Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Janji Persahabatan


__ADS_3

"Stop!" Tiba-tiba Cherry menghentikan jari Ken yang men-scroll layar laptopnya.


"Cherry, ada apa?" tanya Nara yang ikut berkeringat dingin.


"Aku ingin bertanya kepada kalian sebelum meneruskannya." Cherry menatap ketiga pemuda yang ada di sekelilingnya.


"Hah, kau hanya akan memakan waktu saja." Nara mengusap keringat di dahinya.


"Jika kau selalu membantah, akan lebih memakan waktu!" gerutu Cherry seraya memasang wajah kesalnya.


"Baiklah, baiklah." Nara akhirnya pasrah.


Dengan perempuan memang lebih baik mengalah saja, gumam Nara di dalam hati.


"Oke, aku ingin bertanya kepada kalian. Jika band kita tidak masuk sepuluh besar, apakah persahabatan ini akan berakhir?"


Sebuah pertanyaan ringan yang Cherry ajukan mengandung banyak arti bagi ketiga pemuda yang ada di sekelilingnya ini.


"Tidak!" Nara menjawabnya segera. "Apapun yang terjadi, kita akan tetap bermusik sampai waktu itu tiba. Mungkin saat ini tidak berhasil, tapi yakinlah bahwa suatu saat kita akan jadi pemenangnya!"


Nara berkobar-kobar, mengepalkan tangannya, pertanda serius mengejar cita.

__ADS_1


"Ya, aku juga." Sai ikut bicara.


"Aku pun sama." Ken menimpali.


Tersirat senyum manis dari wajah Cherry. Ia kemudian mengajak ketiganya bertumpuk tangan.


"Baiklah D'Justice, kita lanjutkan perjuangan ini!"


Cherry mengulurkan tangannya, diiikuti Ken, Nara dan juga Sai. Mereka kemudian berteriak, "D'Justice!"


"For the world!" seru mereka kompak.


Hah, ada-ada saja ulah si dahi lebar ini.


Nara menggerutu di dalam hati setelah memenuhi keinginan temannya. Sementara Ken segera melihat urutan selanjutnya, urutan ke sembilan nama band kampus yang lolos. Dan ternyata...


"Yeaaahhh!"


"Kita berhasil!"


Mereka berteriak dengan gembira, sampai tidak memedulikan lagi tetangga kanan-kiri yang mendengarnya. Keempatnya beradu tos, saling berpelukan dan berjingkrak-jingkrak, melampiaskan perasaan senang. Ternyata nama band mereka masuk sepuluh besar babak final, berada di urutan ke sembilan.

__ADS_1


"Akhirnya kita berhasil!"


Mereka saling berangkulan, berjingkrak-jingkrak dan memutar arah berlawanan jarum jam. Tersirat kebahagiaan yang berapi-api dari keempat personil D'Justice ini.


Nara, kini saatnya meraih impianmu.


Ken menatap Nara penuh arti. Ia merasa sangat senang dan juga terharu karena akhirnya band miliknya mampu masuk hingga ke babak final.


Ibu, akan kutunjukkan jika bisa membahagiakanmu.


Nara teringat akan ibunya di antara perayaan kecil ini. Ada sebuah tekad yang tersimpan di dalam hatinya untuk membahagiakan sang ibu. Ia sangat menyayangi ibunya yang kini terasingkan karena ulah Shimura, ayahnya sendiri.


Dua minggu kemudian...


Galdi kotor dan gladi resik telah usai dilakukan kesepuluh nominasi band terbaik dalam ajang festival musik band kampus seantero Jepang. Malam ini tepat pukul delapan malam Live Performance akan disiarkan langsung di TV Tokyo, memperebutkan hadiah yang tidak perlu diragukan lagi.


Eksistensi, personal, attitude, dan performance kesepuluh nominasi band terbaik akan beradu secara langsung di hadapan kesepuluh dewan juri. Seratus supporter dari Universitas Tokyo pun turun langsung di bawah komando Kazuo untuk mendukung performance Nara dan kawan-kawannya.


Ya, Kazuo menjadi koordinator para mahasiswa Universitas Tokyo yang datang ke stadion untuk menyaksikan secara langsung malam final festival musik kampus seantero Jepang.


Lalu mampukah Nara dan tim berhasil memenangkan persaingan sengit ini? Dan bagaimanakah aksi panggung mereka?

__ADS_1


__ADS_2