
"DAFTAR BAND TAMPIL MALAM FINAL FESTIVAL MUSIK BAND KAMPUS MUSIM KE DUA, SEBAGAI BERIKUT..."
Layar lebar kemudian memperlihatkan kesepuluh foto band yang akan tampil lalu mengacaknya. Dan beberapa detik kemudian, layar lebar itu menunjukkan hasil acakannya.
"Apaa?!" Cherry terkejut melihat nama bandnya.
"Oh, sial!" Nara mendengus kesal.
"Kalian, tenangkan diri," pinta Ken kepada yang lain.
Sai hanya tersenyum di saat mendapati nama band-nya berada di urutan terakhir.
"Aku bisa tidur sebentar jika seperti ini," ucap Nara yang lemas karena ternyata D'Justice berada di urutan ke sepuluh alias tampil terakhir.
"Hei, sudah!" Ken menepuk punggung temannya.
Ada rasa kecewa menghampiri Nara dan personil lainnya saat mengetahui hasil acakan band yang akan tampil di panggung festival ini. Namun, yang namanya kompetisi harus dapat menerima apapun hasilnya.
Tokyo, 9.00 pm...
Band urutan ke dua akan segera unjuk gigi. Nara bersama ketiga personil band D'Justice malah tidur di sebuah ruang fitting baju yang disediakan untuk para nominator. Mereka memutuskan beristirahat sejenak sebelum tampil.
10.00 pm...
Nara masih tertidur pulas, namun tidak dengan Cherry, ia telah bangun. Cherry kemudian memesan makanan untuk ketiga personil band-nya. Seusai makanan itu sampai, Cherry membangunkan ketiganya untuk makan bersama.
__ADS_1
11.00 pm...
Enam band telah tampil. Nara, Ken dan Sai malah asik berendam di air hangat sebelum pentas mereka dimulai, begitu juga dengan Cherry. Mereka rela menaiki scooter menuju tempat pemandian air panas yang tidak jauh dari stadion festival.
"Seru sekali malam ini." Nara terus berendam.
"Hei, kau cepatlah! Sudah enam band yang tampil." Ken beranjak pergi dari hadapan Nara.
"Ya, ya. Kau tenang saja, Ken." Nara segera mengikuti Ken, membilas tubuhnya. Sedang Sai sudah segar saat keluar dari kamar mandi.
Tokyo, 11.45 pm...
Keempat personil sudah tiba di belakang panggung. Saat mereka tiba, band urutan ke sembilan baru saja memulai aksinya.
"Tenang, Cherry. Kazuo tidak akan berbohong."
Nara menanggapi Cherry sambil tersenyum lebar tanpa dosa. Ternyata Kazuo, teman sefakultas Nara lah yang memberi tahu jika acara sudah mendekati akhir.
"Mereka mana tahu jika kita melakukan hal bodoh seperti ini, hahahaha." Sai tiba-tiba tertawa yang membuat ketiga personil lainnya bingung.
"Tumben kau dapat tertawa," ejek Nara.
Sai benar-benar merasakan keseruan semenjak bergabung dengan band milik Ken. Ia dapat menjadi lebih akrab dengan orang lain.
"Tak apa, aku hanya heran saja dengan kalian. Hahahaha."
__ADS_1
Sai lagi-lagi tertawa. Ia merasa hal yang baru saja dilakukan bersama teman-temannya itu tidak pernah terpikirkan sama sekali.
"Bisa-bisanya kami melakukan hal seperti ini, begitu maksudmu?" tanya Cherry kepada Sai.
"He-em." Sai mengangguk, tak percaya akan waktu yang telah ia lalui bersama ketiga temannya.
"Oke, baiklah. Kita bersiap-siap, dua lagu lagi. Cherry, kau sudah siap?" tanya Ken kepada kekasihnya.
Sebagai lead band, Ken selalu menjaga stamina dan mood para personilnya agar selalu fokus dan juga fresh setiap akan tampil. Tanpa Ken, mungkin D’Justice tidak akan terarah seperti ini.
"Siap!!!" Cherry menunjukkan jempol tangannya kepada Ken, pertanda sudah siap untuk beraksi.
"Baiklah, mari kita berdiri." Ken menginstruksi personil band-nya.
Mereka berdiri melingkar sambil berangkulan.
"Mari kita berdoa sebelum pertunjukkan ini dimulai. Ingat! Fokus, fokus dan fokus!" seru Ken memberikan semangat.
Mereka mengangguk lalu memulai doa bersama. Setelahnya tangan mereka bertumpuk. Dimulai Ken, diikuti Sai, Nara dan Cherry.
"D'Justice!" teriak Ken.
"For the world!" sahut keempatnya kompak.
Akhirnya pertunjukkan mereka akan segera di mulai. Here they are!
__ADS_1