Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Tulus


__ADS_3

Raut kesedihan dari wajah Ryuuto akhirnya bisa mereda setelah meletakkan bunga mawar merah miliknya. Ia pun kembali duduk di kursi.


"Sudah selesai, Shena." Ryuuto tersenyum setelah meletakkan bunga tersebut.


Sebagai seorang pria tentunya Ryuuto berharap jika Shena membalas cintanya. Tapi kini ia hanya ingin Shena pulih dari keadaan yang sedang diderita.


"Shena, aku berharap kau dapat segera pulih, itu saja. Aku tahu cintamu padanya begitu besar. Jadi, aku memutuskan untuk mulai menyayangi sepupumu sendiri? Ya, Hana mengungkapkan perasaannya waktu itu kepadaku dan aku tidak ingin menyesal untuk yang ke dua kalinya." Ryuuto bercerita.


"Cepatlah sembuh, Shena. Rasa sayangku padamu akan terus ada walau nanti kita sudah mempunyai pasangan masing-masing. Bukankah cinta itu tidak harus memiliki? Aku merelakanmu bersamanya, bersama seseorang yang sangat kau cintai," lanjut Ryuuto dengan linangan air mata yang hampir terjatuh.


Pernyataan Ryuuto terdengar di kedua telinga Nara, yang mana membuat Nara semakin merasa bersalah. Ternyata selama satu tahun ini Shena berpegang teguh dengan hatinya, tidak menerima siapapun termasuk Ryuuto yang telah lama mengejarnya.


Shena ... kau memang seorang wanita yang patut diperjuangkan.


Rasa sesal itu menyelimuti Nara karena telah menyia-nyiakan Shena. Seorang gadis yang benar-benar mencintainya.

__ADS_1


Nara kemudian memberanikan diri masuk ke dalam ruangan Shena. Ia pun menyapa Ryuuto yang sedang duduk membelakangi.


"Tuan Ryuuto, kau berada di sini?" sapa Nara yang seketika mengagetkan Ryuuto.


Ryuuto segera menghapus linangan air matanya. Ia lalu menoleh ke arah Nara yang masih berada di depan pintu.


"Hm, Nara. Lama tidak bertemu." Ryuuto segera membalas sapaan Nara seraya berdiri.


Nara berjalan mendekati keduanya sambil menebarkan senyuman palsu, agar Ryuuto tidak mengira jika dirinya telah menguping apa yang Ryuuto ucapkan kepada Shena.


"Tolong panggil saja aku dengan sebutan Ryuuto. Aku rasa usia kita tidaklah jauh berbeda." Ryuuto keberatan dengan sikap formal Nara kepadanya.


"Em, baiklah. Maaf jika aku terlalu formal kali ini. Mungkin masih belum terbiasa." Nara beralasan lalu tertawa menutupi perasaan sesal di hatinya.


"Ya, tidak apa-apa." Ryuuto memaklumi. "Oh, ya. Hana sedang membeli makan siang, mungkin sebentar lagi dia akan datang. Kalau begitu aku permisi, Nara." Ryuuto berpamitan.

__ADS_1


"Hm, baiklah." Nara pun mengiyakan.


"Aku titip Shena padamu. Jagalah dia dan sayangi dengan segenap jiwa dan ragamu," ujar Ryuuto sambil menepuk bahu Nara, sebelum berjalan keluar ruangan.


Sebuah perkataan memiliki arti besar terdengar jelas di telinga sang pemuda bermata biru ini. "Baik. Terima kasih banyak, Ryuuto."


Nara pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ryuuto sebelum pemuda itu menutup pintu ruangan dari luar. Si pemuja rahasia Shena ini akhirnya berlalu dari ruangan tempat di mana Shena dirawat.


Shena ... selamat berbahagia bersama pria pilihanmu. Semoga hubungan kalian abadi.


Ryuuto berdoa dalam hati sambil terus berjalan meninggalkan ruangan Shena.


Cinta Ryuuto terhadap Shena amatlah tulus. Tapi sayang, Shena tidak pernah membuka pintu hati untuknya. Ryuuto pun akhirnya memutuskan untuk merelakan Shena bersama Nara. Dan ia akan berusaha untuk menyayangi Hana yang telah lama memendam perasaan kepadanya, sepupu Shena sendiri.


Cinta terkadang memang tidak harus memiliki jika hanya sebelah pihak yang mencinta. Tapi, cinta patut diperjuangkan jika kedua pihak sama-sama saling mencintai, saling berjuang dan saling menguatkan.

__ADS_1


__ADS_2