
Beberapa menit kemudian...
Setelah perjalanan di petang hari yang bergulir malam, Via diturunkan oleh Yudo ke sebuah tempat. Tempat itu berada tidak jauh dari pantai, tempatnya melihat matahari tenggelam. Dan kini Yudo merangkul mesra gadis itu sejak keluar dari mobil.
"Sayang, kita sudah sampai. Tapi hadiahnya belum kuambil. Jadi tetaplah menutup kedua matamu." Yudo menuntun Via menuju ke ujung tebing.
Yudo membawa Via ke sebuah tebing, yang tidak berada jauh dari pantai. Namun, tebing itu mengarah ke laut lepas. Tebingnya amat tinggi hingga membuat Via tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang ada di sekelilingnya. Angin pun begitu kencang menerpa tubuh seksinya.
"Mengapa hanya deruan ombak yang seperti kudengar. Yudo, kita sedang di mana?" tanya Via sambil berusaha mendengar dengan jelas apa yang ada di sekelilingnya.
"Kita berada di jembatan cinta, Sayang. Majulah, aku di depanmu," pinta Yudo kepada Via.
Via pun menuruti perkataan Yudo. Ia perlahan-lahan melangkahkan kaki, mendekati suara pemuda berhati iblis itu.
"Sekarang, hadiahnya sudah datang. Sebelum membuka mata, aku ingin mengikat kedua tanganmu," pinta Yudo lagi.
Mendengarnya, Via mulai curiga. "Mengapa harus seperti ini, Yudo?!"
__ADS_1
Via ingin melepas penutup matanya, tapi Yudo segera mengikat kedua tangan Via. Ikatan yang Yudo berikan menimbulkan rasa sakit pada pergelangan kedua tangannya. Seketika pikiran buruk menghujami dara seksi itu.
"Yudo, lepaskan aku. Aku tidak mau seperti ini!" Via mulai panik.
"Tenang, Sayang. Sebentar lagi."
Yudo dengan cepat mengikat kedua tangan Via ke belakang. Setelah selesai mengikatnya, Yudo kembali meminta sesuatu.
"Katakan jika kau mencintaiku, Via." Yudo memeluk Via dari belakang.
"Via bonekaku. Selamat tinggal ...."
Perkataan Yudo itu membuat Via panik bukan main. Dan benar saja Yudo kemudian mendorong tubuh Via dari atas tebing yang curam.
"Yudoooo!!!"
Dalam keadaan kedua tangan terikat ke belakang dan kedua mata yang tertutup, Via jatuh dari tebing lalu masuk ke dalam lautan dalam.
__ADS_1
"Huahahaha, huahahahaha."
Yudo tertawa keras, tersirat sindrom psikopat dari wajahnya yang rupawan. Ia merasa senang karena dengan begitu mudahnya menghabisi nyawa seseorang.
"Bagaimana hadiah besar dariku, Via?" Ia bertanya sendiri. Senyuman iblis tersirat dari wajahnya.
Via didorong jatuh ke dalam lautan berombak besar. Ia kemudian mati karena kesulitan bernapas. Walau sudah mencoba melepaskan ikatan, ternyata simpul ikatan yang Yudo buat terlalu rumit untuknya. Dan akhirnya, Via tidak akan pernah kembali lagi ke hadapan Yudo, kekasih barunya.
"Wanita sialan! Itu hadiah untukmu! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Shena!" Yudo berapi-api.
"Rie, lihatlah! Habis ini adalah giliranmu. Dan kau juga Nara! Kalian harus merasakan kehancuran, sama seperti yang aku rasakan saat ini!"
Yudo berjanji dalam hatinya untuk menghancurkan semua orang yang pernah menyakiti Shena. Karena ia merasa penolakan yang Shena lakukan disebabkan ulah dari orang-orang tersebut. Yudo menginginkan Shena kembali ke pelukannya.
Ia tersenyum licik lalu bergegas menghapus semua jejaknya. Misinya pun berhasil memenuhi jiwa psikopatnya. Yudo telah kehilangan akal sehatnya karena cinta.
Sungguh pahit akhir hidup Via. Setelah dipakai berulang kali, kekasihnya itu tega melenyapkan nyawanya yang tengah mabuk dalam cinta dan juga ****. Hidupnya harus berakhir mengenaskan karena kebodohan yang terlalu dibutakan oleh rupa dan materi.
__ADS_1