
Sementara itu…
Michael bersama Gabril mendatangi ruang kerja Hata. Pagi-pagi sang manajer D’Justice ini sudah tiba di kantor Sony Music dengan membawa semua barang bawaan yang diperlukan selama menemani band asuhannya manggung di enam kota. Ia tampak tampan dengan gaya kasualnya yang bak anak kuliahan. Michael pun menyapa sang manajer.
“Sepertinya kau sudah siap tur, Manajer.” Michael menyapa.
“Tuan Michael, Anda pagi-pagi sudah datang?” Hata terkejut saat mengetahui owner Sony Music mendatangi ruang kerjanya.
“Hm, ya. Aku ingin menitipkan Gabril. Dia ingin ikut berjalan-jalan ke enam kota. Kau bisa mengondisikan personil band-mu, kan?” tanya Michael seperti sebuah nada perintah untuknya.
“Hm, ya. Tentu, Tuan. Tapi sepertinya Nona Gabril harus mengikuti aturan tur,” jawab Hata seraya melihat ke Gabril.
“Tenang saja. Aku sudah berpesan kepadanya agar menjaga etika.” Michael menekankan.
__ADS_1
“Hm, baiklah. Kalau begitu kita tunggu kedatangan yang lainnya.” Hata menyanggupi.
Michael akhirnya turun tangan agar sang adik dapat ikut tur bersama D’Justice. Yang mana hal itu membuat Hata menaruh curiga atas kehadiran Gabril selama mengikuti tur ini.
Apakah dia meminta adiknya untuk memata-matai kinerjaku atau ada alasan lain?
Hata merenungi hal ini baik-baik. Tidak biasanya Michael mau turun tangan jika tidak ada hal penting. Ia kemudian menunggu kedatangan para personil band asuhannya untuk mengadakan briefing sebentar sebelum keberangkatan ke kota tujuan. Hata menunjukkan bagaimana sikap seharusnya seorang manajer kepada Michael.
Para personil asuhan Hata tiba di ruang pertemuan. Sang manajer pun memaparkan jadwal kegiatan yang akan segera dijalani oleh personil band asuhannya. Tampak D’Justice dan Black Pepper duduk berseberangan di ruang pertemuan.
“Satu kota estimasi dua hari. Transportasi band sudah diatur sedemikian rupa sehingga kalian hanya tinggal mempersiapkan diri. Khusus untuk D’Justice, atraksi panggung bisa diperingan tidak seperti biasanya. Kalian lebih tahu apa yang harus dilakukan dengan kondisi Nara dan Ken yang sekarang. Tapi aku ingin interaksi dengan penonton tetap berjalan baik.” Hata menuturkan.
“Berarti kita memakai ide seperti band Asian Kungfu Generation, Manajer?” tanya Ken kepada Hata.
__ADS_1
“Ya. Kalian bisa meniru atraksi panggung mereka. Tetap keren walaupun tidak banyak bergerak. Aku harap kalian lebih memaksimalkan interaksi antar penonton walau hanya berdiri di tempat. Mungkin Cherry bisa memolesnya agar terlihat lebih ceria lagi.” Hata melanjutkan.
“Baik, Manajer. Saya mengerti apa yang Manajer maksudkan.” Cherry pun menyanggupi.
“Baiklah. Kita akhiri pertemuan kali ini. Mari kita berdoa.” Hata mengajak anak-anaknya berdiri lalu berdoa bersama.
“Selesai.” Beberapa menit kemudian ia mengakhiri. “Mari tumpukkan tangan bersama,” ajak Hata lagi.
Baik D’Justice maupun Black Pepper menumpuk tangannya di atas tangan Hata. Mereka kemudian saling menyemangati dan member dukungan satu sama lain. Walaupun bersaing di jajaran top sepuluh musim ini, mereka tetap mengedepankan sportifitas dan kebersamaan. Dan akhirnya, mereka menuju ke kota tujuan dengan menaiki bus besar yang telah dipersiapkan oleh pihak Sony Music Entertainment Jepang.
Ini adalah konser besar untukku. Pertama kalinya keluar dari kandang sendiri. Aku harap semua berjalan dengan baik. Dan aku harap Shena baik-baik saja di rumah.
Nara mulai masuk ke dalam bus bersama personil band yang lainnya. Ia tampak membawa tas punggungnya sendiri. Ia pun berharap semuanya berjalan dengan lancar tanpa kendala yang menyulitkan.
__ADS_1