Dihantui Mantan

Dihantui Mantan
Pengumuman Pemenang


__ADS_3

Di depan panggung, Shena telah bertemu dengan Hima. Mereka tengah bercakap-cakap.


"Jadi Sai adalah anggota band itu?" Shena tak menyangka jika dunia ini terlalu sempit baginya.


"He-em. Apa ada yang aneh, Shena?" tanya Hima di tengah keramaian penonton.


"Ah, tidak. Hanya saja ... aku merasa sedikit keliru," jawab Shena sambil menggaruk kepalanya.


"Apa kau mengenal salah satu di antara mereka selain Sai?" Hima bertanya lagi.


"Hem, itu ...," Shena tampak ragu menjawabnya.


Hima yang ikut mengenakan kaus D'Justice itu memperhatikan Shena yang terlihat sedikit aneh. Ia kemudian mengalihkan pembicaraan untuk menghilangkan kekakuan yang terjadi.


"Oh, ya. Bagaimana karya tulismu?" Hima bertanya, mengalihkan pembicaraan.


"Oh, itu. Aku hanya mampu berada sampai di urutan ke empat," jawab Shena dengan wajah sendu.


"Sayang sekali, ya? Tapi tidak apa, Shena. Dua tahun lagi akan diadakan musim ke tiga. Kau masih dapat mengikutinya." Hima menyemangati.

__ADS_1


"Hem, iya. Terima kasih, Hima." Shena tersenyum kala mendapatkan dukungan dari temannya.


Keduanya begitu antusias menunggu pengumuman pemenang di festival musim kedua ini.


"Semoga saja D'Justice menang." Hima penuh harap.


Hima sangat berharap jika D'Justice dapat memenangkan festival ini. Begitu pun dengan Shena. Dalam diam dia berdoa untuk Nara agar impian mantannya itu dapat segera menjadi kenyataan.


01.00 dini hari…


"Baiklah pemirsa dan juga para penonton di stadion Zeep Hall Tokyo. Kini saatnya kita akan melihat bersama-sama siapa yang akan menjadi pemenang The Next Japanese Band musim ke dua ini." Daru mengawali.


Keseluruh kontestan itu berdiri di tengah panggung, sedang Keren dan Daru berada di sisi kanannya. "Tanpa banyak basa basi, mari langsung saja kita lihat di layar. Silakan!” Keren tersenyum, menyerahkan layar lebar untuk mengambil alih.


Layar lebar itu pun kemudian mengambil alih acara. Kesepuluh band kampus dan tiga penulis yang berhasil masuk di tiga besar tampak gugup dan cemas.


D'Justice sendiri terlihat berpegangan tangan. Dari kanan ke kiri, Ken, Cherry, Nara dan Sai. Mereka tampak menundukkan wajah sambil menunggu hasil. Pegangan erat Cherry pada Ken pun membuat hati Ken semakin berdebar. Begitu juga dengan Nara yang sudah siap menjatuhkan diri jika hasil akhir jauh dari harapannya.


"MALAM FINAL FESTIVAL BAND DAN DRAMA KAMPUS JEPANG MUSIM KE DUA. KESEPULUH DEWAN JURI TELAH MUTLAK MEMUTUSKAN..."

__ADS_1


Jantung Nara semakin berdegup kencang tak terkendali, keringat pun mulai bercucuran dari keningnya.


"NUMBER TEN, CONGRATULATIONS FOR..."


Alunan musik sengaja dimainkan dengan tempo cepat agar suasana semakin menegangkan dan mencekam.


"GREEN LEAF FROM WASEDA UNIVERSITY!"


Layar lebar kemudian memunculkan poin-poin penilaian mengapa band asal kampus Waseda berhak mendapat peringkat ke sepuluh.


"Wow, so amazing! Congrat to Green Leaf yang mendapat 910 poin dari kesepuluh dewan juri." Keren bersuara.


"Untuk para personil band Green Leaf dipersilakan mengambil tempat di sebelah kiri panggung."


Daru meminta kepada personil band untuk mengambil tempat. Para personil band itu kemudian memenuhi permintaan dari sang pembawa acara. Mereka berjalan sedikit ke depan lalu mengambil posisi di ujung kiri panggung.


"Baiklah, kita lanjutkan ke urutan sembilan. Silakan!” Daru meminta kepada layar lebar untuk mengumumkannya lagi.


Hasil keputusan dewan juri adalah mutlak, diambil dari hasil audisi pertama sampai dengan malam final. Dengan skor 20:80. Sehingga malam final menyumbang skor 80% dari total keseluruhan poin.

__ADS_1


Tak ada yang tidak mungkin dalam sebuah pertandingan termasuk perlombaan musik dan drama sekalipun. Dan berikut daftar band yang berhasil menduduki posisi ke sembilan sampai dengan posisi ke empat.


__ADS_2