
Beberapa jam kemudian...
Siang hari di sebuah vila yang berada di Pulau Hokkaido, terlihat seorang wanita berparas cantik nan keibuan sedang meneguk beberapa gelas anggur putih. Ia tampak depresi, terus-menerus meminum anggurnya tak terkendali.
Terbalut kemeja putih lengan panjangnya, ia kemudian melemparkan diri ke atas kasur. Ia lalu berbicara kepada dirinya sendiri. Dialah Lusy yang sedang pusing karena masalah yang menderanya.
"Sial! Mengapa bisnis lendirku diketahui oleh pihak owner? Siapa yang membongkarnya?" Lusy heran sendiri.
Lusy tertangkap basah sedang melakukan perjanjian kerja dengan salah satu produser mesum. Hanya untuk mengambil jatah manggung band asuhannya yang menjadi runner up di tahun pertama.
"Padahal semua ini demi band asuhanku yang telah habis kontrak." Ia merenung, menatap langit-langit kamar. "Hah, mengapa hidup ini kejam sekali," gerutunya sambil merentangkan kedua tangan di atas kasur.
"Untung saja aku hanya dipindahtugaskan. Jika di-DO, tamatlah riwayatku," gumamnya lagi.
"Sepertinya, memang sudah waktunya untuk berlibur bulan ini. Hm, baiklah." Ia akhirnya menerima konsekuensi atas perbuatannya.
Sepintar-pintarnya menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. Hal itulah yang sedang dialami Lusy. Ia menggunakan cara eksotis untuk terus membuat band asuhannya eksis. Sekalipun harus mengiming-imingi para produser acara dengan karyawan miliknya.
"Rose, semoga kau tenang di alam sana. Maaf jika aku telah menjerumuskanmu." Lusy merasa menyesal.
Ia kemudian tertidur dalam mabuk. Melepaskan kepenatan yang melanda pikirannya.
__ADS_1
Sore hari, pukul empat waktu setempat. Di kantor redaksi Ryuuto.
"Ryuuto, ini pesananmu. Ada lagi?"
Hima menyerahkan beberapa dokumen kepada Ryuuto untuk segera ditandatangani. Ryuuto sendiri terlihat menopang dagu dengan kedua tangannya, sambil duduk di kursi kerja yang empuk.
"Hima ...." Sesaat Ryuuto memanggil nama Hima.
"Ya, ada yang bisa kubantu lagi?" tanya Hima kepada Ryuuto.
Gadis terkepang dua itu tampak cantik dalam balutan blezer cokelat dan rok span hitamnya. Ia masih menanti sang bos muda berbicara. Ryuuto pun beranjak dari duduk lalu mendekati Hima. Ia kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya.
"Kau kenal siapa pria ini?" Ryuuto bertanya sambil menunjukkan sebuah foto kepada Hima.
"Ini kan ...." Hima pun mengetahui siapa yang berada di dalam foto tersebut.
Di dalam foto tersebut terlihat foto Shena bersama Nara yang mengenakan seragam khas SMA Jepang. Mereka tampak mesra merayakan kelulusan bersama, ditambah Shena yang memeluk Nara dari belakang sambil tersenyum bahagia.
"Kau tahu apa hubungan di antara keduanya?" Ryuuto bertanya lagi.
"Ryuuto, sebenarnya ...." Hima tidak enak hati mengatakannya.
__ADS_1
Ryuuto berjalan menjauh, membelakangi Hima. "Hah, takdir manusia memang tidak ada yang tahu. Kau menjadi saksi hidup atas apa yang terjadi padaku selama satu tahun ini. Tapi sayang, kenyataannya baru kuketahui sekarang." Ryuuto berbicara sendiri.
"Ryuuto, maaf. Aku belum sempat memberi tahumu." Hima menyesal.
"Tidak. Kau tidak salah, Hima. Aku yang salah. Aku yang tidak peduli dengan perasaan Shena yang sebenarnya. Aku malah menyesal mengapa baru sekarang menemukan sosok gadis sepertinya. Tapi, aku akan lebih menyesal jika menyia-nyiakan orang yang menyayangiku," lanjut Ryuuto lagi.
"Maksudmu?" Hima sedikit bingung dengan apa yang Ryuuto katakan.
Ryuuto pun berbalik menghadap Hima. "Aku akan mencoba melepas Shena untuknya. Dan aku juga akan mencoba untuk mencintai Hana, sepupu Shena." Ryuuto menuturkan.
"Apa?!" Hima terkejut.
"Kau tahu, Hima. Ternyata Hana telah lama memendam perasaannya kepadaku. Lebih lama dari perasaan yang kupendam kepada Shena. Aku tidak menyangka jika akan berakhir seperti ini." Ryuuto tersenyum kecil.
"Ryuuto ...."
Hima merasa senang karena akhirnya Ryuuto dapat merelakan Shena bersama Nara. Walaupun ia belum mengenal bagaimana Hana, tapi Hima yakin bahwa ketulusan akan dibalas dengan ketulusan.
Terima kasih, Ryuuto.
Hima tersenyum saat Ryuuto dengan lapang dada melepaskan Shena. Bagaimanapun ia menginginkan yang terbaik untuk keduanya.
__ADS_1
Ryuuto akan mencoba menyayangi Hana yang telah berani mengutarakan isi hati kepadanya, dan merelakan Shena bersama dengan Nara. Karena ia amat menghargai perasaan wanita yang menyayanginya.