Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Kabar Buruk


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Siang hari cahaya matahari tampak malu-malu memperlihatkan kehangatannya. Butiran salju yang turun, semakin lama semakin memenuhi semua tempat di Tokyo.


Di sana, di kampus personil D'Justice, terlihat mulai dipadati mahasiswa. Hari yang terus berganti menandakan jika mereka harus segera kembali ke meja belajar, kembali menjadi mahasiswa demi mengejar cita.


"Nara!"


Sang dosen yang berpakaian serba hitam, berjalan mendekati Nara. Ia heran melihat Nara yang tidak seperti biasanya.


"Dosen Ayumi, apa aku membuat kesalahan?" Nara bingung saat mendengar panggilan namanya yang memekakkan gendang telinga.


Pemuda yang mengenakan sweter berbahan dasar wol tebal itu merasa heran namanya dipanggil. Padahal ia tidak melakukan hal-hal aneh saat jam kuliah.


"Hm, akhir-akhir ini kau terlihat berubah. Apa karena sudah menjadi seorang artis?" tanya Ayumi sambil menyilangkan kedua tangan di dada.


"Nara sedang patah hati, Dosen Ayumi!" teriak Kazuo dari sudut kanan kelas.


"Diam! Aku tidak bertanya padamu!" Ayumi membentak mahasiswanya.


"Hahahahaha." Teman-teman sekelas seketika menertawakan ulah Kazuo.


Niat hati mendapat sambutan baik, dosen yang bernama Ayumi itu malah membentaknya. Ah, sial! gerutu Kazuo dalam hati, ia segera menutupi wajah dengan buku.

__ADS_1


"Nara ...," Ayumi kembali ke Nara. "Jika ada waktu, datanglah ke apartemenku," bisik Ayumi di telinga Nara.


Nara pun terkejut dengan undangan yang Ayumi berikan. Dosennya itu tidak juga berhenti menggoda sejak awal pertemuan sampai sekarang. Entah motif apa yang melatarbelakangi. Tapi sepertinya, Ayumi benar-benar tertarik dengan kegagahan Nara.


Menjelang sore harinya...


Jam kampus berakhir, pukul dua siang Nara keluar kelas dan berjalan menuruni anak tangga. Ia berniat menuju parkiran kampus. Walaupun sudah menjadi artis yang sedang naik daun, tapi teman-teman kampus tetap bersikap biasa kepadanya.


"Ken?!"


Terlihat dari kedua bola matanya sosok yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri. Ken berjalan bersama keempat teman sefakultasnya. Segera saja ia mengejar Ken.


"Ken!"


Nara berlari mendekati Ken sambil menyampirkan tas punggung hitamnya. Melihat kedatangan Nara, keempat teman Ken segera berpamitan lalu memisahkan diri.


"Ken, apa kau sibuk hari ini?" tanya Nara kepada Ken.


Pemuda berambut emo itu mengenakan kardigan biru gelapnya yang berlengan panjang. Cukup tebal dengan syal hitam menghiasi. Ia pun menyampirkan tas punggung ke pundaknya.


"Hn, sepertinya ada yang ingin kau bicarakan?"


Ken mencoba menebak. Ia terus berjalan bersama Nara menuju parkiran kampus.

__ADS_1


"Iya, itu benar. Seminggu ini kita di-vakumkan. Entah mengapa, aku juga bingung." Nara mulai mengeluarkan unek-unek dari dalam hatinya, tentang D'Justice yang mendadak diliburkan oleh pihak Sony Music.


"Kabarnya nona Lusy terkena kasus dan didepak dari pihak management. Tapi aku tidak tahu kasus apa itu," sahut Ken sambil terus berjalan bersama Nara.


"Kasus?"


Nara terkejut mendengarnya. Ia takut kasus yang dimaksud berkaitan dengan dirinya. Ia takut ikut terdepak dari D'Justice. Wajahnya pun berubah pucat seketika.


"Nara?" Ken menegur temannya yang terdiam. "Kau tak apa?" Ia lalu menepuk bahu Nara.


"Em, aku ...."


Nara khawatir. Sebisa mungkin kejadian yang ia lalui bersama Lusy, tidak ada satupun orang yang tahu.


"Aku tidak apa-apa, Ken. Aku hanya terkejut mendengar berita itu." Nara mengungkapkan.


Ken mengerti keadaan Nara saat ini. Walaupun ia sangat kecewa kepada Nara. Ia berusaha mengambil sisi positifnya saja.


"Kau tenang saja, ini tidak ada hubungannya dengan D'Justice." Ken berusaha menenangkan Nara.


Nara pun mengangguk.


"Hn, baiklah. Mari kita pulang." Ken kemudian merangkul temannya.

__ADS_1


Di batin Nara masih mencemaskan kebenaran berita yang ia dapat dari Ken. Terlebih Ken mengetahui sebab-musabab kematian Rose. Nara terpukul, ia juga malu saat berhadapan dengan Ken. Tetapi karena pembawaan Ken yang biasa-biasa saja, membuat Nara tidak terlalu canggung kepadanya.


Tapi, benarkah Lusy didepak dari pihak management Sony Music Entertainment Jepang?


__ADS_2