telah menunggu mereka untuk memulai syuting. Dan setelah semua personil D'Justice hadir, acara itu segera ditayangkan secara live, on air tepat pada pukul dua siang.


Jam makan malamnya...


"Nara?!"


Kedua gadis baik Shena maupun Rose mengucap nama Nara bersamaan. Hal itu membuat Ken, Cherry, Sai dan juga Ryuuto melihat pemandangan yang tak biasa.

__ADS_1


"Ini." Lagi-lagi keduanya menawarkan segelas air minum bersamaan, membuat Cherry jengkel sendiri sehingga menyeletuk pedas kepada pemuda bermata biru yang duduk di depannya.


"Hei, hei! Kau ini jomblo, tapi sekarang meraup banyak gadis cantik. Apa yang mereka pikirkan tentang pria bodoh sepertimu, hah?" celetuk Cherry yang ditanggapi tawa kecil Sai.


Ken masih diam sambil terus memperhatikan. Sedang Ryuuto mengambil segelas air minum yang ditawarkan Shena kepada Nara.


"Untukku saja, Shena." Ryuuto berucap pelan sambil mengambil segelas air dari tangan Shena.


Nara pun cepat-cepat meminum air yang diberikan Rose kepadanya. Menutupi rasa sakit yang tiba-tiba datang karena melihat Ryuuto begitu perhatian kepada Shena, mantannya.


Aku harus kuat. Nara menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Seusai makan malam, D'Justice mengisi di dua acara televisi. Setelahnya barulah mereka beristirahat, pulang ke rumah masing-masing. Dan hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi mereka.


__ADS_2