Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Janji Bunga Matahari


__ADS_3

Mengapa kau menangis padahal aku masih belum menangis?


Seolah rasa sedihmu itu melebihiku, aku tak tahu siapa yang merasa paling sedih.


Hari ini yang seharusnya biasa saja, menjadi bernilai ketika kita berdua.


Aku ingin berada di sisimu, dan melakukan apapun yang kumampu untukmu.


Selalu dan selamanya aku ingin kau selalu tersenyum.


Layaknya bunga matahari, dengan segala kelembutan dan kehangatannya yang tulus.


Dan sekarang aku juga ingin kau tahu, bahwa aku telah menyadari kebahagiaan yang ada di sini.


Di depan sana, masa depan bersinar cerah meskipun kita berpisah.


Dan berjalan di jalan masing-masing.


Percayalah kelak kita akan bisa bertemu lagi.

__ADS_1


Langkah kaki kita yang dulu tak selaras, sekarang saling menyalip seolah menjadi satu tubuh.


Saat kebersamaan kita, juga momen-momen santai ini, takkan pernah kulupakan.


Di hari perpisahan ketika saling melambaikan tangan, semoga kita bisa menghadapinya dengan senyuman.


Layaknya bunga matahari, dengan segala kelembutan dan kehangatannya yang tulus.


Meski aku ingin mengulangnya, tapi kalau kamu mungkin akan bilang sudah cukup.


Aku ingin berada di sisimu, dan melakukan apapun yang kumampu untukmu.


Selalu dan selamanya aku ingin kau selalu tersenyum.


Layaknya bunga matahari, dengan segala kelembutan dan kehangatannya yang tulus.


...


Lagu janji bunga matahari itu selesai Nara senandungkan untuk Shena. Ia pun terlihat meneteskan air mata karena terlalu menghayati lirik lagu.

__ADS_1


"Shena, semalam dadaku terasa sesak sekali saat mendengar lagu ini. Aku teringat dengan semua kenangan indah kita. Dan juga sikapku yang selalu membuatmu marah. Tapi akhirnya, kita selalu berbaikan."


Nara tersenyum lalu memasukkan kembali gitarnya ke dalam sarung. Segala kenangan indah yang tercipta pun terbayang satu per satu di benaknya.


Ia mulai mengingat masa-masa SMA yang dilalui bersama sang mantan, begitu indah dan tidak akan terganti. Karena Shena selalu mendukung apa yang ia lakukan. Bahkan saat ulang tahun Nara pun, Shena selalu saja memberikan apa yang Nara inginkan. Walaupun hal itu harus membuat Shena menahan keinginannya untuk berbelanja selama satu bulan.


Kebersamaan itu terus berlanjut sampai mereka memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius. Tawa, senyum, canda Shena teringat jelas di ingatan Nara. Begitu hangat dan sulit untuk dilupakan.


Nara mengingat bagaimana ia ketakutan terkena percik minyak saat menggoreng ikan. Dan Shena pun segera menggantikannya. Ia mulai menitikkan air mata, tidak kuasa menahan haru saat mengingat semua kebaikan yang telah Shena berikan kepadanya.


Bahkan saat berhadapan dengan Ken di final kejuaraan ilmu bela diri tingkat SMA se-Tokyo pun, Shena terlihat menyemangati Nara dari kursi penonton. Ia tidak malu di hadapan orang banyak untuk mendukung Nara.


Sifat dan sikap Shena yang begitu hangat mampu memberi semangat kepada Nara yang merasa kesepian, karena kedua orangtuanya terlalu sibuk mengurusi pekerjaan masing-masing. Ia juga teringat saat Shena merawatnya kala sakit dan terluka sehabis berkelahi. Sambil terus memarahinya, memperingatkan agar tidak berkelahi lagi.


"Shena ...." Nara memegang erat tangan kanan Shena.


"Shena ... aku mohon. Bangunlah, Shena. Temani aku, temani aku sampai habis waktuku," ucapnya sambil menunduk menutupi tangis.


Pada akhirnya, kenangan lah yang akan selalu abadi. Mengisi setiap relung sanubari. Dan tidak akan pernah terganti ataupun tersisih.

__ADS_1


Lalu apakah Shena akan tersadar dari komanya? Mampukah kekuatan cinta mengembalikan kesadaran Shena?


__ADS_2