Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Katakan Cinta


__ADS_3

Esok paginya...


Hana baru saja membersihkan kedainya bersama seorang karyawan. Kedai itu baru dibuka pada pukul sepuluh pagi. Tapi, pelanggan pertama hari ini telah datang. Dan ternyata adalah seseorang yang ia pikirkan sejak dulu.


"Selamat datang." Hana menyambut kedatangan pelanggan kedainya. "Ryuuto?!"


Tiba-tiba ia terkejut saat melihat Ryuuto lah yang datang. Pemuda itu mengenakan setelan seragam bisnisnya yang berwarna biru.


"Em, Hana. Aku kesini mencari—"


"Shena maksudmu?" Hana langsung mematahkan ucapan Ryuuto.


"Hem, iya. Sudah tiga hari ini dia tidak masuk kerja. Apa kau tahu di mana dirinya sekarang?" tanya Ryuuto terus terang.


Ternyata dia hanya ingin mencari Shena.


Hana terlihat muram saat Ryuuto menanyakan Shena kepadanya. Entah mengapa ia merasa kesal sendiri.


"Dia tidak kemari. Apa kau sudah mencoba menghubunginya lagi?" tanya Hana kembali.


"Nomornya tidak dapat dihubungi. Sudah dua hari nomornya tidak aktif. Aku jadi khawatir. Maka dari itu aku datang kemari dan menanyakannya kepadamu," jawab Ryuuto yang cemas.


Ryuuto, apakah hanya Shena yang ada di dalam hatimu?


Hati Hana berbisik lirih, ia tampak sedih. Ia ingin Ryuuto menanyakan dirinya. Tapi nyatanya, hal itu hanya khayalannya saja.

__ADS_1


"Hana?" Ryuuto menyapa Hana.


"Em, iya. Shena juga tidak kemari, Ryuuto. Dan tidak memberikan kabarnya sudah hampir satu minggu. Aku pikir dia sedang sibuk di kota. Maaf hanya itu yang aku tahu." Hana mencoba tersenyum kepada Ryuuto.


"Em, baiklah. Terima kasih. Jika ada kabar tentang Shena, tolong segera menghubungiku." Ryuuto lalu memberikan kartu namanya.


Hana pun segera menerima kartu nama itu.


"Baiklah, Hana. Sampai jumpa." Ryuuto bergegas keluar dari kedai, ia terlihat terburu-buru.


Hana terdiam, rasanya ia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa yang selalu mengganggu pikirannya. Iapun ikut keluar dari kedai lalu mengejar Ryuuto.


"Ryuuto!" Hana berteriak memanggil Ryuuto yang sedang membuka pintu mobilnya.


Deburan ombak pantai menjadi saksi atas kedua insan yang saling berhadapan ini. Semilir angin pantai pun menemani Hana untuk segera menyatakan perasaannya.


"Ryuuto ... apakah hanya ada Shena di dalam hatimu?" tanya Hana memberanikan diri.


"Hana?!" Ryuuto tampak terkejut.


"Ryuuto, sebenarnya aku ...." Hana berusaha mengungkapkan rasa.


Tampak raut wajah Hana yang malu, pipinya merona saat bibirnya ingin menyampaikan sesuatu. "Sebenarnya sejak SMA aku sudah mempunyai rasa untukmu." Hana mulai mengakui.


Ryuuto pun menutup pintu mobilnya, ia tidak jadi masuk ke dalam mobil. Ia ingin mendengarkan pernyataan Hana terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aku ...." Hana menggigit bibirnya.


"Hana, katakanlah. Tidak usah sungkan." Ryuuto kemudian berjalan mendekati Hana.


Hana masih terdiam, ia bingung. Keringat dingin pun mulai keluar dari dahinya yang tertutupi bando berenda putih.


"Hana?" panggil Ryuuto lagi.


Hana menarik napas panjang lalu berlari mendekati Ryuuto.


"Ryuuto ...." Hana memeluk Ryuuto. "Aku ... menyukaimu." Ia akhirnya mengungkapkan rasa.


Ryuuto terkejut, ia tidak menyangka jika akan mendengar hal ini. Ternyata selama ini ada seorang wanita yang diam-diam menyukainya. Rasa di hatinya pun bercampur aduk menjadi satu.


Dia ... dia menyukaiku?


Ryuuto tak percaya. Ia kemudian memegang kedua tangan Hana yang melingkar di pinggangnya. Menyadari hal itu, Hana segera melepaskan pelukan lalu menjaga jarak dari Ryuuto.


"Maafkan aku, Ryuuto. Aku tahu jika salah mengatakan hal ini. Tapi aku tidak dapat berlama-lama memendam rasa. Maafkan aku."


Hana kemudian membungkukkan badannya dan segera berbalik, berjalan menuju ke arah kedai. Ia berjalan begitu cepat sehingga membuat Ryuuto tidak bisa berpikir, apa yang harus dilakukannya saat ini.


"Hana ...."


Ryuuto hanya dapat menerima hal yang Hana ungkapkan. Dilema diam-diam mulai merasuki jiwanya karena pernyataan cinta yang tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2