Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Pasrah


__ADS_3

Di kampus Nara...


Kazuo adalah teman satu fakultas Nara. Ia memiliki rambut hitam dengan tinggi yang hampir sama. Namun, kulit Kazuo lebih gelap jika dibandingkan Nara. Dan juga ia selalu memakai ikat kepala jika sedang berada di kampus. Sebagai ciri khasnya agar mudah dikenali. Kazuo ingin menjadi pusat perhatian di kampusnya.


"Hei, Nara. Kau lihat tadi dosen Ayumi? Gelagatnya aneh sekali saat kau mengajukan cuti." Kazuo tak habis pikir.


"Entahlah, aku juga kurang tahu." Nara mengabaikan.


"Aku heran dengannya. Sepertinya dia memendam sesuatu padamu. Dan apakah kau tahu statusnya sekarang?" tanya Kazuo kepada Nara.


"Aku tidak ingin tahu, itu tidak penting bagiku."


"Hei, Kawan. Tapi aku rasa ini penting." Kazuo membujuk lagi.


"Maksudmu?" Nara akhirnya tertarik.


Kazuo menahan tawanya. Akhirnya akalnya bisa membuat Nara tertarik dengan obrolannya kini. Ia pun meneruskan langkah kakinya bersama Nara menuju kantin kampus. Yang mana Nara juga telah membuat janji temu dengan ketiga temannya seusai mendapat surat izin cuti kuliah.


"Dosen Ayumi itu adalah mantan istri dari dosen Yamada, dosennya Shena." Kazuo memberi tahu.


"Hah?! Apa?!" Nara terkejut.


"Kudengar penyebab mereka bercerai karena suaminya tidak bisa memenuhi hasrat dosen Ayumi," cetus Kazuo lagi.

__ADS_1


"Hei, kau ini. Jangan bergosip!" Nara memperingatkan.


"Aku serius, Nara. Buat apa aku berbohong." Kazuo menggelengkan kepalanya.


Nara terdiam.


"Hei, bagaimana dengan keadaan Shena, mantanmu itu?" tanya Kazuo lagi seraya menoleh ke Nara yang berjalan di sampingnya.


"Dia baik. Tapi dia sekarang sudah menjadi tunanganku."


"Hah?! Apa?!!!" Kazuo terkejut bukan main.


"Ya. Aku akan menikahinya selepas wisuda nanti." Nara tersenyum sendiri.


"Hei, kau ini. Saat susah bersamaku, tapi saat senang kau lupa padaku. Sekarang aku mendengar kau sudah bertunangan saja. Kau ini benar-benar tidak tahu diuntung, ya!" Kazuo menggerutu kesal.


Seketika Kazuo terdiam.


"Sudahlah. Katakan saja apa yang kau mau, nanti aku yang traktir." Nara merangkul temannya agar tidak marah lagi.


Kazuo pun tidak berdaya saat Nara mengeluarkan jurus andalannya, menraktir apapun yang Kazuo mau di kantin. Ia akhirnya pasrah saja.


"Ya, sudahlah kalau begitu." Kazuo menerima.

__ADS_1


"Hahaha, kau ini." Nara pun tertawa.


Hah, dia ini. Untung saja dia teman dekatku. Jika tidak, aku tidak akan mau lagi berteman dengannya. Habis manis sepah dibuang. Kazuo menggerutu dalam hati.


Keduanya melangkahkan kaki menuju kantin kampus. Dan Nara akan menraktir Kazuo apapun hari ini sambil menunggu kedatangan ketiga teman D'Justice lainnya. Ia akan berbincang sebentar sebelum kembali ke rumah dan mempersiapkan diri untuk tur esok hari. Ya, D'Justice akan keliling enam kota dalam beberapa hari ke depan. Mereka akan tampil bersama band papan atas lainnya.


...


Kita adalah pemimpi yang berjuang, berusaha menuju puncak.


Pemimpi yang berjuang, tak peduli apa pun yang terjadi.


Pemimpi yang berjuang, melakukan hal yang dipercaya.


Oli Oli Oli Oh-! Terus maju ke depan!


Jangan pernah melupakan debaran pertama.


Mari kita terus melanjutkan petualangan.


Di sini, sekarang juga. Tembak!


Pantulkan seperti liner peluru.

__ADS_1


Di sini, sekarang juga. Bakar!


Hancurkan semuanya dan tembakkan!


__ADS_2