
Malam harinya...
Butiran salju turun perlahan malam ini. Dinginnya cuaca membuat ketiga personil D'Justice mengenakan pakaian musim dinginnya. Terlihat ketiganya memasuki sebuah kedai santap malam. Kedai kecil itu akan menjadi tempat pertemuan mereka dengan Gabril.
Malam ini keempatnya akan membicarakan permasalahan yang sedang mendera Nara. Gabril pun tak lama datang dengan mengenakan pakaian musim dinginnya. Ia masuk ke dalam kedai dan mencari keberadaan Cherry. Dan karena kedainya tidak terlalu besar, Gabril bisa segera menemukan ketiganya yang sedang duduk di pojokan. Ia juga melihat pelayan kedai sedang mengantarkan tiga mangkuk sup untuk disantap oleh mereka.
"Hei, aku mau juga." Gabril mendekati ketiganya.
"Gabril, kau sudah datang? Pesanlah apa yang kau mau." Cherry menawarkan.
"He-em. Baiklah."
Gabril lalu ikut memesan sup seperti yang Cherry pesan. Tak lama sup pesanannya pun datang. Tampak Gabril yang awalnya sedikit ragu untuk menyantap supnya. Namun akhirnya, ia bisa merasakan sendiri bagaimana rasa sup dari kedai ini.
"Bagaimana rasanya?" Cherry berbasa-basi sebentar sebelum beranjak ke inti pertemuan.
"Wah! Luar biasa. Rempahnya sangat terasa." Gabril memuji sup yang dimakan olehnya.
__ADS_1
"Sekali-kali makanlah di tempat yang seperti ini, Gabril. Jangan selalu di tempat mewah. Selain lebih murah, secara tidak langsung kita bisa ikut memajukan usaha kecil ini. Benar kan, Ken?" Sai meminta Ken mengiyakan perkataannya.
"Tumben kau bisa sebijak itu, Sai." Cherry menggerutu.
"Hahaha. Bukannya semua orang bisa berubah, ya?" Sai memegang kepalanya karena malu.
Gabril pun mulai merasakan kehangatan yang selama ini ia impikan. Perlahan-lahan ia dapat membuka diri dan tidak lagi pilih-pilih teman. Ternyata personil D'Justice lebih bersahabat dari perkiraan ia sebelumnya.
"Lain kali kita bisa makan di sini kalau kau mau, Gabril." Ken menambahkan.
"Itu, benar. Sekalian kita ajak Nara juga, ya?" Cherry tersenyum kepada semuanya.
Ken pun ikut tersenyum, diikuti yang lainnya. Mereka akhirnya makan malam bersama sebelum membicarakan hal yang lebih serius lagi.
Sepuluh menit kemudian...
Sebagai minuman penghangat, Ken memesan susu yang dicampur parutan jahe. Sedang ketiga temannya memilih minuman lain. Ken lalu membuka percakapannya setelah santap malam ini selesai.
__ADS_1
"Pagi tadi Nara berhasil melalui mediasi persidangan dengan baik. Sepertinya ayah telah berpesan banyak kepada Nara sebelum mediasi dilakukan." Ken menuturkan.
"Ayahmu?" Sai menoleh ke arah Ken yang duduk di sampingnya.
"Ya, ayahku. Ayahku kesulitan untuk ikut menangani masalah ini. Jadi dia hanya bisa membantunya dari belakang. Aku berharap masalah ini bisa cepat selesai dan kita bisa beraktivitas lagi." Ken mengungkapkan harapannya.
"Aku juga berharap seperti itu, Ken. Tapi, entah mengapa firasatku mengatakan jika ayah Yudo tidak akan tinggal diam dengan hasil keputusan mediasi ini. Kudengar dia cukup terpandang di Tokyo." Sai menambahkan.
"Itu berarti ... perjuangan Nara belum selesai." Cherry tertunduk sedih.
"Maafkan aku, semuanya. Aku juga sudah mencoba bernegosiasi dengan kakakku. Tapi nyatanya pihak label sudah bulat untuk memutuskan kontrak Nara." Gabril pun ikut tertunduk.
"Astaga!" Seketika Sai terkejut.
Ken memberi kode agar Cherry menenangkan hati Gabril. Cherry pun mengerti, ia segera merangkul Gabril untuk menenangkannya.
"Ya, sudah. Tak apa. Kita sudah berusaha untuk membantu Nara. Jangan sedih, Gabril." Cherry mengusap-usap lengan Gabril.
__ADS_1
Gabril pun mengangkat wajahnya. "Terima kasih, Cherry. Andai aku bisa membantu, aku akan ikut membantu." Gabril amat sendu di hadapan ketiganya.