
Lusa kemudian...
Via dan Yudo sedang berada di tepi pantai. Mereka menikmati matahari tenggelam di antara butiran salju yang turun. Walaupun begitu, Via masih mengenakan rok mininya dan juga kaus putih tipis. Sehingga kedua buah ranumnya terlihat jelas di hadapan kedua mata Yudo.
"Jadi Rie itu temanmu?" tanya Yudo saat duduk bersama Via di dalam mobil.
"Bukan sekedar teman, tapi mungkin lebih dari itu," sahut Via sambil mengarahkan tangan Yudo agar meremas dadanya.
Sepertinya Via ketagihan dengan permainan Yudo. Ia kelihatan agresif sekali.
"Apakah dia menganggapmu seperti yang kau anggap, Sayang?" Yudo menyelidik.
"Tentu saja, aku banyak membantunya. Terutama dalam menghancurkan sebuah hubungan," lanjut Via yang mulai terhanyut dalam permainan.
Via mendekatkan wajahnya ke Yudo dan mengajak pemuda itu berciuman. Tentu saja Yudo membalasnya dengan cumbuan yang mesra nan lembut.
Cukup lama mereka bercumbu, sampai benang-benang saliva itu terhubung dan menjadi saksi akan hasrat yang mulai memburu. Sampai akhirnya, Yudo mulai merogoh isi dari rok mini yang Via kenakan.
"Apa yang kau lakukan untuk Rie hingga dia juga menganggapmu lebih dari sekedar teman?" tanya Yudo sambil memasukkan jarinya.
__ADS_1
Terdengar desah napas yang memburu. Via tampak menikmati permainan Yudo.
"Aku menghancurkan hubungan musuh besar Rie dengan kekasihnya. Rencana kami pun berhasil. Uuuuhhh." Via tetap berbicara saat jemari Yudo membelai lembut miliknya.
"Yudo, ahh!" Dada Via terlihat naik turun saat mendapat pelayanan khusus dari jemari Yudo.
Yudo yang mendengar kabar itu menjadi senang bukan main. Ia kemudian menyelesaikan tugas terakhirnya pada Via. Ia mempercepat gerakan jarinya hingga tubuh Via menegang. Tubuh gadis itu pun tak lama bergetar karena permainannya.
"Yudo! Aaaghh!!"
Yudo kembali mencumbu Via sambil memasukkan tangannya ke dalam kaus yang Via kenakan. Ia bermain dengan pucuk buah ranum itu. Tatapan sayu pun terlihat dari wajah Via yang tenggelam dalam permainan Yudo.
Yudo berbisik. Ia kemudian menunjukkan sesuatu kepada Via.
"Pakailah ini, hadiah besar sudah menantimu." Yudo menunjukkan penutup mata yang berwarna hitam kepada Via.
"Haruskah?" tanya Via tanpa rasa curiga.
"Ini kejutan untukmu. Pasti kau akan menyukainya." Yudo merayu Via, senyum manis pun diberikannya untuk mengelabui Via.
__ADS_1
Via kemudian menuruti apa yang Yudo pinta. Ia memakai penutup mata yang berwarna hitam itu tanpa ada rasa curiga.
"Baiklah, aku akan memakainya. Tapi pakaikan, ya?" pinta Via dengan manjanya.
"He-em." Yudo mengangguk.
Yudo lalu memakaikan penutup mata itu kepada Via. Setelahnya, ia segera menyalakan mesin mobil lalu mulai melajukan mobilnya.
"Sayang, jantungku berdebar kencang sekali." Via memegangi dadanya sendiri.
"Sebentar lagi kita akan sampai." Yudo tersenyum sambil melihat ke arah Via.
Cih! Wanita murahan! Kau pikir apa yang akan kuberikan padamu? Kau tidak lain hanyalah sekutu wanita licik itu.
Yudo geram sendiri.
Rie. Setelah ini kaulah yang akan menjadi sasaranku. Persiapkan dirimu!
Yudo semakin mempercepat laju mobilnya. Ia menuju suatu tempat yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sebuah kejutan besar akan Yudo berikan kepada Via untuk memenuhi hasrat psikopatnya.
__ADS_1
Ya, Yudo akan membuat Via mengalami nasib yang sama seperti Nana. Namun sayang, Via sama sekali tidak mengetahui akan hal ini. Rasa curiga pun tidak pernah terbesit di benaknya. Karena yang ia tahu, Yudo juga mencintainya.