
Malam harinya di Hiroshima…
Nara dan kawan-kawan baru saja tiba di salah satu hotel yang ada di Hiroshima, Jepang. Mereka beristirahat sejenak sebelum makan malam bersama. Sedari pagi melakukan perjalanan, membuat Nara mual bukan main. Belum lagi mampir di berbagai tempat setelah tiba di bandara. Asam lambung Nara seperti berontak ingin keluar.
“Aduh, perutku.”
Nara mengeluhkan rasa mual yang menerjangnya. Gabril pun segera memberikan minyak aroma terapi agar rasa mual Nara berkurang. Ia masih setia mendampingi Nara dan selalu ikut ke mana Nara pergi. Tentunya setelah mendapat persetujuan dari manajer D'Justice sendiri. Sehingga teman-teman Nara mau tak mau membiarkannya.
“Nara, kau beristirahat saja. Tidak ikut makan malam juga tak apa-apa.” Gabril memberi perhatiannya kepada Nara.
“Hm, ya. Sepertinya aku membutuhkan ruang untuk beristirahat sejenak. Kalau begitu aku minta tolong sampaikan ke manajer Hata ya Gabril.” Nara meminta.
“Baik, nanti akan kusampaikan.”
Nara segera masuk ke kamar hotelnya lalu beristirahat. Sedang Gabril berjalan mencari Hata untuk menyampaikan pesan Nara. Baik Ken, Cherry maupun Sai masih dalam perjalanan menuju kamar. Tak lama, Gabril pun menemukan Hata dan segera menyampaikan pesan Nara jika tidak bisa ikut makan malam bersama.
__ADS_1
"Dia sakit?" Hata cemas.
"Benar, Kak Hata." Gabril mengiyakan.
"Ya, sudah. Kau beristirahat saja dulu. Nanti aku akan menemuinya." Hata meminta Gabril agar beristirahat juga.
"He-em." Gabril pun mengangguk.
Hata telah mengatur kamar untuk personil band asuhannya. Ia sengaja memesan kamar bersama Nara, sedang Ken bersama Sai. Dan Gabril akan tidur satu kamar dengan Cherry malam ini.
“Kau baik-baik saja?” Ken segera masuk ke dalam kamar bersama Sai.
“Aku tidak tahu mengapa. Tapi aku merasa mual sekali. Kalian ada obat mual?” tanya Nara kepada Ken.
“Nara, baiknya kami memanggilkan dokter. Tidak boleh meminum sembarang obat.” Sai menyarankan.
__ADS_1
“Itu benar. Aku akan bilang kepada manajer Hata.” Ken pun segera keluar dari ruangan.
Selang sepuluh menit kemudian, Hata memasuki kamar. Dan ia melihat Nara sedang tidak enak badan. Secepatnya ia menghubungi dokter terdekat. Dan tak lama dokter pun datang memeriksa keadaan Nara.
Satu jam kemudian…
“Tuan Hata, ada baiknya malam ini tidak melakukan aktivitas lagi. Hari juga semakin larut. Sebaiknya Anda segera beristirahat. Aku khawatir kelelahan ini akan membuat stamina mereka menurun drastis,” tukas sang dokter setelah memeriksa seluruh personilnya.
“Hm, ya. Mungkin benar. Terima kasih, Dokter.” Hata mengantarkan dokter sampai ke depan kamar hotel.
Tiba-tiba rasa bersalah menghantuinya karena terlalu mengikuti jadwal yang ada. Hata sampai-sampai lupa dengan stamina para personil yang sudah kelelahan. Ia lalu masuk ke kamar dan meminta kepada semua personilnya untuk segera beristirahat. Ia terpaksa membatalkan sesi wawancara dengan salah satu surat kabar karena kendala yang tiba-tiba terjadi. Alhasil, jadwal besok pun semakin padat untuk mereka.
Untung saja Nara hanya sebatas kelelahan. Aku sampai lupa jika dia habis melakukan operasi karena lukanya. Baiknya aku harus lebih memperhatikan mereka ketimbang awak media.
Hata kemudian ikut beristirahat setelah melewati hari yang melelahkan. Mereka mempersiapkan diri sebelum gladi kotor dilakukan esok hari.
__ADS_1