
Setelah semua nominasi berdiri berjajar di atas panggung, Daru dan Keren meminta kepada kesepuluh nominasi terbaik untuk berpegangan tangan, menghadap ke arah penonton. Suara alunan intro musik pun mulai menggema, tiga personil band pembuka datang dan mereka mulai memainkan alat musiknya.
"Baiklah, sebelum acara ini dimulai, mari kita saling berjabat tangan untuk menambah kesolidan antar band. Dimulai dari nominator ke sepuluh. Dipersilakan," pinta Daru kepada anggota band agar saling berjabatan tangan secara bergiliran.
Diiringi intro drum, mereka saling berjabat tangan dan melempar senyum sportifitas. Kesepuluh besar band kampus itu kemudian kembali ke belakang panggung, menunggu secara acak nomor unjuk gigi mereka di hadapan ribuan penonton.
Ibu, ini saatnya.
Nara amat bersemangat malam ini untuk mewujudkan impiannya. Ia tampak tersenyum saat berjalan kembali ke belakang panggung. Dan Ken pun menyadarinya. Ia segera merangkul sahabatnya itu.
Setelah semua nominator saling berjabat tangan, Daru dan Keren kembali mengambil alih acara. "Baiklah, mari kita sambut pemenang tahun pertama festival musik band kampus se-Jepang ... Harajuku Band!" Keren dan Daru berucap serempak.
__ADS_1
"Apa kabar, Jepang?!"
Sang vokalis Harajuku Band maju ke depan panggung sambil berteriak kencang ke arah penonton. Sontak sapaannya itu membuat para penonton di gedung ini berteriak histeris. Wajah tampan dan tubuhnya yang proporsional, menambah nilai lebih band beraliran rock alternatif ini.
Di tengah panggung yang lebih tinggi, terlihat seorang pemuda berambut ikal sedang menabuh drumnya. Dan di sebelah kanannya ada seorang bassist yang mempunyai ciri khas lesung di kedua pipinya. Mereka kemudian mempersembahkan sebuah lagu pembuka.
"AAAAAAAA!!!"
Lighting panggung mulai bermain, berkerlap-kelip, berganti warna mengikuti ritme lagu. Sorak-sorai penonton pun menggema di seluruh area gedung. Para penonton mulai mengangkat tangannya lalu berjingkrak mengikuti irama.
Lagu pembuka itu terus dinyanyikan oleh Harajuku Band sampai selesai. Sementara di belakang panggung, para personil band menonton aksi mereka dari layar TV berukuran 29 inchi. Mereka ikut bergembira dengan alunan lagu pembuka yang bersemangat ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian...
Waktu terus bergulir, kesepuluh nominasi terbaik masih menunggu di belakang panggung untuk nomor urut pementasan. Terlihat raut wajah harap-harap cemas dari mereka. Begitupun dengan Nara, ada sesuatu hal yang harus ia bayar dengan cara memenangkan festival musik ini. Jiwanya terus berusaha fokus di antara laju jantungnya yang tidak menentu.
Zeep Tokyo Hall adalah sebuah tempat untuk memulai impiannya. Mimpi yang banyak mengorbankan orang-orang tersayang. Nara berharap jerih payahnya itu menghasilkan sehingga ia dapat menebus semua kesalahannya di masa lalu.
Malam ini aku harus menunjukkan penampilan terbaikku. Telah lama aku bersusah payah agar sampai ke panggung ini. Dan malam ini pun akan kubuktikan jika aku mampu memenangkan festival.
Nara bertekad bulat untuk memenangkan festival musik tahun ke dua Jepang. Hanya ini satu-satunya cara untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Selain membanggakan ibunya, Nara juga ingin mempersembahkan kemenangannya untuk Shena. Dan ia akan berjuang semaksimal mungkin untuk menggapainya.
Lain Nara, lain Ken. Pemuda berambut emo ini tampak memperhatikan keadaan sekitar. Ia mencoba untuk membaca situasi yang ada.
__ADS_1
Aku pikir D'Justice bisa masuk lima besar malam ini, batinnya yakin.