Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Pernyataan Cinta


__ADS_3

"Shena, aku sangat berharap jika suatu saat perasaan yang ada padaku ini dapat terbalaskan," kata Ryuuto yang ditanggapi keterkejutan Shena.


"Ryuuto, tapi—"


"Aku yakin jika Hima sudah memberi tahumu. Selama beberapa bulan ini akulah yang selalu meletakkan bunga mawar di atas meja kerjamu. Selalu menulis kata-kata indah untukmu. Sebagai bentuk rasa ... yang ada di dalam hatiku. Apakah ... apakah kau tidak juga mengerti?"


Ryuuto sedikit terbata mengungkapkannya. Lidahnya tiba-tiba berkeluh karena tidak dapat menahan keinginan hati yang sudah lama menanti.


Shena pun beranjak berdiri. Ia mendekati Ryuuto. "Ryuuto, aku ...."


Shena mengerti akan maksud perkataan Ryuuto, tapi trauma mendalam membuatnya tidak dapat membalas apapun yang Ryuuto ucapkan. Mereka kemudian terdiam cukup lama, sambil menikmati sapuan angin pantai yang menyerang tubuh keduanya dengan kencang. Ombak yang berkejaran pun menjadi saksi di antara dua hati yang belum siap menerima kekalahan.


"Shena ...,"


Ryuuto kemudian berbalik menghadap Shena. Kedua tangannya berusaha meraih pundak gadis itu, tapi segera ia tepiskan.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaksamu. Aku akan menunggu, dan ... aku minta ambil kembali surat pengunduran diri yang kau letakkan di atas meja kerjaku. Aku pamit." Ryuuto membalikkan badannya lalu berjalan meninggalkan Shena.


"Ryuuto!"


Shena tidak mampu berdiam lagi. Ia kemudian mengeluarkan ketakutan yang sedang melanda hatinya. Ryuuto pun berhenti sejenak di saat Shena memanggilnya, namun dengan tetap membelakangi gadis itu.


"Aku bukanlah seorang gadis yang utuh. Apakah hal itu akan membuatmu mundur dari perasaanmu saat ini?" Shena bertanya tanpa berani melihat ke arah Ryuuto.


Ryuuto menelan ludahnya, hatinya seperti tercabik di saat Shena mengungkapkan keadaan dirinya. Sebuah perkataan yang sangat ia pahami maksudnya. Tapi, cinta itu tidak memandang kasta, harta, raga maupun rupa.


Ryuuto ....


Perkataan Ryuuto membuat hati Shena luluh. Tak terasa bulir air mata itu jatuh membasahi pipinya. Seorang Ryuuto dapat menerima keadaan Shena yang sudah tidak lagi sempurna. Kekuatan cinta yang Ryuuto berikan, seakan menjadi bara api yang membakar semangat hidupnya.


"Ryuuto ...."

__ADS_1


Shena tersentuh, terlebih saat ia mengingat penuturan Hima tentang Ryuuto, yang tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Pemuda itu telah lama mencintainya dalam diam.


"Maafkan aku, Ryuuto."


Ryuuto memang tidak pernah mempunyai pacar ataupun seorang teman dekat sepanjang hidupnya. Barulah Shena yang membuat pandangannya berubah 180 derajat. Ia mencintai Shena dan siap menerima segala keadaannya. Sangat miris memang, tapi itulah yang terjadi. Mungkin ini adalah arti cinta yang sesungguhnya, siap menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing.


Ryuuto? Shena?


Tanpa keduanya sadari, Hana menguping pembicaraan itu dari balik dinding teras belakang kedai. Ia terkejut dengan hal yang didengarnya.


"Jadi Ryuuto mencintai Shena?" Hana bertanya-tanya sendiri.


Hana menelan ludahnya. Ia berkecil hati setelah mengetahui isi hati Ryuuto yang sebenarnya.


"Ternyata aku salah."

__ADS_1


Ia kemudian beranjak pergi dari tempat di mana dirinya berada, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Entah mengapa kini ada perasaan sedih yang menyelimuti hatinya. Sebuah perasaan yang ia pun tidak mengerti mengapa bisa sampai terjadi.


__ADS_2