Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Usaha


__ADS_3

Mediasi persidangan adalah langkah awal menuju ke persidangan selanjutnya. Di dalam mediasi ini belum banyak hadirin yang menjadi saksi, hanya orang-orang tertentu saja. Jika mediasi dirasa belum memuaskan pihak si penggugat, maka pihak penggugat bisa menaikkan kasus ini ke pengadilan tinggi. Yang mana akan lebih ramai saksi dari persidangan.


Lain Nara, lain juga dengan kedua teman band-nya. Cherry dan Sai sedang mengusahakan agar Nara tidak jadi dikeluarkan dari pihak manajemen. Dan kini keduanya tengah berbincang bersama putri bungsu dari pihak Sony Music sendiri.


Di salah satu kafe...


Cherry dan Sai menemui Gabril di sebuah kafe, tak jauh dari kantor Sony Music Entertainment Jepang. Ketiganya bertemu lalu berbasa-basi sebentar. Dan tak lama kemudian, Cherry mengutarakan maksud tujuannya menemui Gabril.


"Nara ditahan?" Gadis bersweter ungu itu terkejut dengan apa yang dikatakan sang gadis berbando merah, Cherry.


"Benar. Nara ditahan pihak kepolisian. Pagi ini dia juga sudah memulai persidangannya." Sai menambahkan.


"Astaga." Gabril tidak percaya.


"Masalah yang menimpanya amat beruntun. Shena baru saja meninggal dan kini pihak kepolisian menahannya. Kami sebagai teman amat mengkhawatirkan keadaan mental Nara." Cherry tertunduk sedih.


"Shena? Tunangannya itu?" tanya Gabril lagi.

__ADS_1


"Iya." Cherry pun mengangguk.


"Ya ampun ...." Gabril mengusap kepalanya.


"Gabril, masalah yang mendera Nara saat ini bukan hanya itu saja. Pihak Sony Music juga ingin mengeluarkannya dari manajemen. Maka dari itu kami ingin meminta bantuanmu," kata Sai lagi.


"Pihak Sony Music? Bukankah kalian sedang dalam masa kontrak?" Gabril pun terheran-heran.


"Iya, benar. Kami memang dalam masa kontrak. Tapi nyatanya masa kontrak tidak menjamin ketetapan Nara di D'Justice. Manajer Hata sebatas menjalankan tugasnya saja." Sai menambahkan.


"Maksudmu?" Gabril merasa bingung.


"Apa?!!" Seketika Gabril terkejut.


"Benar, Gabril. Apakah kau bisa membantu kami agar Nara tetap di D'Justice?" Cherry meminta bantuan kepada adik dari Michael sendiri.


Gabril terdiam sejenak. Ia tidak mengerti mengapa hal ini bisa sampai terjadi. Sebagai wanita yang menggunakan perasaannya, pasti merasa miris dengan apa yang harus dialami Nara. Terlebih Nara adalah pria pertama yang dekat dengannya di Tokyo ini.

__ADS_1


Kakak meminta agar Nara dikeluarkan dari pihak manajemen? Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa semua terasa singkat sekali? Padahal baru kemarin kami tiba di Tokyo, tapi mengapa sekarang sudah seperti ini?


Gabril pun terheran-heran dengan apa yang terjadi. Ia berpikir sejenak mengenai permasalahan ini. Pikirannya pun tiba-tiba berubah dewasa, tidak seperti biasanya yang begitu manja.


"Baik. Nanti aku akan coba membicarakan hal ini kepada kakak. Kalian jangan khawatir." Gabril akhirnya menyanggupi permintaan Cherry dan Sai.


"Syukurlah. Terima kasih, Gabril."


Cherry dan Sai akhirnya bisa sedikit bernapas lega karena setidaknya Nara masih mempunyai kesempatan untuk tetap bertahan di D'Justice. Bagaimanapun sedari awal mereka telah berjuang bersama dan kini sedang menaiki puncaknya. Miris rasanya jika harus mengeluarkan Nara di saat-saat seperti ini.


Semoga masih ada kesempatan untuk mempertahankan Nara. Aku tidak tahu bagaimana menyampaikan hal ini jika sampai gagal. Aku amat tidak tega padanya.


Cherry berbicara dalam hati.


Nara, kami di sini masih berupaya untukmu, Kawan. Teruslah berjuang di sana.


Sai menyemangati temannya yang kini sedang dalam persidangan walau sebatas dalam hati.

__ADS_1


Sebagai teman terdekat, Cherry dan Sai pun mengupayakan yang terbaik untuk Nara. Mereka berharap usahanya dapat segera membuahkan hasil. Mereka ingin D'Justice tetap utuh dan tidak terpecah setelah melalui perjuangan bersama. Tak lama perbincangan mereka pun berakhir setelah Gabril memutuskan untuk segera menemui kakaknya, Michael.


__ADS_2