
Esok harinya...
Jadwal D'Justice dimulai pada pukul satu siang. Tapi keempat personil ini sudah tiba pada pukul dua belas waktu setempat. Satu jam itu digunakan untuk memfinalisasi aransemen lagu terbaru mereka.
Seusainya, perpisahan antara D'Justice dan Rose diadakan. Lusy pun mengambil alih band asuhannya kembali. Tampak raut kaku di wajah Nara dan Rose saat berjabatan tangan sebagai salam perpisahan. Hal itu membuat Ken curiga karena tak biasanya sang teman bersikap demikian, tidak seperti sifat aslinya.
"Terima kasih atas bantuan dan kerja sama kalian selama ini."
Dalam balutan seragam bisnis berwarna hitam, Rose mengundurkan diri dari hadapan keempat personil D'Justice yang duduk di ruang pertemuan. Tampak keempat personil mengenakan pakaian khas D'Justice, berupa kaus putih berlambang timbangan hitam.
"Sai, Sai." Cherry menegur Sai yang duduk di sebelah kirinya.
"Ada apa, Cherry?" Sai pun menoleh ke arah Cherry.
"Apa kau melihat kecanggungan di wajah Nara saat berjabat tangan dengan nona Rose?" tanya Cherry setengah berbisik ke Sai.
__ADS_1
"Hmm ...," Sai berpikir. "Mungkin Nara sedang tidak enak badan. Mungkin hal itu yang membuat wajahnya pucat pasi." Sai menanggapi pertanyaan Cherry.
"Hei, di mana Shena? Apakah dia belum juga datang?" tanya Cherry lagi.
"Entahlah, mungkin dia akan menyusul kita nanti," jawab Sai dengan ekspresi datar.
"Ken." Cherry lalu menoleh ke arah Ken yang duduk di sebelah kanannya.
Ken mengangguk, memberi kode kepada Cherry agar tidak terlalu banyak bicara. Di samping Ken sendiri terlihat Nara yang sedang diam tanpa melontarkan sepatah katapun. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya, Nara hanya memutar-mutar pena yang dipegangnya saja.
...
Saat berada di atas panggung, keempatnya tampil dengan sangat profesional. Totalitas sangat ditekankan kepada keempat personil D'Justice ini. Sehingga masalah apapun yang sedang melanda, diharapkan tidak pernah tersirat di hadapan para penonton.
Setelah selesai manggung, salah satu stasiun televisi swasta segera meliput aktivitas D'Justice untuk keperluan acara gosip terkini. Tempatnya sendiri berada di salah satu restoran ternama yang ada di kota tersebut.
__ADS_1
Di restoran...
Shena menyertai ke setiap langkah D'Justice pergi. Hari ini ia tampak elegan dengan seragam bisnis biru gelapnya. Dara manis itu tampak berpamitan kepada Cherry. Sedang personil lainnya tengah melakukan sesi wawancara.
"Permisi, aku ke toilet sebentar." Shena meminta izin.
"Baiklah. Jangan lama ya, Shena. Aku khawatir habis ini giliranku yang diwawancarai." Cherry berpesan kepada Shena agar tidak lama meninggalkannya.
Shena mengangguk. Ia segera menuju toilet restoran untuk membasuh wajahnya yang kusam.
Hari ini melelahkan sekali.
Polesan make-up minimalis ia sapukan di wajah manisnya. Dan dengan segera ia beranjak keluar dari toilet setelah wajahnya terlihat cerah kembali. Namun, tanpa sengaja ia bertemu dengan Rie di depan toilet tersebut.
"Shena?"
__ADS_1
Dara bertubuh sintal nan menggoda yang mengenakan kaus putih dan rok mini hitam itu berjalan mendekati Shena yang beranjak keluar dari toilet. Rie menepuk bahu kiri Shena agar melihat ke arahnya.
"Rie?!" Shena pun terkejut bertemu dengan Rie.