Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Nafas Memburu


__ADS_3

"Em, baiklah. Terima kasih. Oh, iya. Siapa namamu?" tanyanya kepada Yudo.


Menyadari begitu cepatnya perkenalan mereka, membuat Yudo melancarkan drama mautnya. "Ah, iya. Hahaha. Maaf, aku sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku Yudo dan kau sendiri?" Yudo dengan ramah memperkenalkan dirinya sambil mengajak berjabat tangan.


"Aku Via, aku pengunjung tetap klub ini," balas Via seraya tersenyum dan membalas jabatan tangan Yudo.


"Wow, luar biasa. Gadis secantikmu tanpa ada penjagaan berani masuk ke dalam klub ini." Yudo lagi-lagi memuji Via.


Via tersenyum, namun tiba-tiba saja ia merasakan pusing yang teramat berat. Tak lama kemudian, ia tidak sadarkan diri. Yudo pun segera menahan tubuh Via sebelum terjatuh.


Baiklah ....


Yudo lalu menyuntik lengan kiri Via dengan cairan khusus. Tak lama, Via kembali tersadar. Namun, kepalanya terasa sangat pusing.


"Kau tidak apa, Via?" tanya Yudo sambil memasukkan kembali jarum suntik mini ke dalam saku belakang jeans-nya.

__ADS_1


"Emm, aku seperti bermimpi ...." Via memegangi kepalanya.


"Bagaimana jika kita beristirahat sebentar?" bujuk Yudo kepada Via.


"Hu-um." Via mengangguk pelan.


Seketika senyum iblis tersirat dari wajah Yudo yang rupawan. Ia bahagia karena percobaannya telah berhasil. Gadis itu tidak lain hanyalah kelinci percobaannya malam ini. Yudo pun kemudian membawa Via ke sebuah motel yang tak jauh dari klub malam tersebut.


Beberapa jam kemudian...


Menit demi menit berlalu. Jam demi jam pun bergulir. Malam yang hampir berganti fajar terus keduanya lalui dalam deru nafas yang menggebu. Yudo dan Via menghabiskan malam dengan bergumul penuh nafsu. Tampak libido mereka sudah sampai di puncaknya.


Via klimaks untuk ke sekian kalinya setelah Yudo memberikan pelayanan teristimewa. Ia berada dalam pengaruh obat yang disuntikkan oleh Yudo. Sehingga apapun yang Yudo lakukan, ia hanya dapat merasakan senang.


Lain dengan Yudo, ia tampak puas setelah menjadikan Via peliharaannya. Via berulang kali dicambuki Yudo dengan sabuk yang ia kenakan pada celana jeans-nya. Raut wajah iblis pun tersirat dari wajahnya yang rupawan. Tidak akan ada yang menyangka jika dirinya adalah seorang psikopat kelas kakap.

__ADS_1


...


Beberapa jam setelah pengaruh obat itu hilang, barulah Via menyadari akan rasa sakit yang ia derita. "Humm, kenapa tubuhku terasa lelah dan perih sekali, ya?" tanyanya saat terbangun dari mimpi.


Dilihatnya sekeliling kamar, namun tidak ada satu orang pun di dalamnya, kecuali dirinya sendiri. Beralaskan selimut abu-abu yang menutupi tubuhnya sampai ke bagian dada, Via mencoba bangun dari tidurnya. Kepalanya sangat sakit dan tubuhnya terasa perih. Tapi anehnya, tidak ada satupun bekas luka atau memar yang terlihat.


"Sepertinya aku sedang bermimpi. Aghh! Kepalaku sakit sekali!"


Via mencoba bangkit dari tidurnya sambil memegangi kepala. Ia bergegas merapikan diri yang sudah tampak kusut. Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi motel tanpa sehelai benang pun. Tanpa sengaja, ia melihat secarik kertas menempel di pintu kamar mandi. Ia kemudian membaca pesan itu, dan sebuah kata sanjungan pun ditemuinya.


Thank you, Honey. I will be back special for you, My little angel.


"Yudo?!"


Seketika Via teringat jika ia baru saja melewati malam bersama seorang pria bernama Yudo. Sedikit demi sedikit ingatannya pun mulai pulih kembali.

__ADS_1


"Astaga, pria itu!"


Ia terkejut saat menyadari apa yang telah dilakukannya. Ia pun bergegas membersihkan diri sebelum kembali ke rumah. Tampak dirinya yang terburu-buru setelah melewati malam panjang bersama seorang pria yang baru dikenalnya.


__ADS_2