
Esok paginya, pukul sembilan waktu setempat...
Pria berjas hitam duduk di depan meja kerjanya. Ia sedang membaca selembar surat dari amplop cokelat yang diterima. Wajahnya bertekuk, dahinya juga berkerut, sesaat setelah membaca isi surat tersebut. Ia kemudian memanggil Hata agar segera datang ke ruangannya. Dialah Michael, putra pemilik Sony Music Entertainment Jepang yang pagi ini tampak bermuram wajah.
"Tuan Michael?"
Pria bertubuh tinggi tegap pun datang menghadapnya. Ia mengenakan kemeja biru panjang dan celana dasar hitam yang hampir menutupi sepatu pantofelnya.
"Manajer Hata, aku ingin berbincang sebentar denganmu." Michael meminta pria itu duduk di depannya.
Dialah Hata, manajer baru D'Justice yang kini tengah sibuk mempersiapkan tur band asuhannya esok hari. Namun, ia tetap terlihat tenang dengan gaya santainya. Sang manajer pun duduk di depan anak pemilik dapur rekaman, tempatnya bekerja ini.
"Apa ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya Hata kepada Michael.
__ADS_1
"Ya. Sepertinya permasalahan semakin rumit, Manajer Hata. Kau bisa baca surat ini."
Michael menyerahkan selembar surat yang ia terima. Hata pun membaca surat tersebut. Dan alangkah terkejutnya saat ia mengetahui isi dari surat itu, yang mana membuatnya mengerutkan dahi.
"Ini?!" Hata tersentak.
"Itu adalah surat dari tuan Hisei, pemilik rumah redaksi majalah dewasa di kota ini. Dia meminta untuk mengeluarkan Nara dari D'Justice karena Nara telah membunuh putranya. Manajer Hata, sebenarnya apa yang telah terjadi? Aku tidak mengerti mengapa masalah sampai sepelik ini?" Michael menunggu jawaban Hata dengan antusias.
"Mohon maaf, Tuan Michael. Satu minggu lebih ini kami memang menyembunyikannya. Tapi sepertinya, hari ini kami harus memberi tahu hal apa yang sebenarnya terjadi." Hata seperti menemui jalan buntu.
"Maksud Anda?" Michael semakin penasaran.
"Nara dijebak oleh Yudo, putra dari tuan Hisei. Tapi Ken menolong Nara. Yang mana menyebabkan keduanya harus bertarung dengan orang suruhan Yudo, putra dari tuan Hisei. Keduanya pun menjalani operasi pasca pertarungan, terutama Nara yang harus menderita luka parah karena bertarung dengan Yudo sendiri. Ia terkena banyak jahitan di tubuhnya." Hata menceritakan dengan singkat.
__ADS_1
"Astaga." Michael memijit dahinya sendiri.
"Kami sengaja merahasiakannya dari awak media, karena hal ini bukan mengenai urusan pekerjaan, melainkan urusan pribadi mereka. Saya sebagai manajer D'Justice pun tidak bisa mencampuri urusan ini. Tapi jika berkaitan dengan pekerjaan, mau tak mau saya akan turun tangan," kata Hata lagi.
Hata mengakui jika semingguan ini telah menutupi hal yang terjadi. Tapi karena sang owner sudah mengetahuinya, maka mau tak mau Hata menceritakan hal yang sebenarnya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan ke depannya? Sedang kontrak tur enam kota sudah ditanda tangani?" Michael meminta saran dari Hata.
"Aku sendiri yang akan menemui tuan Hisei untuk membicarakan hal ini. Tuan Michael tidak perlu khawatir. Aku siap memasang badan untuk personil band asuhanku. Tapi aku minta biarkan mereka menyelesaikan konsernya terlebih dahulu." Hata siap menanggung risiko.
"Baiklah. Aku serahkan padamu." Michael menyetujui saran dari Hata, manajer D'Justice.
Pagi ini mau tak mau kesibukan Hata bertambah setelah sepucuk surat yang ia baca. Ia pun lekas-lekas bersiap untuk menemui ayah dari Yudo untuk membicarakan permasalahan ini. Hata tidak ingin masalah semakin membesar dan membuat karir D'Justice meredup seketika akibat hal yang terjadi. Ia ingin melindungi band asuhannya.
__ADS_1