Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Nomor Urut


__ADS_3

8.15 pm waktu Tokyo dan sekitarnya...


Terdengar sorak-sorai tepuk tangan mewarnai sebuah lagu pembukaan yang dibawakan oleh Harajuku Band. Lagu yang mampu membakar semangat para personil band yang sedang berjuang meraih mimpinya.


"Terima kasih untuk Harajuku Band yang telah membuka malam persaingan ini. Silakan kembali ke alamnya," ledek Daru kepada ketiga personil band yang ditanggapi dengan senyuman dan tawa oleh mereka.


Harajuku band beranjak kembali ke belakang panggung, kepergian mereka disambut teriakan para penonton. Tak lupa ketiga personil band itu membungkukkan badan dan mengangkat kedua tangannya sebagai penghormatan kepada para penonton yang telah hadir, sebelum benar-benar pergi meninggalkan panggung pementasan.


"Baiklah, kita sudah melihat lagu pembukaan yang dibawakan oleh Harajuku Band. Saatnya kita melihat urutan band yang akan tampil secara acak malam ini. Tapi sebelumnya, kita ke Keren yang sudah berada di ruangan seleksi penulis. Silakan, Keren!" Daru mempersilakan Keren mengambil alih.


Kamera TV lalu menyorot suatu ruangan seperti aula dengan panggung kecil tempat pementasan drama.


"Ya, terima kasih, Daru," sahut Keren saat kamera menyorot dirinya.


"Baiklah, sekarang kita berada di sebuah ruang pementasan drama bagi karya tulis yang masuk sepuluh besar. Perlu diketahui, pementasan ini sudah dimulai sejak pukul delapan pagi tadi. Dan saat ini tengah menunggu keputusan juri, siapa kira-kira yang pantas masuk ke posisi tiga besar? Hemmmm ... hmm." Keren bergumam sendiri.


"Kita akan segera bertanya langsung kepada salah satu penulis drama kita. Bagaimana perasaannya mengikuti festival dua tahunan ini. Hai, apa kabar?" tanya Keren kepada seseorang.

__ADS_1


Tayangan itu membuat jantung Nara berdegup kencang. Ia kenal baik dengan seseorang yang di wawancarai Keren, sang host.


"Kabarku baik," jawab sang penulis yang mengenakan jumpsuit hitam itu.


Shena ....


Nara berbisik di hatinya saat melihat sosok gadis yang diwawancarai oleh Keren. Ia beranjak dari duduk, berniat menjemput Shena, tapi Ken menahannya.


"Nara, fokuslah demi impianmu."


Ken yang juga melihat tayangan itu berusaha membuat Nara tetap fokus untuk meraih impian. Dan kata-katanya itu berhasil meredam hasrat Nara yang ingin menemui Shena.


Gadis yang memang benar adalah Shena itu tersenyum ke arah kamera lalu menjawab, "Menang atau kalah itu sudah biasa dalam perlombaan, tapi yang jelas aku sudah melakukan yang terbaik dan tinggal menunggu hasil akhirnya saja. Harapan akan selalu ada," jawab Shena yang ditanggapi keterkejutan oleh Nara saat menonton tayangan itu.


Shena, tunggu aku ....


Rupanya karya tulis Shena masuk di sepuluh besar nominasi drama kampus terbaik. Mengalahkan 340 karya tulis lainnya. Ini pencapaian yang sangat luar biasa bagi Shena. Jerih payahnya selama ini, akhirnya terbayarkan.

__ADS_1


"Genre apa yang kamu ambil dalam karya yang diikutsertakan?" tanya Keren lagi.


Shena kemudian menjawabnya, "Aku mengambil genre drama hurt/comfort," jawab Shena seraya tersenyum.


"Wow! Hurt/Comfort. Membayangkannya saja aku tidak mampu." Keren terlihat menyerah saat membayangkan genre yang menurutnya memilukan itu.


"Baiklah, terima kasih atas jawabannya."


Keren lalu menutup perbincangannya seraya membungkukkan badan ke arah Shena. Ia kemudian melihat ke arah kamera yang menyorot.


"Baiklah pemirsa, tadi adalah sekilas info mengenai seleksi final karya tulis yang dilakukan sepuluh nominasi terbaik. Kita nantikan saja hasil akhirnya. Sekarang kita kembali ke Daru." Keren tersenyum.


Kamera TV kembali menyorot Daru yang berada di atas panggung festival musik.


"Yosh! Terima kasih, Keren. Telah mewakili para penulis hebat di sana." Daru menyahuti perkataan Keren.


"Baiklah, segera saja kita akan melihat urutan secara acak band yang akan tampil malam ini. Di mulai dari urutan pertama." Daru segera mengalihkan pandangan ke layar lebar.

__ADS_1


Sontak saja para personil band semakin cemas saat layar lebar itu mulai menayangkan urutan secara acak band yang akan segera tampil.


__ADS_2