Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Butuh Perhatian


__ADS_3

"Aku ke mana, ya? Apa aku harus pergi dari rumah ini?" tanyanya sendiri.


Terbesit ingin melarikan diri di antara kelimpahan harta yang ayah-ibunya berikan. Gabril seperti sudah bosan menjalani kehidupan mewahnya. Ia hanya menginginkan kasih sayang saat ini.


"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Cobalah beberapa saat lagi."


Ia mencoba menelepon seseorang, tapi sayang nomor yang dituju sedang tidak aktif.


"Hah ...." Sang gadis pun mengembuskan napasnya. "Aku ke bawah saja." Ia kemudian keluar dari kamar.


Gabril berjalan menuruni anak tangga menuju lantai satu kediaman keluarganya. Sesampainya di bawah, ia sedang melihat sang kakak yang sedang membaca banyak dokumen.


"Kau belum tidur, Adikku?" tanya Michael yang duduk di dekat perapian.


Sang kakak mengenakan baju rajutan panjang berbahan dasar wol tebal. Malam ini terasa dingin baginya. Butiran salju yang turun begitu banyak sehingga ia pun harus menghangatkan diri di dekat perapian.


"Aku tidak bisa tidur," jawab Gabril singkat.


"Bukannya besok kau ingin ikut tur?" tanya Michael tanpa menoleh ke arah adiknya.


"Aku tidak jadi." Gabril pun menunduk sedih.


"Tidak jadi?" Michael segera menoleh ke arah adiknya.

__ADS_1


"He-em. Aku tidak dibutuhkan di sana," katanya lagi yang entah mengapa membuat hati Michael terasa sedih.


"Gabril, ceritakan padaku." Sang kakak meminta.


"Sejak kapan kau perhatian padaku, Kak? Bukannya kau selalu sibuk dengan urusanmu?!" Gabril melawan.


"Gabril?!" Michael pun kaget dengan sikap adiknya.


"Jangan pura-pura baik di depanku. Aku tidak membutuhkannya!" Gabril beranjak pergi.


"Tunggu, Gabril!" Michael pun menahan, ia berjalan mendekati adiknya. "Sebenarnya apa yang terjadi padamu?" tanya Michael yang perhatian.


"Kau tidak perlu tahu," ketus Gabril sambil memalingkan pandangannya dari sang kakak.


"Gabril, kita ini kakak-beradik. Aku harus tahu apa yang terjadi padamu. Kenapa kau tidak jadi ikut tur dengan D'Justice? Bukannya tadi siang kau sangat berapi-api ingin ikut?" tanya Michael lagi.


"D'Justice di bawah naunganku sekarang. Jadi aku harus tahu segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Apalagi jika hal itu menyangkut dirimu." Michael menjelaskan.


Gabril duduk di kursi dekat dengan perapian. Ia menyilang kedua tangan di dada, merasa kesal dengan dirinya sendiri.


"Aku tidak bisa ikut karena sekarang Nara sudah bertunangan." Gabril akhirnya mengatakannya.


"Tunangan? Lalu apa hubungannya?" Michael tidak mengerti.

__ADS_1


"Aku ikut tur karena Nara, sedang Nara sudah punya tunangan sekarang. Secara tidak langsung aku tidak bisa mendekati Nara karena dia sudah bertunangan dengan orang lain. Dan aku tidak punya alasan untuk ikut tur." Gabril menjelaskan.


"Hei, Adikku." Michael duduk di samping adiknya. "Apakah kau menyukai Nara?" selidik Michael.


"Entahlah, aku tidak tahu bagaimana rasa suka itu." Gabril mengambil kopi milik kakaknya yang ada di atas meja.


"Kau belum pernah jatuh cinta sebelumnya?" tanya Michael lagi.


"Kak, aku hanya membutuhkan teman untuk berbagi. Itu saja," sahut Gabril dengan malas.


"Lalu bagaimana perasaanmu saat mengetahui dia sudah mempunyai tunangan?" tanya Michael lagi.


"Aku ...."


Sontak Gabril tidak bisa menjawabnya. Ia seperti menemui jalan buntu di pikirannya. Ia bingung harus menjawab apa kepada sang kakak.


"Jika kau merasa sakit hati, sedih, kecewa saat mengetahui Nara sudah bertunangan, itulah yang dinamakan perasaan suka, Adikku." Gabril mengusap kepala adiknya.


"Kakak ...?!" Seketika itu juga Gabril merasa disayang oleh kakaknya.


"Kau sudah besar. Jadilah gadis yang baik, jangan terlalu gegabah bertindak. Jadilah anggun di depan pria yang kau suka agar dia juga memperhitungkanmu." Michael memberi saran.


Entah mengapa Gabril terharu dengan perhatian kakaknya. Ia segera memeluk Michael sambil berurai air mata.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis, Adikku. Lambat laun kau akan mengerti bagaimana cara dunia ini berkerja. Sekarang tidurlah, hari sudah berganti." Michael mengingatkan adiknya.


Sang adik pun akhirnya menurut pada kakaknya. Ia segera mengusap air matanya lalu kembali melangkahkan kaki ke kamar. Dan saat itu juga Michael menyadari mengapa adiknya bisa sampai menyukai Nara. Karena Nara memberikan perhatiannya kepada Gabril.


__ADS_2