Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Kecemasan Seorang Ibu


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Shina tergesa-gesa memasuki kantor Kepolisian Tokyo. Ibu muda bergaun biru tersebut segera menemui Zain di ruangannya. Tentunya setelah melewati pos pemeriksaan terlebih dahulu.


"Zain." Shina mengetuk pintu ruangan Zain.


"Masuk!" Zain pun mempersilakan.


Shina segera membuka pintu ruangan. "Zain, apa yang terjadi pada Nara? Kenapa Nara bisa ditahan? Dan sekarang di mana dia?" Shina panik sejadi-jadinya.


"Duduklah, Shina. Aku akan menceritakannya padamu." Zain meminta Shina untuk duduk terlebih dahulu.


Ibu dari Nara itu segera duduk di depan meja kerja ayah Ken. Zain kemudian memberikan surat keterangan penahanan Nara kepada Shina. Shina pun segera membaca surat penahanan tersebut.


"Apa?! Astaga! Nara membunuh?!!" Shina menutup mulutnya, ia terkejut bukan main.


"Dia tidak menceritakan apapun padamu sebelum hal ini?" tanya Zain kepada ibu dari teman anaknya itu.

__ADS_1


"Tidak. Nara tidak menceritakan apapun padaku selain memperkenalkan Shena sebagai tunangannya. Tapi kini Shena tiada, dia sudah meninggal dunia." Shina menceritakan yang sebenarnya.


"Ya, aku tahu. Dan hal ini juga ada kaitannya dengan Shena. Nara membunuh Yudo karena Yudo telah melukai Shena."


"Apa?! Maksudmu?" Shina bingung.


"Shena terkena hantaman kuat dari balok kayu milik Yudo. Tulang belakangnya mengalami keretakan dan terjadi pembekuan darah di kepalanya. Hal itulah yang membuat Shena bisa sampai meninggal dunia." Zain menceritakan.


"Tap-tapi, mengapa bisa Shena sampai terkena hantaman balok, Zain?" Shina tak mengerti.


"Shena berusaha melindungi Nara dari hantaman balok tersebut. Dan akhirnya Shena koma beberapa hari setelah itu." Zain menjelaskan kembali.


"Gadis itu telah menyelamatkan putramu. Tapi masalahnya, ayah dari pria yang dibunuh oleh Nara, menuntut agar putramu dipenjara. Dia tidak ingin membiarkan Nara berkeliaran bebas di luar.


"Zain, bukankah kau bisa menolong putraku?" Shina berharap kepada Zain.


"Saat ini bukan aku yang menangani kasusnya, melainkan atasanku langsung. Aku tidak bisa melakukan banyak hal untuk membantu putramu. Kecuali jika kita menemukan pemberat atas perbuatan Yudo. Nara bisa saja bebas dari penjara." Zain menjelaskan dengan gamblang.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya?" Shina cemas sendiri.


"Aku akan menyelidiki siapa saja orang yang dekat dengan Rie. Mungkin sebuah petunjuk bisa kita temukan," kata Zain lagi.


"Zain, aku berharap besar padamu. Berapapun biayanya akan kutanggung asal Nara dibebaskan." Shina memohon.


"Masalahnya tidak semudah yang kita pikirkan, Shina. Karir Nara bisa saja hancur jika awak media mengetahui hal ini. Dan kita tidak bisa menjamin apakah ayah Yudo tidak akan menyebarkan berita ini." Zain menjelaskan lagi.


"Astaga." Shina pun memegangi kepalanya.


Sebagai seorang ibu tentunya tidak akan tega melihat putranya mendekam di penjara, terlebih karir Nara sedang naik-naiknya. Shina pun segera memikirkan bagaimana cara agar putranya bisa bebas dari sel tahanan. Bahkan ia siap mengeluarkan biaya besar untuk kebebasan putranya.


Nara, kenapa hal ini bisa terjadi padamu? Shina tak habis pikir dengan hal yang menimpa putranya.


Lain Shina lain juga dengan Zain. Zain segera membuka email kantornya dan mencoba mencari-cari sesuatu. Barangkali ia bisa menemukan sesuatu untuk membebaskan Nara. Ia tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Karena bagaimanapun dampak masalah ini akan sampai ke anaknya juga. Ia tidak ingin Ken mendapat kesulitan karena mendekamnya Nara di penjara.


Aku harus menyelidiki hal ini sebelum persidangan esok. Semoga Nara bisa menolong dirinya sendiri.

__ADS_1


Zain terus berusaha, mencari cara untuk membebaskan Nara.


__ADS_2