Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Keparat!


__ADS_3

"Nara, maafkan ayah. Hari ini ayah sangat sibuk. Bisakah kau kembali besok?" tanya Shimura sambil mencengkram pundak anaknya.


Nara merasakan sesuatu sedang terjadi pada ayahnya. Ia pun akhirnya pasrah, memenuhi permintaan ayahnya.


"Baiklah, Ayah. Aku mengerti. Kalau begitu aku pamit. Sampai jumpa," ucapnya lalu mulai beranjak pergi.


Shimura mengangguk, mengiyakan Nara. Di dalam hatinya merasa beruntung karena skandal dirinya tidak diketahui oleh putranya. Ia dengan segera menutup pintu apartemen lalu menguncinya dari dalam. Sedang Nara berpikir hal apa yang terjadi saat ini.


Ayah, apa firasatku benar? Seperti yang ibu ceritakan? tanyanya sendiri.


Nara penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Ia lalu berusaha mencari tahu kebenarannya saat itu juga.


Sementara di dalam apartemen...


Shimura segera menyuruh Rie bersiap-siap, pergi dari apartemennya.


"Ada apa, Sayang? Kau tampak gugup sekali."

__ADS_1


Rie yang hanya tertutupi selimut tebal sampai ke bagian dada itu merasa bingung dengan sikap Shimura yang tiba-tiba berubah. Ia heran sendiri.


"Rie, aku minta kau segera bersiap. Kita pergi dari sini, sekarang!" pinta Shimura lalu segera memakai pakaiannya yang berserakan di lantai.


"Tapi kita belum selesai?" sanggah Rie halus.


"Masih ada yang lebih penting dari ini. Tolong cepat bergegas." Shimura meminta ulang kepada Rie.


Rie akhirnya hanya dapat memenuhi permintaan Shimura. Tanpa banyak bertanya, ia segera mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai. Sepuluh menit kemudian, keduanya keluar dari dalam apartemen.


Shimura mengunci pintu apartemennya dari luar, ia kemudian merangkul Rie dengan mesranya. "Aku akan memenuhi apa yang kau pinta, Cantik," jawab Shimura sambil mencolek hidung Rie.


Rie pun tersenyum gembira. Akhirnya, keinginannya itu akan segera diwujudkan oleh Shimura, ayah dari kekasihnya sendiri.


"Baiklah, mari kita pergi," lanjut Shimura sambil berjalan mesra bersama Rie, Rie pun membalas rangkulan Shimura.


Selisih umur dua puluh tahun tidak menyurutkan kemesraan keduanya sama sekali. Rie yang seumuran dengan anaknya itu tampak begitu mempesona dengan tubuh sintal dan menggoda, membuat Shimura betah berlama-lama bersama Rie. Sedang Rie merasa betah karena kekayaan, harta dan jabatan yang Shimura miliki. Mereka seperti pencuri bodoh yang sama-sama menginginkan sesuatu hanya demi memenuhi hasrat semata.

__ADS_1


Begitulah seorang pria, ia diuji saat memiliki segalanya. Sama seperti Shimura yang saat ini memiliki semua yang ia inginkan. Namun sayang, ia tidak dapat melewati ujian ini sehingga rumah tangganya harus hancur berkeping-keping.


Sementara itu dari balik lorong apartemen...


Terlihat Nara yang sedang mengintip keduanya. Wajahnya merah padam karena amat kesal dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Jadi ... ayah?!!"


Putra tunggal Shimura itu akhirnya mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Emosinya memuncak kala kedua matanya melihat sendiri ayah kandungnya berjalan mesra dengan kekasihnya saat ini.


"Rie!"


Nara geram bukan main, laju darahnya begitu cepat. Hampir-hampir saja jantung di dalam tubuhnya pecah karena melihat kejadian itu. Ia segera berbalik sambil mengepalkan kedua tangan. Hatinya benar-benar hancur setelah mengetahui alasan sang ayah yang menolak kedatangannya. Kali ini Nara benar-benar marah kepada dirinya sendiri.


"Wanita sialan!"


Ia kemudian pergi meninggalkan lorong apartemen, tempat di mana ia berada. Ia tidak berniat memergoki Rie saat ini karena emosinya sedang memuncak, khawatir akan ada yang terbunuh jika melampiaskan amarahnya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2