Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Saling Menguntungkan


__ADS_3

Dua minggu kemudian...


Hari ini sudah memasuki bulan ke tiga bagi Nara dan kawan-kawan. Keempatnya masih sibuk menciptakan lagu untuk mengisi mini album mereka. Dua lagu di antaranya dipegang oleh Cherry sebagai vokal ke dua di D'Justice.


Lagu-lagu berbahasa Jepang dengan irama penuh semangat berhasil mereka ciptakan. Nara dan kawan-kawan akhirnya bisa manggung di level kedua concert centre Jepang setelah mini album mereka keluar. Hal ini tentunya membuat ketenaran D'Justice melebihi Black Pepper yang menjuarai tahun ke dua ajang festival musik band kampus se-Jepang. Berbagai media meliput dan berani mengontrak mereka. Walaupun kenyataannya sang gitaris masih berduka. Namun, ia akan tetap bersikap seprofesional mungkin untuk pekerjaannya.


Beberapa hari kemudian...


Hari terus berganti tanpa henti. Tiba saatnya bagi Nara, Ken, Cherry dan Sai kembali fokus ke studi mereka. Ujian akhir semester dalam hitungan hari akan segera dimulai. Pihak manajemen sendiri begitu pengertian terhadap personil D'Justice yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Sehingga tidak ada jadwal selama dua minggu ke depan yang harus mereka kerjakan.


"Hah, rasanya badanku remuk semua." Nara memijat bahunya sendiri, ia sangat kelelahan beberapa bulan terakhir.


"Kau ini, ingat kita adalah seorang pejuang, Nara!" Cherry mengingatkan akan tujuan awal mereka.

__ADS_1


"Tumben nona Lusy terlambat datang." Sai tampak bete menunggu kedatangan manajernya.


Keempatnya tengah berada di dalam ruangan pertemuan, menunggu kedatangan Lusy untuk instruksi selanjutnya. Tak lama yang ditunggu pun datang. Pintu ruangan dibuka dari luar.


"Maaf semua, aku terlambat lima menit tiga puluh detik," ucap seorang wanita berdres hitam selutut yang dibalut blezer putih. Ia ternyata tidak datang sendiri saat masuk ke dalam ruangan.


Nara, Ken, Cherry dan Sai langsung tertuju kepada kedatangan keduanya.


"Baiklah, Anak-anak. Sebelumnya terima kasih atas kerja sama kalian selama tiga bulan ini. Dan kenalkan ...," Lusy memegang bahu seorang wanita cantik yang mengenakan blezer hitam. "...dia adalah Rose, promotor Sony Music." Lusy menerangkan.


"Selamat siang, kenalkan namaku Rose. Aku berasal dari Honshu. Mohon kerja samanya," ucap Rose sambil membungkukkan badannya.


Nara dan yang lain tampak bingung saat Lusy memperkenalkan Rose kepada mereka.

__ADS_1


"Jadi begini, Anak-anak. Aku akan melakukan meeting dengan pihak owner selama satu minggu ke depan. Jadi aku meminta bantuan Rose untuk memback-up semua keperluan kalian selama aku tidak ada." Lusy menjelaskan.


"Dan ternyata setelah mini album keluar, banyak pihak yang ingin mengontrak kalian. Tapi karena kalian akan mengikuti ujian semester, aku mengaturnya setelah ujian selesai. Dan ini adalah jadwal manggung selanjutnya."


Lusy kemudian menyerahkan map kepada masing-masing personil. Nara, Ken, Cherry dan Sai kemudian membuka isi map tersebut dan melihat jadwal manggung mereka.


"Dan satu lagi." Lusy merogoh saku blezer-nya lalu menyerahkan amplop kepada masing-masing personil D'Justice.


"Ini adalah royalti untuk kalian. Semoga kalian dapat berjuang lebih keras untuk mendapatkan yang lebih banyak lagi." Lusy menyemangati.


Betapa girang hati Nara saat menerima gaji pertamanya. Setelah tiga bulan bersusah payah dan berpikir keras, akhirnya ia dapat memetik hasilnya. Dan ternyata, uang yang diterimanya itu cukup untuk membeli mobil.


"Baiklah, Anak-anak. Terus berkarya! Aku pamit." Lusy mengundurkan diri dari hadapan keempat personil D'Justice.

__ADS_1


Akan ada pergantian pimpinan di pihak Sony Music yang mengharuskan Lusy mengikuti pertemuan. Lusy memegang dua nama band yang sama-sama menjadi runner up di ajang festival musik band kampus se-Jepang. Tapi sayang, band tahun pertama tidak dapat melesat seperti D'Justice. Karena D'Justice-lah nama Lusy mulai diperhitungkan oleh pihak Sony Music Entertainment Jepang. Sebuah hubungan simbiosis mutualisme terjalin dengan baik di antara mereka.


__ADS_2