Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Menutupi Kesedihan


__ADS_3

Setengah jam kemudian, di perjalanan menuju kantor Sony Music Entertainment Jepang…


Nara sudah sampai di sepertiga jalan terakhir, menuju kantor Sony Music. Ia bersama Gabril di dalam mobil dan berdiaman sedari tadi. Nara pun bingung dengan sikap Gabril yang berubah. Ia lalu menanyakan perihal apa yang terjadi pada gadis yang duduk di sampingnya ini.


“Kau kenapa? Sedari tadi hanya diam. Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?” tanya Nara kepada Gabril.


“Ah, tidak. Aku baik-baik saja.” Gabril terlihat sungkan berterus-terang.


Nara pun tertawa sendiri. “Kau ini lucu, wajahmu jelek tahu kalau cemberut seperti itu.” Nara menggoda Gabril.


Seketika sang gadis menoleh ke arah pemuda yang sedang menyetir mobil. Ia lalu tertunduk sendiri. Nara pun semakin bingung dengan gadis di sampingnya ini.


“Katakanlah jika ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu. Jangan dipendam sendiri.” Nara menawarkan diri menjadi tempat curhat bagi Gabril.

__ADS_1


“Nara.”


“Hm?” Nara menoleh.


“Aku akan pergi ke Amerika untuk kuliah di sana.” Gabril akhirnya membuka suara.


“Lho, bukannya kau akan kuliah di sini?” Nara terkejut.


“Tadinya seperti itu, tapi rasanya aku tidak mempunyai alasan untuk tetap di sini.” Gabril tertunduk sedih.


“Jika karenamu, apakah kau akan menahan keberangkatanku ke Amerika?” Gabril balik bertanya.


Nara menyadari jika gadis di sampingnya ini memang menyukainya. Tapi ia juga tahu jika hatinya tidak bisa cepat berpindah. Baru beberapa hari ia ditinggalkan Shena, dan itu bukanlah hal yang mudah baginya. Ia membutuhkan banyak waktu untuk melupakan semua kenangan yang telah tercipta bersama Shena. Karena sejak SMA, Shena lah yang setia menemaninya.

__ADS_1


“Gabril, maafkan aku jika keberangkatanmu ke Amerika karenaku. Aku tidak ada niat untuk mengabaikanmu. Hanya saja pertemuan kita memang mendadak sekali. Sedang hatiku masih terpaut padanya.” Nara menjelaskan baik-baik kepada Gabril.


Gabril tersenyum, ia menutupi kesedihan di dalam hatinya. “Ya, aku tahu. Maka dari itu aku ingin kuliah di sana. Semoga aku bisa mendapatkan kebahagiaan yang selama ini aku impikan.” Gabril berusaha tersenyum walaupun hatinya sakit.


“Teruslah berjuang, Gabril. Aku akan selalu mendukungmu.” Nara pun tersenyum kepada Gabril.


Tidak dapat dipungkiri jika Gabril akhirnya mengakui perasaan yang ada di dalam hatinya. Jika dirinya ternyata menyukai Nara. Tapi sayangnya, sang pemuda belum bisa menerima perasannya itu. Nara masih diliputi kesedihan mendalam akibat ditinggalkan Shena.


Nara tidak ingin cepat berpindah hati karena ia tidak ingin menyakiti perasaan wanita lagi. Sebisa mungkin ia menjadikan pelajaran berbagai peristiwa yang telah menimpanya. Ia tidak ingin kembali salah langkah. Dan ia berharap Gabril bisa memakluminya.


Pagi ini menjadi saksi atas kesedihan hati seorang gadis karena mendapat penolakan halus dari seorang pemuda yang disukainya, Nara Shimura.


Nara, terima kasih. Jaga dirimu baik-baik di sini. Nanti malam aku akan segera berangkat. Maaf jika aku terkesan memaksamu. Aku hanya butuh seorang teman sebagai tempat berbagi. Dan aku menginginkan hal itu darimu. Tapi sepertinya, perasaan ini harus berakhir.

__ADS_1


Gabril menghela napas untuk menormalkan dadanya yang terasa sesak. Tak berapa lama mobil Nara pun tiba di parkiran gedung Sony Music Entertainment Jepang. Keduanya lalu segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung. Nara berniat membicarakan status kontrak dengan manajernya, Hata.


__ADS_2