
Beberapa menit kemudian...
Shena dibawa oleh Yudo ke dalam sebuah ruangan. Lagi-lagi ia mengikat Shena di kursi kayu sambil menunggu kedatangan Nara di balik pintu. Nara pun terus mengejarnya, dan tak lama ia tiba di depan sebuah ruangan berukuran 4x4 meter.
"Shena!"
Saat Nara ingin masuk ke dalam ruangan, ia melihat Shena sedang terikat di kursi. Nara pun ingin melepaskan ikatan itu, tapi Yudo sudah berjaga di belakang pintu. Yudo berniat menghabisi nyawa Nara di hadapan Shena.
"Na ... Ra." Shena berucap lemah.
Nara melihat Shena sedang duduk bercucuran air mata. Saat ia melangkahkan kaki untuk mendekati Shena, Yudo dengan segera mengarahkan pistolnya ke arah Nara. Peluru itupun meluncur. Terlihat Shena memejamkan kedua matanya karena tidak sanggup melihat apa yang terjadi.
"Keparat kau, Yudo!"
Nara segera mematahkan tangan kanan Yudo dengan satu pukulan. Pistol itupun jatuh, Nara lalu menendangnya jauh-jauh.
Nara memutar tubuh Yudo menghadap ke arahnya. Ia meninju perut Yudo dengan tiga kali pukulan keras. Belum puas meninju, ia kemudian menendang Yudo ke samping Shena. Yudo pun jatuh, tubuhnya mengenai kayu-kayu yang ada di dalam ruangan. Tapi Yudo belum mati, ia perlahan bangun sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
"Hah, apakah hanya ini batas kemampuanmu, Nara?" ledek Yudo kepada Nara.
"Kau jangan banyak bicara, Yudo!"
Nara lalu menyerang Yudo dengan berbagai macam pukulan tangan, tapi kali ini Yudo dapat menahannya. Di hadapan Shena yang menangis, keduanya beradu tangan dan kaki dan berniat untuk saling menjatuhkan. Mereka beradu begitu cepat, sampai Yudo menggunakan cara liciknya untuk menendang bagian intim Nara.
"Aaaghh!!"
Nara pun terdorong ke belakang dan jatuh lemas karena ulah licik Yudo. Padahal dalam tata pertarungan dilarang keras mengenai bagian intim. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Yudo, si psikopat kelas kakap.
"Matilah kau, Nara!"
BRRAKKK!!!
Hantaman keras yang Yudo layangkan pun akhirnya membuat kursi kayu yang diduduki Shena rusak parah.
"Shena!!!"
__ADS_1
Dalam rasa sakit yang luar biasa karena area intimnya ditendang, Nara berusaha bangun untuk menyanggah tubuh Shena yang perlahan jatuh.
"Na-ra ...."
Shena tersenyum saat melihat wajah pemuda bermata biru ini. Ia seperti bahagia karena dapat melindungi Nara, walaupun harus mengorbankan dirinya sendiri. Dan tak lama, Shena pun memuntahkan darah dari tubuhnya.
"OHOKK!!" Darah itu keluar dari mulutnya dan mengenai Nara.
"Shena! Shenaaaa!!!"
Nara berusaha menahan tubuh Shena dalam rasa sakitnya. Ia menyanggah tubuh sang mantan yang kemudian jatuh tak sadarkan diri.
"SHEENAAAA!!!"
Betapa sedih dan pilu hatinya saat melihat Shena tak sadarkan diri karena berusaha untuk melindungi dirinya. Nara pun berteriak dalam derai air mata penuh amarah.
"Keparat!!!"
__ADS_1
Ia berubah menjadi singa buas di hadapan Yudo. Sedang Yudo terkejut karena balok kayunya ternyata mengenai tubuh Shena. Ia tidak menyangka jika Shena akan mengorbankan diri untuk melindungi Nara.
"Shena ...." Yudo memundurkan langkah kakinya ke belakang.