Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

Malam hari pukul sembilan waktu setempat…


"Yo, Nara. Sering-seringlah mengajak ku kemari. Aku akan dengan senang hati menerimanya." Kazuo berucap senang saat Nara mengajaknya masuk ke dalam klub malam.


Suara musik yang menggema, mengguncang isi kepala dan memaksa para pengunjung untuk segera mabuk dalam keindahan malam. Banyak gadis berpakaian mini berkunjung ke dalam sana. Sedang para prianya rata-rata mengenakan pakaian yang tertutup, sweter atau kardigan panjang.


Malam ini akan kuselesaikan.


Nara mengantri pemeriksaan pengunjung klub yang datang. Sebuah area yang mana orang-orang menyebutnya sebagai dunia gemerlap malam.


"Ini."


Nara kemudian memberikan identitasnya kepada penjaga klub bersama dengan identitas Kazuo. Mereka lalu dipersilakan masuk oleh penjaga berbadan kekar itu.


Sesaat setelah Nara memasuki area klub, matanya segera mencari-cari sosok yang ingin ia temui. Sementara Kazuo berpisah diri lalu mendekati para gadis yang sedang asik minum di sudut klub malam ini.

__ADS_1


Di sudut bar, terlihat Rie sedang berpesta bersama kedua orang temannya, Nana dan Via. Mereka tampak mengenakan pakaian mini sehingga terlihatlah lekuk tubuh indahnya. Tak ayal, pakaian mereka banyak menarik perhatian pengunjung pria yang datang.


"Hahahaha, akhirnya kau mendapatkan apa yang kau mau, Rie." Via tertawa saat ia memegang kunci mobil baru milik temannya.


"Kau begitu hebat dapat membuat Shimura membelikan mobil mahal seperti ini." Nana ikut bersuara sambil menggerakkan kepalanya, mengikuti alunan musik remix yang diputar.


"Ini masih belum seberapa. Lihat saja, aku akan membuat Shimura memberikanku sebuah rumah. Setelah mendapatkannya, dia akan kutinggalkan. Kujual rumahnya lalu menghilang selamanya." Rie meyakinkan ucapannya.


"Luar biasa, kau wanita yang hebat, Rie. Dapat membuat semua pria bertekuk lutut di hadapanmu. Cheerrrs!" Via mengajak bersulang Rie dan juga Nana.


"Cheeerrrsss, hahahaha..."


"Rie, itu." Via menunjuk Nara.


Rie segera menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Via. Iapun salah tingkah sendiri saat mendapati seorang pemuda berjaket kulit cokelat, tengah berada di belakangnya.

__ADS_1


Gawat! Apa dia mendengar ucapanku?! Seketika Rie menjadi takut.


Rie segera merapikan rambut dan juga pakaiannya. Jantungnya berdebar kencang tidak karuan saat melihat kedatangan Nara.


"Aku ingin berbicara sebentar kepadamu."


Nara meminta Rie untuk mengikutinya ke teras atap klub. Karena jika berbicara di sini, ucapannya itu tidak akan terdengar dengan jelas. Suara musik yang diputar terlalu besar, sehingga sangat menganggu pendengaran.


Rie kemudian menurut, ia bersama Nara menaiki anak tangga menuju teras atap klub. Dan sesuatu kemudian terjadi pada keduanya.


Di teras atap klub...


Nara membelakangi tubuh Rie, ia membiarkan angin malam menerpa tubuhnya. Rie yang takut hanya dapat berdiam diri karena ia tahu siapa Nara sesungguhnya.


Nara adalah atlet bela diri tingkat kota yang selalu menjadi juara dalam mendapatkan gelar sabuk emas. Bahkan kehebatan bela dirinya sudah diakui sejak SMA dulu.

__ADS_1


"Rie."


Nara mulai bicara dengan masih membelakangi Rie. Ia menahan kesal dan juga amarah. Ingin rasanya ia mengikuti kemauan iblis yang menghasutnya untuk menjatuhkan Rie dari teras atap klub. Tapi demi cita-cita dan impiannya, keinginan itupun harus dipendamnya dalam-dalam.


__ADS_2