
Pemuda berkaus biru terbalut jaket hitam itu datang mendekati Nara. Ia akan menemani Nara berhadapan dengan Yudo malam ini.
"Ow. Jadi rupanya ada seorang teman yang mengantarkan nyawa hanya demi membela seorang pendosa seperti Nara?" Yudo mengejek Ken.
"Diam kau, Yudo!" Nara sudah tidak dapat menahan emosinya saat mendengar perkataan Yudo.
"Baiklah-baiklah. Aku pamit undur diri. Masih banyak urusan yang harus kuselesaikan." Yudo berlagak sibuk, ia kemudian pergi dari hadapan Nara dan Ken.
"Kau!!!" Nara pun ingin mengejar Yudo, tapi dua puluh orang menghadangnya.
Orang-orang itu membawa banyak alat pemukul. Mulai dari balok kayu, tongkat baseball, sampai alat pemukul lainnya. Mereka sengaja tidak menggunakan benda tajam karena permintaan Yudo yang tidak menginginkan korbannya cepat mati. Ia ingin korbannya mati secara perlahan sambil merasakan sakit yang tak terhingga.
"Nara, sepertinya kita harus menghadapi mereka terlebih dahulu." Ken menatap tajam ke orang-orang suruhan Yudo.
"Ya, kita dulu adalah lawan dan sekarang menjadi kawan," sahut Nara kepada Ken.
Ken pun tersenyum mendengar ucapan Nara.
"Kau masih ingat cara bertarung, Ken?" tanya Nara lalu memasang kuda-kudanya.
"Hn, kau terlalu banyak bicara, Nara. Ayo maju!" Ken bersiap.
"Ya!"
__ADS_1
Nara mengepalkan kedua tangannya lalu memulai pertarungan. Dua orang melawan dua puluh orang.
"Maju, Ken!"
Nara berteriak. Ia kemudian bertarung menghadapi orang-orang suruhan Yudo yang mencoba mengeroyoknya. Orang-orang itu berusaha memukul Nara dengan balok, tapi Nara mampu menangkisnya. Ia kemudian menarik salah satu bandit lalu mematahkan tangannya. Bandit itu dijadikan perisai tubuh oleh Nara.
"KYAAA!!!"
Setiap kali orang-orang suruhan Yudo mencoba memukul, selalu bandit itu yang menjadi sasarannya. Pukulan keras pun melayang ke tubuh orang suruhan Yudo.
"Hah! Kalian selalu memukul teman kalian sendiri, rasakan ini!"
Nara kemudian menolakkan kakinya pada salah satu dada lawan lalu berputar 360 derajat di udara. Ia kemudian menendang dua kepala lawannya dengan tendangan keras dari atas. Dua orang suruhan Yudo pun jatuh tidak sadarkan diri setelah bertarung dengan Nara.
Nara berteriak sambil melirik ke arah Ken yang ada di sampingnya. Ken pun mengerti akan maksud Nara, ia lalu menjulurkan tangannya kepada Nara. Dan segera saja Nara berlari ke arah Ken, menggenggam erat tangannya lalu menendang ke arah lawan Ken. Tak ayal, tendangan Nara mengenai lima kepala lawan Ken. Orang-orang suruhan Yudo pun satu per satu berjatuhan tidak sadarkan diri.
"Baiklah giliranku, Nara!"
Ken lalu menolakkan kakinya ke lantai, menendang dengan kedua kakinya ke arah lima lawannya. Nara pun memegang erat kedua tangan Ken sehingga Ken dapat leluasa bergerak.
"Nara! Sekarang!" teriak Ken.
Nara melanjutkan aksi Ken. Ia bergantian menolakkan kakinya lalu menendang ke arah lima orang suruhan Yudo. Sisa orang suruhan Yudo pun mereka lawan dengan tangan kosong. Tinjuan-tinjuan mematikan melayang dari kepalan tangan kedua mantan rival ini. Mereka membuat lawan tak sadarkan diri. Dan tidak membutuhkan waktu lama, mereka menyelesaikan dengan baik pertarungannya.
__ADS_1
"Nara!"
Shena berteriak dari jauh. Konsentrasi Nara pun mulai buyar saat melihat Shena ditarik paksa oleh Yudo. Nara kemudian mengejar Yudo, tapi terhadang oleh dua pengawalnya.
"Sial! Masih ada lagi." Nara kesal, ia kesulitan melepaskan Shena dari tawanan Yudo.
"Nara, biar aku yang menghadapi mereka. Kau kejarlah Yudo." Ken menepuk bahu Nara.
"Ken ...." Nara terperanjat karena ucapan temannya.
"Sudah cepat! Jangan biarkan Yudo lolos kali ini." Ken menyemangati.
Ken kemudian melepaskan jaket yang ia kenakan. Ia berniat menghadapi dua pengawal Yudo sendirian.
"Tapi, Ken ...." Nara ingin menolaknya.
"Kau tenang saja, Pecundang!" Ken tersenyum, lalu membuka jalan untuk Nara agar dapat mengejar Shena.
"Aku tidak akan melupakanmu!" teriaknya yang kemudian berlari mengejar Yudo. Salah seorang pengawal Yudo pun berusaha menghadang Nara, tapi Ken berhasil mencegahnya.
Persahabatan sejati sehidup semati. Hanya ada dalam cerita. Benarkah begitu?
"Tunggu aku, Shena." Nara segera mengejar ke mana Yudo membawa Shena.
__ADS_1