Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Sibuk


__ADS_3

Esok harinya...


Jam tujuh pagi ponsel Ken berdering kencang. Sang lead D'Justice pun segera mengangkat telepon begitu tersadar dari tidurnya.


"Halo?" Ken mengucek-ngucek matanya.


"Ken, datanglah ke kantor sebelum pukul sembilan. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan pada kalian." Suara dari seberang.


Ken segera melihat siapa gerangan yang meneleponnya. Dan kemudian ia menyadarinya.


"Baik. Aku akan sampai ke kantor sebelum pukul sembilan. Terima kasih, Manajer Hata," kata Ken dan tak lama sambungan telepon itu terputus.


Semalam mereka begadang tak karuan merayakan ulang tahun Nara, dan baru bisa tertidur pada pukul dua pagi. Alhasil Ken masih mengantuk saat mengangkat telepon dari manajernya. Ia pun lekas-lekas membangunkan kedua teman yang tidur di sampingnya.


"Sai, bangunlah. Manajer Hata menelepon," kata Ken sambil mengguncang lengan Sai.

__ADS_1


"Nara, bangun. Manajer Hata menelepon, keadaan gawat!" Ken membangunkan Nara dengan cara tak biasa, ia mengguncang tubuh Nara sekuat mungkin.


Sontak Nara pun terbangun dengan kejut. Ia bangun dari tidur dan duduk di tempat. Tapi, kedua matanya masih terpejam.


Astaga ... harusnya kami memang tidak membuang waktu untuk hal yang tak perlu.


Ken mencoba bangun sambil meregangkan otot-otot di tubuhnya. Nara pun ikut bangun, menuju pintu kamar. Namun, karena matanya masih terpejam, ia menabrak Ken.


"Aduh!" Nara pun akhirnya tersadarkan setelah menabrak temannya.


"Kau ini berjalan pakai mata, Nara!" Ken mengocehi Nara pagi-pagi.


Mendengar keributan yang terjadi, Sai pun segera bangun dari tidurnya. Ia buru-buru memisahi karena khawatir keduanya bertengkar. Tapi ternyata, keduanya malah tertawa melihat Sai yang bangun kelimpungan. Seketika Sai menyadari jika Ken dan Nara telah bersengkokol untuk membangunnya. Dan akhirnya, mereka segera mempersiapkan diri menuju kantor Sony Music Entertainment Jepang.


Tokyo 8.45 am...

__ADS_1


Nara, Ken, Sai dan juga Cherry tiba di ruangan Hata, manajer barunya. Mereka menunggu kedatangan si empu ruangan yang masih berbincang bersama owner Sony Music. Tak lama, yang ditunggu pun datang. Hata memasuki ruang kerjanya.


"Kalian sudah menunggu lama?" tanya Hata yang membawa banyak dokumen di tangannya.


"Manajer Hata, sepertinya ada hal yang tidak dapat ditunda." Ken mencari tahu.


"Ya, benar. Hari ini aku akan mengabarkan beberapa berita untuk kalian. Kemarilah, duduk di sofa." Hata meminta keempatnya duduk di sofa agar tidak terlalu tegang.


Baik Ken, Nara, Sai maupun Cherry, menuruti permintaan sang manajer. Mereka kemudian duduk di sofa dan mulai membahas beberapa program kerja ke depannya. Terlihat Nara yang seperti keberatan, Ken pun segera mengajukan keringanan kepada Hata.


"Manajer Hata, kami mungkin bisa menerima kontrak dari berbagai acara ini. Tapi mungkin penampilan kami tidak bisa sepenuhnya. Kami belum bisa banyak bergerak." Ken menjelaskan.


"Ya, aku tahu. Aku juga sudah menghubungi pihak produser acara. Dan mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Aku harap ini kabar baik untuk D'Justice." Hata meneguk teh hijaunya.


"Berarti hari ini sudah mulai berjalan, Manajer?" Sai ikut bertanya.

__ADS_1


"Ya, mulai nanti malam kalian akan disibukan dengan banyak jadwal. Syuting video klip yang tertunda pun, lusa akan dibuat. Jadi pintar-pintar kalian mengatur waktu dan menjaga kesehatan." Hata menuturkan.


Keempat personil D'Justice mengerti akan maksud manajernya. Mereka kemudian menandatangi kontrak kerja sama dengan berbagai produser acara. D'Justice akan kembali tampil di layar kaca Jepang.


__ADS_2