Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Merasa Sendiri


__ADS_3

Siang hari, pukul 11 waktu setempat...


Rie berniat mengunjungi Via di rumahnya karena tak ada kabar beberapa hari terakhir. Tubuh sintalnya terbalut busana musim dingin berwarna merah, terlihat cantik dan juga menggoda. Ia berjalan menuju pintu keluar apartemen.


Semoga Via ada di rumah.


Ia mengunci pintu apartemen dari luar. Dengan menggandeng tas bermerek, ia bergegas menyusuri koridor apartemen. Tapi sebelum meninggalkan pintu, tanpa sengaja ia melihat sebuah kotak hitam persegi, terikat pita kado merah di bawah kakinya.


"Apa ini?"


Rie berjongkok untuk mengambil kotak tersebut. Ia membuka pitanya lalu melihat isi dari kotak hitam itu.


"Aaaaa!!!"


Seketika Rie menjerit saat mengetahui isi dari kotak hitam itu, satu kepala ayam masih utuh dengan bulu dan juga darahnya. Spontan Rie melemparkannya. Dan kemudian terlihatlah secarik kertas tebal yang ikut terjatuh. Rie pun membacanya.


...


AKHIRNYA AKU BISA MENEMUKAN DI MANA WANITA BERHATI IBLIS BERADA.


KINI SAATNYA KEMATIAN MENJEMPUTMU!

__ADS_1


...


Dua baris kata itu membuat bulu kuduk Rie merinding seketika. Ia merasa seperti tengah diawasi oleh seseorang.


Jangan-jangan ....


Rie menoleh ke belakang karena khawatir ada yang sedang mengikutinya. Tapi, halusinasi itu semakin membuatnya ketakutan.


"Siapa yang berani berbuat seperti ini?!" Ia kesal bukan main.


Rie kemudian menelepon bagian kebersihan untuk membersihkan isi kotak yang berceceran. Iapun bergegas pergi, meninggalkan apartemen.


Sementara itu...


Dalam balutan jas hitam lengkapnya, ia berjalan menyalami satu per satu manajer yang mendukung kesuksesan Sony Music. Ternyata di sana juga ada Hata yang ikut rapat dengan pihak owner, manajer Black Pepper.


Michael merupakan kakak dari Gabril. Ia memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang dari sang adik. Ia sangat dewasa, disiplin dan juga mawas diri. Tidak seperti adiknya yang bebas, pecicilan dan masih suka hura-hura.


Selepas mengadakan rapat yang berdurasi satu jam, Michael segera masuk ke dalam ruang kerjanya. Ternyata di sana sudah ada Gabril yang sedang duduk sambil menyilangkan kedua kaki.


"Walaupun sekarang sudah menjadi seorang owner, kau tidak dapat melarangku untuk pergi ke mana pun!" seru Gabril saat berada di ruang kerja Michael.

__ADS_1


"Hn ...."


Michael mengembuskan napasnya saat melihat sifat sang adik yang belum juga berubah. Ia lantas tidak memedulikan ucapan Gabril.


"Kau tahu, Kak. Aku punya teman baru yang juga gitaris salah satu band asuhan Sony Music. Dia sangat baik padaku," lanjut Gabril sambil mengecat kuku jemari tangannya.


Gadis bersurai pirang panjang itu duduk menyilangkan kaki di samping meja kerja Michael, berblus putih dengan rok balon kuning bermotif bunga. Roknya terlihat pendek, sekitar lima senti di atas lutut, membuat sang kakak hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat fashion adiknya yang sudah kebarat-baratan.


"Hei, Kak! Kau mendengarkanku tidak?!" tanya Gabril ke Michael yang terlihat sibuk menandatangi beberapa perjanjian.


"Aku sibuk," jawab Michael singkat.


Mendengarnya, Gabril segera beranjak dari duduk. Ia tampak kesal.


"Hah!" Gabril berdiri. "Aku mau keluar. Lelah rasanya menghadapi kalian. Tidak ibu, tidak ayah dan juga tidak kau, selalu saja tidak punya waktu untukku!" Gabril berjalan ke luar ruangan, meninggalkan kakaknya.


Gadis itu menutup pintu ruangan dengan keras. Ia kesal kepada kakaknya.


"Hn."


Michael tidak banyak bicara saat berhadapan dengan adiknya. Karena jika hal itu dilakukan, maka waktunya akan terbuang percuma.

__ADS_1


"Anak itu masih belum mengerti juga."


Michael memijat dahinya karena ulah sang adik yang belum dapat berpikiran dewasa. Iapun segera melanjutkan pekerjaannya hingga terselesaikan dengan baik.


__ADS_2