Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Pura-pura Cinta


__ADS_3

Esok harinya, di dekat pantai...


Yudo memarkirkan mobilnya di tepi jalan dekat pantai. Ia bersama Via sedang mengobrol di dalam mobil sambil menikmati udara segar pagi ini.


"Yudo?"


Tampak keceriaan di wajah Via saat Yudo memberikannya sebuah cincin permata. Yudo tidak henti-hentinya memuji kecantikan korban selanjutnya.


"Via, kau sungguh cantik. Gaun putih yang kuberikan ternyata sangat pas di tubuh indahmu," rayu Yudo sambil membelai lengan Via.


Via tersipu, sanjungan yang Yudo berikan membuat hatinya luluh-lantak dan bermekaran bak bunga mawar. Tak sulit bagi Yudo untuk menaklukan hati wanita dengan akal bulusnya. Rupa yang tampan dan uang yang berlimpah, cukup membuat gadis manapun menuruti kemauannya.


"Yudo, nanti malam kau akan mengajakku ke mana?" Via bertanya tentang janji Yudo yang akan memberikan semua permintaannya.


Mendengar hal itu, otak Yudo kembali bekerja untuk memuaskan hasrat psikopatnya. Yudo membuat rencana lain untuk Via.


"Tenang, Sayang. Aku akan mengajakmu melihat pemandangan yang indah. Dan juga memberikan kado spesial untukmu." Yudo tersenyum, ia tampak menyusun siasat selanjutnya.

__ADS_1


Keduanya baru saja menghabiskan malam di sebuah hotel mewah Zushi Resort. Gadis itu tak henti-hentinya tersenyum kala mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Yudo.


Tiba-tiba, ponsel Via berdering kencang, memecahkan suasana romantis yang sedang terjadi.


"Sebentar, ya. Aku angkat telepon dulu." Via meminta izin kepada Yudo.


Yudo pun mengangguk. Via lalu segera mengangkat teleponnya.


"Halo, Rie?" Ternyata telepon itu berasal dari Rie.


"Apa?!" Raut wajah Via berubah seketika. Ia pun melirik ke arah Yudo.


"Ada apa, Via?" tanya Yudo yang khawatir penyamarannya akan terbongkar.


"Yudo, sepertinya aku harus bertemu temanku sekarang," jawab Via yang gugup.


"Kau tidak apa-apa, Sayang?" tanya Yudo, berpura-pura cemas dengan keadaan Via.

__ADS_1


"Hm, tidak. Temanku sudah kembali ke sini. Dia membawa banyak oleh-oleh untukku. Tak apa ya aku tinggal?" Via bersiap keluar dari mobil Yudo.


"Tidak mau kuantar?" Yudo pun menawarkan diri.


"Tidak usah. Sampai nanti," jawab Via cepat sambil tersenyum.


Sebuah kecupan pun mendarat di bibir Yudo sebagai salam perpisahan dari Via. Gadis itu segera keluar dari mobil lalu menaiki taksi. Ia tidak ingin arah tujuannya diketahui oleh orang lain, sekalipun Yudo yang kini telah menjadi pacarnya. Dan tanpa Via ketahui, ponselnya itu ternyata telah disadap oleh Yudo.


"Ternyata Rie memang benar temanmu. Dasar wanita biadab!" Yudo geram saat mengetahui siapa Via yang sebenarnya.


Yudo telah mengetahui jika Via adalah teman sekaligus budak Rie. Seorang gadis yang pernah menjebaknya dulu.


"Aku akan membuatmu kembali, Shena." Yudo berjanji dalam senyuman liciknya.


Tujuan utama Yudo adalah membuat Shena kembali dan menyingkirkan siapa saja yang menghalangi ambisinya. Apapun dan bagaimanapun caranya. Ia tidak lagi peduli kepada siapapun dan apapun asalkan misinya berhasil. Baginya hanya menginginkan Shena kembali, tidak yang lain.


Yudo berubah drastis semenjak Shena menolak permintaannya untuk kembali. Namun, bukan tanpa alasan Shena menolaknya. Melainkan Shena amat sakit hati karena melihat langsung apa yang terjadi di kamar Yudo waktu itu. Yudo dan Rie sedang asik bergumul dalam nafsu.

__ADS_1


Lagi dan lagi Shena harus merasakan sakit karena ulah Rie. Dan bukan hanya Yudo yang direbut darinya, tapi juga Nara. Sedang Rie tertawa puas dalam penderitaan Shena.


__ADS_2