
"Kami ucapkan selamat datang kepada kesepuluh dewan juri yang telah hadir."
Daru tersenyum ke arah dewan juri. Para juri itupun kembali duduk di kursi yang telah disediakan.
"Baiklah, langsung saja kita perkenalkan kesepuluh nominasi terbaik malam ini! Cekidot!"
Daru kembali mempersilakan layar lebar untuk mengambil alih. Layar lebar itupun mulai menyebutkan nama-nama band nominasi terbaik malam ini.
"SEPULUH BESAR NOMINASI FESTIVAL MUSIK BAND KAMPUS JEPANG. NUMBER ONE..."
Layar lebar kemudian menyebutkan data singkat para personil band dari urutan teratas sampai ke delapan.
"NUMBER NINE…"
Tibalah layar lebar itu memperlihatkan cover band Nara. Mereka tengah berdiri sambil menatap ke arah kamera yang sedikit berada di atas kepala. Mengenakan kostum khas band-nya, berupa kaus putih berlambang timbangan hitam, jeans dan sepatu sport yang juga berwarna hitam.
Ada Cherry yang berdiri sambil menatap tajam ke arah kamera. Dan Nara yang tengah memegang gitarnya. Sedang di belakang Nara ada Sai dengan ekspresi tajam sambil memasukkan tangan ke dalam saku celana. Dan Ken yang memegang stik drumnya membentuk huruf X di depan dada.
__ADS_1
"D ... JUSTICE ...!"
Riuh suara penonton meneriaki nominasi ke sembilan.
"BAND YANG BERDIRI SATU TAHUN LALU INI DIGAWANGI OLEH KEN ZAIN YANG MEMEGANG POSISI SEBAGAI DRUMMER. MAHASISWA SEMESTER TIGA YANG TERKENAL PENDIAM DAN STAY COOL INI AKAN MENCOBA UNJUK GIGI DEMI MENGHARUMKAN NAMA KAMPUSNYA."
Layar lebar itu kemudian memperlihatkan foto profil Ken. Disambut teriakan histeris pendukung Ken.
"NARA SHIMURA."
"Nara! Kau pasti bisa!" teriak Kazuo dari bawah panggung di antara ribuan penonton lainnya.
Layar lebar kemudian menunjukkan foto profil Nara.
"CHERRY HOSHI." Layar lebar menunjukkan foto profil Cherry.
"Cherry!!!" teriak para mahasiswi kampusnya.
__ADS_1
"GADIS RAMAH BERWAJAH JUTEK INI MEMEGANG POSISI SEBAGAI VOKAL DI BANDNYA. SIAPA YANG MENYANGKA JIKA DIA ADALAH SEORANG PENULIS ARTIKEL MUSIK YANG MERANGKAP SEBAGAI BASSIST D'JUSTICE."
"SAI." Layar lebar menunjukkan foto profil Sai.
"Sayang! Kau pasti bisa!"
Sebuah teriakan keras terdengar dari seorang gadis berkepang dua. Dialah Hima, kekasih Sai yang ikut hadir untuk memberikan dukungannya. Gadis itu terlihat bersemangat sekali malam ini.
"PEMUDA BERKACAMATA INI MEMEGANG POSISI SEBAGAI KEYBOARDIST, DAN PERNAH MEMENANGKAN JUARA PIANO TINGKAT KOTA PADA MASA SMP DAN SMA-NYA.
MARI KITA SAMBUT BERSAMA, INILAH ... D … JUSTICE!"
Suara teriakan semakin menggema di gedung buatan Sony Music Entertainment Jepang saat keempat personil band D'Justice naik ke atas panggung. Seratus gabungan mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Tokyo, kampus keempat anggota band itu meneriakkan yel-yel penyemangat mereka. Tampak senyum kebahagiaan tersirat di wajah keempat personil band D'Justice ini.
Terima kasih teman-teman. Nara amat haru melihat bendera kecil kampusnya berkibar.
Mereka lalu berdiri sejajar di atas panggung bersama personil band lainnya. Sementara layar lebar terus memperkenalkan profil band sampai ke nominasi terakhir.
__ADS_1
Cherry bukanlah satu-satunya personil band perempuan yang berhasil masuk ke sepuluh besar. Masih ada dua personil perempuan lainnya yang ikut lolos sampai ke babak final. Namun sepertinya, ketenaran Cherry mengungguli personil band perempuan lainnya.
"Cherry! Cherry! Cherry!" Mahasiswi Universitas Tokyo itu meneriakkan nama Cherry berulang kali.