Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Selir Hati


__ADS_3

"Nona Rose—"


"Nara, tolong aku ...."


Rose menarik kepala Nara agar membenamkan wajah di kedua bukit miliknya. Ia lalu menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri sehingga membuat kedua bukit itu menabrak-nabrak wajah Nara.


Apa yang harus kulakukan saat ini? Nara bingung sendiri.


Rose kemudian beranjak dari duduknya. Ia duduk berlutut di hadapan Nara. Dengan perlahan ia membuka resetling jeans hitam yang Nara kenakan.


"Nona Rose, ini ... ah!"


Nara menjerit saat Rose mengeluarkan sesuatu dari dalam sana. Pakaian yang Rose kenakan amat memancing birahinya. Sampai-sampai ia tidak dapat menyembunyikan lagi sesuatu yang sudah tampak mengeras itu.


"Aaaagghhh!"


Rose mulai bermain, membuat Nara kehilangan kendali. Setiap sentuhannya membuat wajah Nara memerah. Ia akhirnya membiarkan Rose mempermainkan miliknya. Rose sendiri tampak sangat menikmati.


"Nona Rose ...." Kedua mata Nara terpejam, menikmati permainan Rose.

__ADS_1


Nara akhirnya sudah tidak dapat menahan lagi. Ia beranjak bangun dan kemudian mengangkat tubuh Rose masuk ke dalam kamar. Dan untuk yang pertama kalinya, wanita itu melakukan hubungan intim dengan seorang pria yang ia sukai, Nara Shimura.


Beberapa jam kemudian...


Rose dan Nara tengah duduk di kedua sisi tempat tidur. Nara bertelanjang dada, sedang Rose hanya terbalut selimut sampai ke bagian dadanya. Keduanya tampak kaku setelah melakukan hubungan itu.


"Nona Rose, maafkan aku. Aku—" Nara merasa bersalah.


"Tak apa, Nara. Kau tidak salah. Aku yang menginginkannya." Rose menyela perkataan Nara sebelum Nara meneruskannya.


"Tapi, aku telah mengambil kesucianmu. Maafkan aku." Nara amat menyesal.


"Aku tidak menyesalinya, Nara. Aku ingin kita melakukannya lagi suatu hari nanti," sahut Rose pelan.


Nara melirik ke arah Rose yang berada di belakangnya. Ia kemudian mendekati wanita itu.


"Nona Rose, aku tidak dapat memberikan ikatan padamu. Aku takut suatu hari kau akan membenciku." Nara duduk di sisi Rose.


"Nara ...." Rose menoleh, melihat ke arah Nara. "Biarkan hubungan ini hanya kita yang tahu. Itu sudah cukup bagiku. Aku tidak keberatan jika kau bersama yang lain." Rose menuturkan.

__ADS_1


" Tapi Nona Rose—"


Nara tidak dapat berkata apa-apa setelah mendengar penuturan Rose. Ia kemudian menarik tubuh Rose agar bersandar di bahunya.


Maafkan aku, Nona Rose. Ini pasti akan menyakitkan untukmu. Tapi, hatiku sudah ada yang memiliki.


Nara merasa bersalah atas apa yang telah terjadi. Ia lalu mencoba memberikan kehangatannya kepada Rose. Tak ayal, hal itu membuat Rose semakin berharap besar kepadanya.


Siang harinya...


Siang ini Nara, Ken, Cherry dan Sai tengah bersiap datang ke sebuah acara televisi. Tapi sebelumnya, mereka mengadakan briefing terlebih dahulu. Tampak Rose yang menemani Nara, ia duduk di sebelah kanan si pemuda bermata biru.


"Selamat siang, Anak-anak." Sosok sang manajer datang kembali, mengisi ruang pertemuan.


"Selamat siang, Nona Lusy!" jawab anak-anak serempak.


"Oke, baiklah. Terima kasih sudah menunggu. Hari ini aku memang sudah kembali aktif bekerja, tapi masih harus mengerjakan projek band lain yang menjadi asuhanku. Jadi, Rose akan tetap mem-back up kalian selama beberapa hari ke depan. Dan sebentar lagi kita akan kedatangan tamu." Lusy menuturkan.


Tak lama datang dua orang tamu, masuk ke dalam ruangan tersebut. Keduanya tampak mengenakan seragam bisnis. Yang mana sang pria terlebih dahulu memasuki ruangan pertemuan.

__ADS_1


__ADS_2