
Di-dia?!! Nara terkejut saat melihat pria berkemeja biru datang, masuk ke dalam ruangan pertemuan. Dia kan yang bersama Shena malam itu?!
Nara mencoba mengingat kembali sosok yang datang ke dalam ruang pertemuan. Dan yang wanita pun kemudian menyusulnya.
"Shena?!" Nara terkejut bukan main saat melihat Shena juga masuk ke dalam ruangan meeting milik Sony Music Jepang.
"Anak-anak, perkenalkan. Ini adalah Tuan Ryuuto yang akan menjalin kerja sama dengan kita selama satu minggu ke depan." Lusy memperkenalkan Ryuuto.
"Dan yang ini adalah Nona Shena, jurnalis yang akan meliput semua kegiatan kalian," lanjut Lusy.
"Shena!" Cherry berteriak saat melihat Shena datang.
"Cherry?" balas wanita cantik yang memang benar adalah Shena.
__ADS_1
"Cherry! Jaga sikapmu!" Teriakan Cherry membuat Lusy berseru tegas kepadanya.
"Maaf." Cherry pun segera menunduk karena merasa bersalah.
"Baiklah, keseharian kalian nantinya akan diikuti oleh Nona Shena, sebagai jurnalis yang akan meliput semua kegiatan kalian. Silakan, Tuan Ryuuto. Mari kita menandatangi kontrak."
Lusy mengajak Ryuuto menandatangi kontrak kerja sama dengan pihak Sony Music. Rupanya pihak redaksi tertarik untuk meliput semua kegiatan yang D'Justice lakukan.
"Hei, Sai! Bukannya pacarmu juga seorang jurnalis, ya?" Cherry bertanya kepada Sai yang duduk di sampingnya dengan nada setengah berbisik.
Nara tampak salah tingkah saat tahu Shena akan menyertainya selama satu minggu ke depan. Ia hampir depresi karena ketiga gadis akan mengikuti ke setiap langkah kakinya. Shena sebagai jurnalis yang akan meliput kegiatan D'Justice, Rose yang memback-up tugas manajer, dan juga Gabril yang ingin ikut menyertainya.
Aduh, kenapa malah begini? Aku tidak menyangka akan bertemu Shena di saat seperti ini. Ya, ampun ....
__ADS_1
Nara tidak habis pikir dengan takdir yang harus ia jalani. Ia dilanda kebimbangan saat tahu jika mantannya akan ikut serta ke dalam setiap aktivitasnya, selama satu minggu ke depan. Tentunya ia harus dapat menjaga sikapnya agar tidak melukai ketiganya. Terutama Shena yang memang sangat ia inginkan.
Semoga saja aku bisa menjalaninya. Entah harus bersyukur atau berontak karena hal ini. Ya ampun, aku pusing sekali.
Nara terus berbicara di dalam hati. Sementara sang mantan terlihat mencuri pandangnya dari jauh. Ia duduk tidak jauh dari tempat di mana Nara berada.
Nara ... mungkin inilah takdir yang harus kita jalani.
Shena berusaha menerima takdirnya. Walaupun kenyataannya akan sangat berat sekali. Terlebih Ryuuto kini semakin dekat dengannya. Ia pun dilanda kebimbangan.
Lain Nara, lain Shena, lain juga dengan Rose. Rose tampak berbunga-bunga setelah melalui malam bersama Nara. Ia semakin percaya diri untuk menjalani hari. Rasanya ingin terus melakukannya bersama Nara. Ya, hanya Nara seorang yang begitu ia inginkan saat ini.
Aku akan lebih berani dari yang semalam, Nara.
__ADS_1
Rose membulatkan keinginannya. Ia tidak lagi peduli terhadap dampak yang akan terjadi. Cinta itu telah membutakan pikirannya. Dan sekarang hanya ada Nara seorang di dalam hatinya.
Cinta benar-benar dapat membuat seorang berubah. Berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Tergantung bagaimana sikap si penerimanya. Namun, ada kalanya cinta dapat membutakan apa saja. Maka berhati-hatilah menyikapinya. Jangan sampai terjerumus dengan mengatasnamakan cinta. Karena sejatinya cinta itu bersih dan juga suci.