Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Hasil Perjuangan


__ADS_3

Keempatnya lalu menuju halaman parkir setelah menyelesaikan audisi pertama. Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Shena melihat Cherry berjalan bersama pria yang tak dikenalnya lalu menyusul sang mantan dari belakang.


"Nara?!" Shena terkejut di saat Nara bergabung, berjalan bersama Cherry dan dua pria lainnya.


"Mungkinkah Cherry mengenal Nara?" tanya Shena sambil memegang beberapa buku yang didekap di dada.


“Dan bukankah itu … Sai, pacar Hima?”


Ia terus bertanya-tanya sendiri. Apa benar penglihatannya saat ini yang melihat Cherry, pacar temannya dan juga … sang mantan?


Satu minggu kemudian...


Dari delapan puluh band kampus disaring menjadi dua puluh lima besar, dan akan melakukan tes kesehatan. Jika lolos, diseleksi lagi menjadi sepuluh besar yang akan melaju ke babak final. Malam final tersebut secara live akan ditayangkan di TV Tokyo Jepang.


Tiba saatnya pengumuman untuk band yang lolos seleksi. Pengumuman itu tampak terpajang di dinding depan gedung pentas kesenian Jepang, yang mana membuat para mahasiswa dan mahasiswi mengantri melihatnya.


Di sana, Cherry ditemani Ken mencoba masuk ke dalam kerumunan untuk melihat dua puluh lima band yang lolos seleksi.


"Ken, jantungku berdebar sekali." Cherry memegangi jantungnya kala berusaha menerobos kerumunan mahasiswa yang sedang melihat pegumuman itu.


"Tenangkan dirimu, Sayang. Aku menunggu di belakang." Ken membantu Cherry untuk masuk ke dalam kerumunan mahasiswa.


Cherry lalu berhasil sampai di depan papan pengumuman. Ia segera mencari nama band-nya dari nomor urut yang pertama lolos dengan skor tertinggi, lalu terus turun ke bawah. Hatinya cemas, khawatir dan gelisah. Jantungnya berdegup kencang, manakala kedua matanya telah tiba diurutan ke-15, tapi nama bandnya belum juga ditemukan.

__ADS_1


Ya Tuhan ... aku mohon. Ini demi impian Nara ..., bisiknya dalam hati sambil terus melihat daftar band yang lolos.


"16,"


"17,"


"18,"


"19,"


Gawat! Nama band-ku belum juga ditemukan!


Cherry semakin panik. Jantungnya terasa ingin copot manakala belum juga menemukan nama band-nya.


"21 ...,"


"KKYYYYAAAAAAA!!!" Tiba-tiba ia menjerit dengan kencang. "Ken! Ken!"


Cherry keluar dari kerumunan lalu menemui Ken sambil berjingkrak-jingkrak. Ia tampak senang sekali.


"Cherry, ada apa?" Ken ikut gugup melihat tingkah Cherry.


"Ken, ikut aku!"

__ADS_1


Cherry lalu menarik tangan Ken agar mengikutinya ke dalam kerumunan mahasiswa. Sesampainya di depan papan pengumuman, Cherry lalu menunjuk daftar band yang lolos.


"Ken, band kita lolos!"


Cherry girang bukan main, ia kemudian memeluk kekasihnya. Tanpa pandang malu untuk mengungkapkan kegembiraan ini. Ia memeluk sang kekasih di hadapan mahasiswa lainnya.


"Benarkah?"


Ken lalu melihat sendiri daftar band yang lolos. Dan alhasil, ia benar-benar menemukan nama bandnya berada di urutan ke-22.


Nomor Urut - Nama Band - Jumlah Skor - Kampus Asal


22 - D'Justice - 898 poin - Universitas Tokyo, Jepang


Senyum kebahagiaan tersirat di wajah tampan Ken. Ia benar-benar tidak menyangka jika bandnya dapat melaju ke babak semifinal.


"Cher-ry,” ucapnya terbata, "apa ini mimpi?" tanyanya lagi.


Tangis haru menyelimuti sepasang kekasih ini. Segera saja mereka melihat waktu dan pelaksanaan babak semifinal nanti.


Nara, ini berkat dirimu.


Tidak dapat Ken pungkiri jika Nara mempunyai andil besar dalam keberhasilan band-nya. Pemuda bermata biru itu sangat lihat menentukan aransemen sebuah lagu. Dan berkatnya, band kampus yang diberi nama D'Justice ini dapat melaju ke babak semi final selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2