Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Hari Yang Sial


__ADS_3

"Aku ... aku kangen mantanku, Ken," ucapnya lirih seraya menunduk lesu, tidak berani melihat ke arah Ken.


Ken lalu ikut menghentikan langkah kakinya. Ia menoleh ke arah Nara dan berusaha lebih mendekat ke arah sahabatnya itu.


"Jadi hal itu yang membuatmu tidak bersemangat akhir-akhir ini?" Ken bertanya lagi dengan rasa simpatik terhadap sahabatnya.


"Ya, sepertinya begitu," jawab Nara dengan lesu.


"Hn," Ken menghela napasnya mencoba berpikir.


Tiba-tiba lonceng berbunyi menandakan jam pertama sudah dimulai. Mendengar hal itu, Ken menunda percakapan yang sedang terjadi lalu membuat janji untuk bertemu.


"Nara, jika ada break, temui aku di kantin setelah jam pertama berakhir. Aku ingin berbincang lebih lanjut," ucapnya kepada Nara.


Nara masih tampak diam, ia tidak menjawab. Hatinya seperti benar-benar kosong saat ini.


"Sudahlah, Kawan. Jangan terlalu dibawa perasaan seperti itu," ledek Ken sambil mendorong pelan tubuh temannya.


Nara pun segera tersadar, ia mulai membiasakan diri dan berusaha untuk tersenyum. Walaupun saat ini amat sulit untuk dilakukan.


"Hmm, baiklah. Nanti aku akan menemuimu," sahut Nara yang masih tidak bersemangat, namun berusaha untuk tersenyum di hadapan Ken.

__ADS_1


Mereka lalu menuju kelas masing-masing untuk menerima mata kuliah pada jam pertama hari ini. Keduanya pun berpisah dengan meninggalkan janji temu setelah jam pertama berakhir.


Di dalam kelas...


Hari ini, Nara tampak tidak bersemangat mengikuti mata kuliah pada jam pertama di kampus. Sayangnya, sedari tadi dosen killer yang mengajarnya selalu memperhatikan gerak-gerik mahasiswa yang hanya berjumlah dua puluh orang dalam satu kelas.


"Nara!" seru seorang dosen wanita, berteriak memanggil nama pemuda bermata biru ini.


Nara masih saja tertidur di atas meja dengan sebuah buku yang menutupi wajahnya. Tak lama, terdengar langkah kaki sepatu berhak tinggi, berjalan mendekat ke arahnya. Dosen itu membangunkan Nara dengan caranya sendiri.


"Nara!!!"


"Ap-apa yang ... terjadi?" Nara tersadar saat dirinya mendengar suara keras di depannya.


"Hahahahahaha."


Teman-teman Nara menertawakan ulahnya yang berani bersikap seperti itu pada jam mata kuliah dosen ter-killer di kampusnya.


"Diam Kalian!!!" seru sang dosen dengan wajah penuh amarah.


Alhasil para mahasiswa lainnya terdiam seketika, sesaat setelah mendengar ucapan sang dosen. Nara pun segera tersadar atas apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Nara!"


Dosen wanita itu kembali beralih ke arah Nara yang sedang mengucek-ngucek matanya. Ia tampak geram dengan ulah mahasiswanya.


"Keluar kau dari sini!" serunya sambil menunjuk ke arah luar kelas.


"Tap-tapi, aku—" Nara berusaha mengelaknya.


"Keluar! Temui aku di jam terakhir!" seru sang dosen.


"Dosen Ayumi—"


"Pergi, Kau!" bentak sang dosen kepada Nara, sebelum sempat membela diri.


Mau tak mau, Nara menuruti apa yang diperintahkan kepadanya. Dikarenakan dosen tersebut adalah dosen progam studinya sendiri.


Haaahh, sialnya hari ini.


Nara kemudian keluar dari kelas sambil membawa tas punggungnya. Teman-teman yang lain hanya dapat diam sambil melihati kepergian Nara, yang mana untuk pertama kalinya ia terusir dari kelasnya sendiri.


Ia berjalan dengan lemas menuju kantin kampus sambil menunggu jam mata kuliah selanjutnya. Ia pun mengambil ponsel lalu mengetik sebuah pesan untuk dikirimkan kepada Ken, sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2