Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Ketahuan


__ADS_3

"Nara …." Gabril mulai mendekati wajah Nara dan mencoba meraih bibir itu.


"Gabril, kita baru kenal—" Nara berusaha mengingatkan.


Gabril tidak memedulikannya, ia malah mengecup lembut bibir Nara dengan bibir peach miliknya.


"Mmmhh..."


Mereka berciuman dengan perlahan, membuat sesuatu di balik celana itu mulai menegang.


"Gabril, mmmmhh..."


Dan beberapa saat kemudian, Gabril menghentikan tindakkannya yang nakal.


"Nara, aku kedinginan. Bisakah kau memelukku?" tanya Gabril dengan nada setengah berbisik.


"Tapi, Gabril—"


"Tak apa, Nara."

__ADS_1


Gabril kemudian menarik tubuh Nara lalu mendekapnya dengan erat. Nara yang mendapatkan pelukan seperti itu semakin berpikir tidak karuan.


Hangat dan juga … besar, gumam Nara dalam hati.


Kedua bukit itu menyentuh dada Nara. Tubuh mulus, pinggang ramping, serta perut yang rata seakan mencengkram tubuh Nara dengan erat. Hampir saja rasa sesak di dalam celana itu ingin ia akhiri. Tapi, Gabril memeluk tubuhnya dengan sangat erat sehingga si ular kasur hanya bisa menegang seraya tetap berada di posisinya. Dan sialnya, kejadian itu berlangsung hingga pagi. Sepanjang itu pula Nara menanggung penderitaannya karena sang raja tidak dapat leluasa untuk bergerak.


Begitulah penderitaan seorang pria saat bertemu dengan gadis yang menggodanya. Wanita dengan segala keindahannya, membuat siapapun terpesona dan bertekuk lutut di hadapannya.


Tolong aku ....


Nara berusaha mengalihkan pikirannya sendiri. Pikirannya yang melayang indah ke angkasa. Bersama seorang gadis yang baru saja ditemuinya malam ini.


Terdengar suara pintu terketuk, namun tidak ada yang membukakan. Pintu itu terus diketuk lagi dan lagi hingga membuat seseorang bermuram durja.


"Hah, terpaksa aku menggunakan kunci ini.”


Terlihat seorang gadis bersurai ikal panjang tengah mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya. Ia mencoba membuka pintu dengan kunci cadangan yang dimiliki. Terlihat dirinya mengenakan mantel berwarna abu-abu dan sepatu high heels silver di pagi yang cerah ini.


Pintu itupun akhirnya berhasil dibuka. Ia segera mencari seseorang yang ditujunya.

__ADS_1


"Nara!" panggil sang gadis sambil mencari-cari keberadaan si pemuda bermata biru.


Ia mencari sang pujaan hati di dalam kamar yang ada di lantai satu, tapi tidak ada. Ke dapur, tidak juga ia temukan. Gadis itu lalu membuka pintu kamar mandi yang berada di samping dapur, tapi tetap saja tidak ada orang di dalam sana.


Ia lalu berinisiatif menuju lantai dua untuk mencari keberadaan Nara. Dengan hati yang berdebar, ia menaiki anak tangga satu per satu, menuju sebuah kamar yang sering menjadi tempat tidurnya dahulu.


Sesampainya di lantai dua, ia segera menuju kamar Nara. Pintu kamar itu lalu dibuka olehnya dari luar dan kemudian terlihatlah pemandangan yang memilukan.


"Nara?!”


Ia mendapati Nara sedang tertidur bersama gadis lain di bawah selimut yang biasa dipakai olehnya. Gadis bersurai ikal panjang itu berjalan cepat mendekati keduanya lalu membangunkan Nara.


"Nara!"


Ia menarik tangan kanan Nara yang sedang memeluk Gabril, seseorang yang tengah tidur bersama kekasihnya. Ia pun menghempaskan tangan Nara dari Gabril dengan kuat. Merasa terganggu, Gabril kemudian terbangun lalu melihat apa yang terjadi.


"Siapa, siapa kamu?!" tanya Gabril sambil mengucek-ngucek matanya.


Ia kemudian duduk di atas kasur, di samping Nara yang mulai terjaga. Dan terlihatlah tubuhnya yang berbikini putih, mulus dan bersih. Sedang Nara tak lama menyadari siapa yang datang di pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2