Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Kau Masih Bisa Kulihat


__ADS_3

"Aku ingin memberikan formulir ini kepada kalian," ucap Cherry lalu memberikan dua lembar formulir kepada Ken dan juga Nara.


"Apa ini?" tanya Nara sebelum sempat melihat isi di dalamnya.


"Baca saja! Kau terlalu banyak bertanya!" bentak Cherry kepada Nara.


Seketika Ken terkekeh di saat melihat sahabatnya dibentak oleh kekasihnya sendiri. Sementara Nara hanya dapat bergumam di dalam hati.


Hah ... apa semua wanita sama seperti Cherry? Atau cuma Shena yang dapat berlaku lembut padaku? Sialnya saat ini aku sendiri. Andai saja ada dirinya, pasti aku pun akan dibela olehnya. Oh, Shena. Di mana dirimu sekarang?


Hatinya berbisik lemah. Tak dapat ia pungkiri jika Shena amat memanjakannya saat masih menjalin hubungan asmara dengannya. Dan rindu itu semakin menenggelamkannya ke dalam palung penyesalan yang terdalam. Nara amat merindukan Shena.


"Festival musik dan drama antar kampus se-Jepang?" Ken terkejut di saat melihat keterangan yang ada di formulir.

__ADS_1


"Iya, festival tingkat nasional. Bagaimana?" Cherry balik bertanya. "Nara?" Cherry menyebut nama Nara yang masih tampak sedang membaca.


"Bagaimana, ya? Aku sih mau saja. Tapi di sini diharuskan membawa satu lagu ciptaan sendiri dan biaya pendaftarannya mahal sekali," gumam Nara yang terperangah saat melihat biaya pendaftaran.


"Sudah. Kalau masalah biaya pendaftaran, biar aku yang menanggung. Saat ini kita hanya harus mencari satu orang personil baru yang jago bermain keyboard. Nah, itu tugas buat kalian," ucap Cherry sambil tersenyum manis kepada keduanya.


Ck, kalau ada maunya saja dia seperti itu, batin Nara berbisik. "Hmmm, bagaimana ya?" Nara kembali berpikir.


Baik Nara, Ken maupun Cherry adalah anggota band di kampusnya. Mereka sudah lama mendedikasikan diri menjadi band kampus dan selalu mengikuti perlombaan musik antar kampus di Kota Tokyo. Dan kini kabar gembira datang untuk mereka.


Sementara itu...


Sang mantan yang mengenakan kemeja putih dan rok mini hitam, tampak sedang asik mengetik di laptop miliknya, di sebuah kedai yang tak jauh dari kampusnya sendiri. Ia kini telah merubah profesinya dari seorang model menjadi penulis kontrak di salah satu majalah remaja yang ada di Kota Tokyo.

__ADS_1


Ya, Shena adalah mantan model majalah dewasa di kota itu. Ia memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya semenjak masuk di perguruan tinggi. Dan untuk tetap menambah penghasilannya, ia bekerja di salah satu majalah remaja Tokyo. Menjadi seorang penulis berbagai macam artikel yang bermanfaat dan bersifat membangun.


Shena merupakan seorang gadis yang pintar memanajemen waktu dan uang. Ia sangat berbakat mengelola sebuah usaha sampai usahanya maju dan berkembang. Terbukti ia kini telah memiliki sebuah kedai sendiri di tepi pantai timur Jepang. Kedai yang dibangun dari hasil usaha dan kerja kerasnya selama menjadi seorang model semasa SMA.


"Hah ... akhirnya selesai juga."


Setelah lelah mengetik, ia kemudian mengoneksikan jaringan internet pada laptopnya. Lalu membuka sebuah jejaring sosial yang bernama facebook. Ia mengetik sebuah nama untuk melihat status terakhir dari seseorang itu.


Tanpa menunggu lama, nama seseorang yang ia cari, ditemukan. Dengan segera ia melihat isi dari beranda facebook orang itu yang tak lain adalah Nara, mantan kekasihnya.


"Kau masih bisa kulihat, Nara."


Senyum kecil tersirat dari wajah manisnya di saat melihat foto sang mantan terpajang di profil facebook. Dan rindu itupun mulai datang menyelimuti hatinya.

__ADS_1


__ADS_2